Pejudo Indonesia Tolak Lepas Hijab, Menpora: Keren!

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 9 Oktober 2018 17:29
Pejudo Indonesia Tolak Lepas Hijab, Menpora: Keren!
Imam Nahrawi bertemu dengan Miftahul Jannah setelah atlet asal Aceh itu dilarang tampil.

Dream - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memuji keputusan pejudo Indonesia, Miftahun Jannah, yang tetap mempertahankan hijab hingga didiskualifikasi dalam ajang Asian Para Games 2018.

"Keren," kata Imam dalam video yang diunggah ke akun Instagram, @nahrawi_imam, diakses Selasa, 9 Oktober 2018. Imam Nahrawi bertemu dengan Miftahul Jannah setelah atlet asal Aceh itu dilarang tampil.

Miftahul Jannah didiskualifikasi sesaat menjelang pertandingan kelas 52 kilogram melawan pejudo asal Mongolia, Gantulga Oyun, pada Senin 9 Oktober 2018. Namun dia menolak melepas hijab sehingga tak diperbolehkan bertanding.

Miftah mengatakan, keputusan itu memang melanggar regulasi yang ditetapkan Federasi Judo Internasional. Tapi, dia puas karena memegang prinsip yang dianutnya.

"Regulasinya seperti itu, tapi prinsip Miftah pun, harus tetap Miftah jalanin," ujar Miftah.

 
 
 
View this post on Instagram

9.10.2018 . Mempertahankan prinsip patut kita hormati tapi peraturan tetap harus ditegakkan. Inilah pesan langsung dari Miftahul Jannah saat kami bertemu semalam. . National Paralympics Commitee (NPC) Indonesia sudah meminta maaf atas insiden tersebut. Atlet Blind Judo asal Aceh ini juga memberi semangat khusus untuk semua atlet #AsianParaGames2018 yang berlaga agar terus semangat meraih prestasi. -IN . #ParaInspirasi #AyoIndonesia

A post shared by Imam Nahrawi (@nahrawi_imam) on

Meski gagal berlaga, Miftah akan mendukung teman-temannya sesama atlet. Dia juga meminta masyarakat untuk mendukung perjuangan atlet para games 2018.

"Buatlah teman-teman jadilah kebanggaan raihlah medali sebanyak-banyaknya," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Pejudo Indonesia Didiskualifikasi karena Pakai Hijab

Dream - Atlet judo putri Indonesia, Miftahul Jannah yang berlaga di Asian Para Games 2018 didiskualifikasi wasit karena menolak melepas jilbab.

Rencananya, Miftahul akan turun di kelas judo blind 52 kilogram melawan atlet Mongolia, Gantulga Oyun di JIEXPO Kemayoran, Senin, 8 Oktober 2018.

Larangan wasit itu berdasarkan aturan yang berlaku. Aturan itu mengatur keselamatan yang mengharuskan setiap atlet judo bertanding tanpa penutup kepala.

" Dia sudah memasuki arena pertandingan dan sudah siap bertanding, namun dilarang wasit karena enggan melepas hijabnya. Akhirnya, dia memilih mundur," kata penanggung jawab tim Para Judo Indonesia, Ahmad Bahar, dikutip dari Liputan6.com, Senin, 8 Oktober 2018.

Ahmad mengatakan, dulu pernah ada atlet yang menggunakan hijab. Tetapi, kini aturan pertandingan telah diubah.

" Alasanya takut ketika main bawah hijabnya menutupi mata sehingga bahaya. Hijab juga bisa dimanfaatkan lawan untuk menarik yang membuat bisa tercekik lehernya," ucap dia.

Ahmad mengatakan, sebetulnya ingin mengajukan protes. Tetapi, urung dilakukan.

" Kami sebenarnya ingin protes. Akan tetapi, namanya peraturan mau bagaimana lagi. Itu sudah kami lakukan sejak technical meeting, tetapi itu sudah aturan," ucap dia.

Lebih lanjut Ahmad, mengaku mundurnya Miftahul Jannah tentu saja merugikan tim Indonesia di Asian Para Games 2018.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair