Suami Ditahan KPK, Ini Curhat Mengharukan Inneke Koesherawati

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 27 Desember 2016 12:03
Suami Ditahan KPK, Ini Curhat Mengharukan Inneke Koesherawati
Hari ini Selasa 27 Desember 2016, Inneke terlihat menjenguk sang suami di tahanan.

Dream - Fahmi Darmawansyah, suami Inneke Koesherawati ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap proyek pengadaan monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada Jumat 23 Desember lalu, Fami mendatangi gedung anti-rasuah itu untuk klarifikasi dan langsung ditahan. 

Hari ini Selasa 27 Desember 2016, Inneke terlihat menjenguk sang suami di tahanan. Aktris cantik berhijab ini tak mengeluarkan komentar sedikit pun. Namun dari akun Instagramnya,
Inneke berterima kasih atas dukungan teman-temannya.

 

 


Banyak komentar positif dari para follower Inneke. Salah satunya dari akun liap7116 yang berkomentar " Allah tdk akan memberikan cobaan di luar dr kemampuan" .

Akun redrikafurniture juga memberi dukungan positif " Semua ujian pasti ada jalan kluarnya sebagai pembelajaran diri.allah masih sayang sama umatnya bila masih diberi ujian hidup" .

Fahmi Darmawansyah sendiri merupakan Direktur PT Melati Technofo Indonesia. Ia diduga terlibat dalam kasus suap Rp 2 miliar terhadap pejabat Bakamla. Uang suap tersebut kabarnya diberikan melalui anak buah Fahmi pada pejabat Bakamla. (ism)  

1 dari 3 halaman

Bendahara MUI Tersangka KPK, Sekjen Angkat Bicara

Dream - Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Fahmi Darmawansyah terlibat kasus dugaan korupsi. Fahmi diduga ikut terlibat dalam proses suap petinggi Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Menanggapi keterlibatan Fahmi, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Anwar Abbas angkat bicara. Menurut Anwar, Fahmi tidak pernah aktif dalam rapat-rapat yang diselenggarakan MUI Pusat.

Dari 63 kali rapat rutin yang digelar sejak September 2015 hingga Selasa, 20 Desember 2016, Fahmi baru datang sekali.

" Itupun beliau hadirnya menjelang rapat ditutup oleh ketua umum," kata Anwar kepada Dream, Kamis, 22 Desember 2016.

Secara kelembagaan, kata Anwar, MUI Pusat mengeluarkan pernyataan sikap. Sebab, MUI Pusat masih menunggu Fahmi yang sedang berlibur bersama keluarga di Eropa.

© Dream
2 dari 3 halaman

Mundur dari MUI

Dream - MUI akan menunggu Fahmi pulang dari Eropa. Hingga kini, belum ada langkah resmi MUI terkait kasus ini. 

" MUI Pusat akan melakukan tabayyun dengan yang bersangkutan sekembalinya yang bersangkutan ke Indonesia," tulis dia.

Anwar meminta masyarakat secara jernih dan tidak menyeret-nyeret nama MUI. Berharap masyarakat tidak menghubung-hubungkan persoalan yang menimpa Fahmi dengan organisasi ulama itu.

" Bahkan kami dengar, beliau (Fahmi) tidak mau nama MUI diseret-seret dalam masalah yang hadapi. Beliau berencana membuat surat pengunduran diri," kata dia.

3 dari 3 halaman

Kronologi Kasus Dugaan Suap

Dream - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari keberadaan Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah, tersangka kasus dugaan tindak pidanakorupsi penerimaan suap terkait pengadaan alat monitoring satelit di Badan Keamanan Laut (Bakamla) pada APBD-Perubahan 2016.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, saat ini pihaknya akan menjadwalkan ulang pemanggilan Fahmi Darmawansyah terkait kasus suap tersebut. Karena, Fahmi sedang berada di luar negeri.

" Yang bersangkutan (FD) tidak datang dan dari info yang kami terima ada permintaan untuk dijadwalkan ulang, begitu saudara FD sampai di Indonesia kalau kerja sama dengan penegak hukum akan lebih baik," kata Febri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/12).

Meski di luar negeri, lanjut Febri, pihaknya sudah mengetahui keberadaan Fahmi Darmawansyah. Namun, Febri enggan memberikan detail lokasi keberadaan tersebut. " Tahu, KPK tahu pasti keberadaan FD. Sudah dihubungi dan belum bisa datang," ujar dia.

Dia juga mengatakan, jika Fahmi Darmawansyah mangkir pemanggilan KPK, pihaknya akan menjemput paksa. " Kita akan panggil ulang kalau sebagai saksi bisa dua panggilan dan berikutnya dipertimbangkan pemanggilan paksa tapi kita tahu persis FD adalah salah satu tersangka pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) minggu lalu," jelasnya.

Untuk diketahui, KPK melakukan OTT terhadap Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla merangkap Kuasa Pengguna Anggaran, Eko Susilo Hadi, dan tiga orang pegawai PT Melati Technofo Indonesia Hardy Stefanus, Muhammad Adami Okta dan Danang Sri Radityo di dua tempat berbeda di Jakarta, Rabu (14/12).

Eko diduga menerima Rp 2 miliar sebagai bagian dari Rp 15 miliar commitment fee, yaitu 7,5 persen dari total anggaran alat monitoring satelit senilai Rp 200 miliar.

KPK sendiri sudah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka. Eko Susilo Hadi ditahan di rutan Polres Jakarta Pusat, Hardy ditahan di rutan Polres Jakarta Timur, dan Muhammad Adami Okta ditahan di rutan KPK di Pomdam Guntur. (Sumber: Merdeka.com)

© Dream
Beri Komentar