Geger Peserta The Voice Indonesia 2019 Tendang dan Pukuli Ibu Kandung

Reporter : Amrikh Palupi
Kamis, 27 Februari 2020 12:30
Geger Peserta The Voice Indonesia 2019 Tendang dan Pukuli Ibu Kandung
Simak penjelasan dari penyidik.

Dream - Kabar menghebohkan datang dari peserta The Voice Indonesia 2019 berinisial T. Gadis 17 tahun asal Kupang, Nusa Tanggara Timur, itu membuat geger warga Desa Tuatuka Kupang lantaran memukul dan menendang ibu kandungnya.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johannes Bangun, mengatakan penganiayaan itu terjadi saat T hendak pergi ke Kupang.

Saat itu, T meminta ibunya menyiapkan bajunya yang hendak dipakai. Karena sedang sibuk memasak, sang bu meminta T bersabar.

 TH peserta the voice indonesia© TH peserta the voice indonesia

Foto : Ananias Petrus/Merdeka.com

Karena tidak sabar menunggu, T marah-marah dan terlibat cekcok dengan sang ibu. Tak puas, T pun menendang dan memukul ibunya.

Adik T yang tak tega melihat sang ibu dianiaya langsung memanggil tetangga, untuk melerai pertengkaran itu. Salah satu warga merekam kejadian tersebut dan meviralkan di sosial media

" Menurut para saksi di sekitar TKP kalau kejadian tersebut sudah berulangkali terjadi, sehingga salah satu saksi memviralkan kejadian itu," ujar Johannes dikutip dari Merdeka.com, Kamis 27 Februari 2020.

Menurut Johanes, polisi sudah menangkap T pada Rabu 26 Februari 2020. T juga sudah diperiksa Unit PPA Polres Kupang.

" Sudah ditangkap dan diperiksa oleh Polres Kupang Kabupaten. Tetap dijadikan tersangka meskipun kategori anak, karena memenuhi unsur dan pelaku mengakui perbuatannya," tuturnya.

Sumber : merdeka.com

1 dari 10 halaman

Heboh Istri Pukuli Suami yang Stroke di Penjaringan

Dream - Media sosial dihebohkan dengan kasus pemukulan seorang pria yang sedang menderita stroke. Peristiwa itu diunggah akun Twitter @danielht2009. Diduga, perempuan tersebut berstatus istri sang korban.

Dari video yang beredar si pria tak bisa melawan karena tubuhnya melemah dan tak mampu bicara dengan sempurna.

" Tolong Pak Polisi usut kejadian tak berperikemanusiaan ini terjadi di mana, tangkap pelakunya!" tulis @danielht2009.

Berdasarkan informasi yang dibagikan warganet, peristiwa terjadi di sebuah rumah di Pantai Mutiara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu, 11 Desember 2019 pukul 2019. Terduga pelaku pemukulan, MFJ , merekam aksinya menghajar korban HW.

Polsek Metro Penjaringan dalam keterangan tertulis yang dibagikan, penanganan kasus itu bermula dari laporan video yang didapat saksi mata bernama Josin.

" Awalnya saksi Josin mendapat kiriman video berdurasi 2,24 detik dari pelaku," tulis Polsek Penjaringan.

Josin melaporkan video yang dia peroleh ke SPK Polsek Penjaringan. Dari laporan itu, polisi mendatangi tempat kejadian perkara.

" Ternyata benar ditemukan pelaku dan korban di dalam rumah."

2 dari 10 halaman

Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Korban HW menderita luka robek di pipi bagian kiri.

" Selanjutnya korban dibawa keluarga dan pelaku berikut saksi Josin dan Carmelta Ridwan (Ketua RT) kami amankan ke Polsek Metro Penjaringan."

Polisi kemudian membawa MFJ ke Rumah Sakit Jiwa Grogol Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya, dokter dan keluarga bersepakat bahwa MFJ perlu mendapat perawatan selama dua pekan.

" Sampai menunggu hasil medis dari dokter Rumah Sakit Jiwa Grogol Jakarta Barat."

3 dari 10 halaman

Peristiwa

Video yang beredar tersebut merekam aksi keji Milka terhadap H. Milka memukuli H menggunakan tongkat milik H.

Dalam video itu dia bercerita mengenai kegiatannya merawat H yang tak bisa lagi berbicara. Dia bercerita sudah membersihkan buang air besar H.

" Kenapa ini orang ya? Nggak tahu orang capek apa ya?"  kata dia.

Perempuan itu meminta kompensasi Rp1 miliar seandainya H ingin pisah darinya. Setelah itu, Milka meluapkan amarahnya ke H.

4 dari 10 halaman

Suami Buat Wajah Istri Cacat Permanen Cuma Karena Kelupaan Beli Rokok

Dream - Seorang wanita Moldova menjadi korban kekerasan suaminya hanya karena lupa membelikan rokok. Akibat perbuatan keji itu, sang istri mengalami cacat permanen di area wajahnya.

Istri malang itu diketahui bernama Galina Armasari. Usianya baru 26 tahun. Dia menderita luka serius yang mengerikan setelah dibakar oleh suaminya.

Semua bermula ketika Galina membelikan minuman untuk suaminya, Ion.

5 dari 10 halaman

Sebelumnya Tidak Ada Pertengkaran

Ketika diwawancarai oleh stasiun televisi, Galina yang mengaku masih trauma, menceritakan bagaimana dia dibakar suaminya sendiri.

" Pada hari kejadian, semuanya normal. Tidak ada pertengkaran di antara kami sampai dia ingin minum bir," kata wanita dari Niporeni itu.

Saat itu Galina mengatakan bahwa dia tidak punya persediaan bir. Tapi dia bisa membelikannya untuk Ion.

Galina pun kemudian pergi ke toko membeli minuman untuk Ion.

6 dari 10 halaman

Siram dan Bakar Wajah Istri

Setelah kembali dari toko, Galina melihat temannya Ion datang. Temannya itu kemudian minum wine bersama suaminya.

Namun, saat Ion menanyakan rokok, Galina bilang lupa membelinya. Suaminya marah hingga terjadi pertengkaran.

Ion sempat mengeluarkan ancaman untuk membakar Galina. Rupanya ancaman tersebut benar-benar dilakukan Ion.

Dia menyiram wajah Galina dengan cairan berbau bensin dari botol sampanye sebelum menyulutnya dengan korek api.

7 dari 10 halaman

Suami Hanya Menonton, Menolak Panggil Ambulans

Galina terkejut dan panik setelah mendapat serangan tak terduga itu. Dia berusaha memadamkan api dengan baju basah.

Sementara Galina berjuang mematikan api, Ion hanya menonton. Dia bahkan menolak untuk memanggilkan ambulans.

Galina akhirnya minta bantuan ibunya untuk mengantarkan ke rumah sakit dan membuat laporan polisi.

Saat ini polisi Niporeni masih mendalami laporan kekerasan rumah tangga yang dialami Galina.

Sumber: Daily Star

8 dari 10 halaman

Viral, Perempuan Berhijab Hamil 8 Bulan Dipukuli di Kafe

Dream - Seorang muslimah yang sedang hamil dianiaya secara brutal oleh pria tak dikenal di Sydney, Australia. Wanita berhijab itu mendapat 14 pukulan di kepala.

Dilansir dari Daily Sabah, tiga orang hijabers tampak sedang berkumpul di suatu kafe pada malam hari. Seorang pria berbadan besar kemudian menghampiri meja tersebut.

Pria itu kemudian memukuli salah satu wanita dengan membabi-buta. Hijabers bernama Rana Elasmar itu diketahui sedang mengandung 8 bulan.

  Kekerasan© Foto: Twitter @DailySabah

Foto: Twitter @DailySabah

Meski jatuh tersungkur, pria itu tetap menginjak kepala ibu hamil. Teman-teman Rana dan pengunjung kafe berusaha menghentikan pria tersebut sebelum ditangkap oleh polisi setempat.

9 dari 10 halaman

Kasus Islamophobia?

Pria 43 tahun bernama Stipe Lozina itu kemudian didakwa melakukan penyerangan dan menyebabkan cidera pada orang lain. Ia juga disebut melontarkan ungkapan kebencian terhadap Islam sebelum menyerang.

  Kekerasan© Foto: Twitter @DailySabah

Foto: Twitter @DailySabah

Rana kemudian mendapat perawatan di rumah sakit untuk mengobati luka-lukanya. Janin yang dikandung ibu 31 tahun itu juga terpantau dalam keadaan baik.

Kejadian ini langsung viral dan menuai amarah publik.

" Astaufirullah allazim,"  kata @kelambit_merah_patwal_ambulanc

" Innalillahi,"  ucap @fajarrsubhannur

" Benar" laki" yg dak berhati,"  imbuh @kelambit_merah_patwal_ambulanc

Laporan: Arie Dwi Budiawati

10 dari 10 halaman

Tega, Ibu Pukuli Anaknya yang Malas Belajar Hingga Meninggal

Dream - Dream - Semua orang tua pasti ingin anaknya pintar dan berprestasi. Tapi jangan terlalu memaksakan kehendak supaya anak menjadi yang diinginkan orang tua.

Apalagi sampai marah besar hingga bermain tangan bila anak terlihat malas-malasan dan belum belajar. Jangan sampai menyesal dikemudian hari, seperti yang dialami seorang ibu asal Xianyang, Provinsi Shaanxi, China, ini.

Niat untuk mendisiplinkan sang anak agar fokus belajar malah membawanya ke balik jeruji besi. Dikutip dari China Press, seorang ibu bermarga Hu memukuli putranya sampai mengalami cedera kepala dan meninggal dunia.

Dikabarkan, sejak Januari lalu Hu menyekolahkan anaknya secara homeschooling. Namun, selama itu pula Hu menilai bahwa putranya tidak cukup berkonsentrasi selama belajar.

Wanita ini bahkan tak ragu memukul kepala putranya jika tidak mengerjakan PR. Hingga di suatu pagi, setelah menjalani satu sesi belajar, Hu terkejut bukan main karena menemukan putranya muntah-muntah.

Saat itu juga, ia langsung membawa sang anak ke rumah sakit. Sayangnya, semua telah terlambat. Bocah malang itu akhirnya tewas.

Hasil foreksik mengungkapkan bahwa bocah itu berulang kali dipukul kepalanya dengan benda tumpul.

Pukulan tersebut menyebabkan sang anak mengalami pendarahan subarachnoid, yakni perdarahan mendadak di celah antara otak dan membran tengah yang membungkus otak. Pendarahan tersebut lalu memicu keluarnya muntah.

Dalam kasus ini, muntah yang keluar tersebut dihirup oleh sang anak. Akibatnya, terjadilah penyumbatan di jalan napasnya yang kemudian menghalangi trakea sehingga dia tidak bisa bernapas.

Atas tindakannya itu, pengadilan pun menjatuhi Hu hukuman penjara selama tiga tahun.

Beri Komentar