3 Suporter Timnas Indonesia Diamanakan Polisi Diraja Malaysia

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 22 November 2019 19:52
3 Suporter Timnas Indonesia Diamanakan Polisi Diraja Malaysia
Diamankan karena dugaan teror bom di media sosial.

Dream - Tiga pendukung timnas Indonesia, Andreas Setiawan, Iyan Ptada Wibowo, Rifki Chorudin, yang berasal dari Bali diamankan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) karena dugaan teror bom di media sosial.

Penangkapan itu dilakukan jelang pertandingan Malaysia vs Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Selasa, 19 November 2019.

Dilaporkan , Polda Bali belum menerima laporan tiga pendukung timnas Indonesia tersbeut.

" Belum ada pemberitahuan atau laporan tentang adanya penangkapan yang dilakukan terkait dengan suporter yang ditangkap di Malaysia. Jadi sampai sekarang belum ada," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi, Jumat, 22 November 2019.

Dia mengatakan, prosedur penanganan warga negara Indonesia yang bermasalah di luar negeri merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu RI).

" Terkait warga negara itu kan urusan dari Menteri Luar negeri (dan) antar negara urusannya. Jadi, pihak kepolisian tidak bisa langsung (campur tangan). Yang namanya antar negara itu, biasanya ke departemen luar negeri kan mereka yang berhubungan," ujar dia.

1 dari 4 halaman

Diamankan di Depan Gerbang

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono menyatakan, mereka hanya dimintai keterangannya terkait dugaan mengancam keamanan negara.

" Kita (Polri) ke sana dan lakukan pemeriksaan ulang dan ternyata mereka tidak berkait terorisme dan tidak ditahan tapi masih dimintai keterangan oleh PDRM," kata Argo.

Argo mengatakan, tiga WNI itu diamankan karena menghapus aplikasi Facebook saat penggeledahan tas. " Jadi tidak ditahan, mereka dimintai keterangan, dan bukan terorisme," ucap dia.

Kepala Fungsi Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Yusron Ambary, membenarkan kabar penangkapan itu. Dilaporkan Bola.com, ketiganya dibekuk kepolisian Malaysia sebelum laga Malaysia kontra Timnas Indonesia karena melanggar Undang-Undang Prevention of Crime Act (POCA).

" Ada kasus tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh otoritas Malaysia di area Bukit Jalil. Yang bersangkutan ditangkap karena UU POCA," ujar Yusron.

Yusron menerangkan, satu dari ketiga suporter Timnas Indonesia itu diciduk saat akan masuk Stadion Bukit Jalil. Dari pengakuan satu orang tersebut, merembet ke dua orang lainnya.

" Mereka ditangkap sebelum laga Timnas Indonesia kontra Malaysia. Ada satu orang di gerbang stadion, lalu mengarah kedua orang lainnya," kata dia.

2 dari 4 halaman

Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Minta Maaf

Dream - Pendukung Tim Nasional Indonesia meminta maaf atas kerusuhan antarsuporter saat laga Indonesia dan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis, 5 September 2019.

" Meminta maaf sebesar-besarnya kepada suporter Malaysia pada umumnya dan khususnya korban kekerasan yang dilakukan sebagian suporter Timnas Indonesia," tulis Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Jumat, 6 September 2019.

Selain meminta maaf ke pendukung timnas Malaysia, pendukung timnas Indonesia juga meminta maaf ke Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Para suporter juga mengajak pemangku kepentingan sepakbola untuk membuat payung hukum bagi pendukung sepakbola. Dengan payung hukum tersebut diharapkan penanganan pendukung sepakbola dapat edukatif dan komprehensif.

Sementara itu, dilaporkan Liputan6.com, pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy menyesalkan keributan antarpendukung. McMenemy mengaku bingung dengan ulah pendukung timnas Indonesia yang melukai pertandingan.

" Suporter Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Akan tetapi, jika ada persoalan mereka bisa menjadi yang terburuk," ujar McMenemy usai laga.

" Sulit untuk membicarakan suporter karena hal tersebut bukan sesuatu yang bisa saya kendalikan. Namun saya tidak bisa menjadikan itu alasan untuk kekalahan ini karena kedua tim terganggu dengan sikap suporter," kata dia.

3 dari 4 halaman

Kontroversi Pendukung Timnas Indonesia Disorot Media Asing

Dream - Indonesia berhadapan dengan Malaysia di kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Indonesia takluk atas Malaysia di pertandingan perdana di grup G ini dengan skor 2-3.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Malaysia membalikkan keadaan. Sempat tertinggal 2-1, Malaysia berhasil menang dramatis di akhir babak kedua.

Tetapi, ada catatan lain dalam pertandingan tersebut. Foxsportasia, menyoroti koreografi di tribun penonton. Tulisan kasar `F word` yang ditujukan ke suporter Malaysia diduga memancing keributan.

Keributan antarsuporter itu memaksa wasit menghentikan pertandingan saat skor masih 2-2. Laga kembali berjalan setelah lima hingga tujuh menit dihentikan.

Di sisa laga itulah Mohammadou Sumareh berhasil mencetak gol kemenangan Malaysia.

 Tifo timnas Indonesia memicu amarah (Foto: Foxsport Asia)Tifo timnas Indonesia memicu amarah (Foto: Foxsport Asia) © Foxsport Asia

Tifo timnas Indonesia memicu kontroversi (Foto: Foxsport Asia)

4 dari 4 halaman

Suporter Timnas Malaysia Dievakuasi

Dilaporkan Liputan6.com, usai laga, keributan kembali terjadi. Suporter timnas Malaysia terpaksa dievakuasi dari tribun barat SUGBK. Kondisi ini karena hingga pukul 22.30 WIB, pendukung timnas Malaysia belum bisa keluar dari stadion.

Pendukung timnas Malaysia turut menjadi korban perilaku negatif suporter Timnas Indonesia di tribune barat SUGBK. Mereka dilempari botol hingga smoke bomb atau bom asap sehingga harus dievakuasi ke lorong pemain SUGBK.

Di dalam kerumunan suporter Timnas Malaysia, terlihat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman berdiri di tengah-tengah mereka. Menteri berusia 26 itu turut dievakuasi bersama Ultras Malaya.

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'