Terinfeksi Corona, Binaragawan China Tewas Sebelum Kompetisi

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 13 Februari 2020 12:12
Terinfeksi Corona, Binaragawan China Tewas Sebelum Kompetisi
Ia bahkan tak pernah sakit sebelumnya...

Dream - Seorang binaragawan berusia 72 tahun asal Wuhan, China, meninggal dunia akibat virus Corona. Binaragawan bernama Qiu Jun itu mengembuskan napas terakhir pada Kamis 6 Februari 2020.

Dilansir World Of Buzz, kabar kepergian Qiu Jun ini cukup mengejutkan banyak orang. Sebab, dia dikenal selalu menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga, sangat aktif dan bugar.

Pada 18 Januari 2020, saat virus Corona mulai menyebar dengan cepat di Wuhan, Qiu meminta murid-muridnya tak lagi berlatih dan datang ke gym sampai suasana membaik.

1 dari 5 halaman

Tetap Berlatih di Gym

Alih-alih melakukan hal yang sama, Qiu malah tetap datang ke gym untuk mempersiapkan fisiknya jelang mengikuti kompetisi.

 Qiu© dream.co.id

Ya, Qiu seharusnya mengabil bagian dalam kontes binaraga pada bulan Juni mendatang. Pada tahun lalu, ia berhasil menyabet juara ke dua dalam kategori lansia.

 Qiu© dream.co.id

Qiu memiliki impian agar bisa terus berkompetisi hingga berusia 80 tahun.

2 dari 5 halaman

Mulai Demam

Pada tanggal 23 Januari 2020 Wuhan terisolir, ia pun tidak lagi bisa pergi ke gym.

Beberapa hari kemudian dirinya mulai merasakan gejala demam. Qiu juga mulai tak napsu makan.

Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit, dimana dokter mendiagnosis dirinya menderita infeksi paru-paru.

Memasuki bulan Februari keadaanya makin memburuk. Qiu pun dikarantina pada 2 Februari setelah dites positive terinfeksi Corona.

Empat hari setelahnya, Qiu Jun menyerah pada penyakitnya dan meninggal dunia.

" Ayah kami yang tidak pernah jatuh sakit tidak dapat melarikan diri dari kemalangan ini," ucap sang anak.

3 dari 5 halaman

Pilu! Nenek, Suami Istri, 2 Bibi dan 3 Keponakan Terpapar Virus Corona

Dream - Penularan virus corona di China menyebar dengan sangat cepat. Awal kemunculan virus yang bermutasi menjadi 2019-nCoV ini memang mencemaskan karena merebak di tengah perayaan Tahun Baru China, Imlek.

Sama seperti lebaran, momen pergantian tahun tersebut dirayakan masyarakat Tiongkok dengan berkumpul bersama keluarga. Jutaan orang China mudik ke kampung halaman untuk bertemu sanak keluarga. 

Kondisi ini membuat penyebaran virus corona sangat masif. Saking kuatnya infeksi, virus yang diduga menyebar pertama di Wuhan, provinsi Hubei China ini bisa menular ke satu keluarga sekaligus.

Cerita menyeramkan sekaligus memprihatinkan ini dialmai sebuah keluarga di Hong Kong yang positif terinfeksi virus corona Wuhan (2019-nCoV). Virus corona menyerang 9 orang anggota keluarga tersebut  usai menghabiskan waktu berkumpul keluarga dengan menyantap hidangan hotpot.

Kepastian kondisi sembilan orang ini dikeluarkan otoritas setempat pada Minggu, 9 Februari 2020.

Dilaporkan Channel News Asia, seorang anggota keluarga berusia 24 tahun dan nenek, 91 tahun, dikonfirmasi mengidap virus tersebut. Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong mengatakan, selain dua orang tersebut, ayah dan ibu dari lelaki tersebut, dua orang bibi, dan tiga keponakannya juga terinfeksi virus tersebut.

Otoritas resmi mengatakan, para pejabat mengatakan keluarga itu merupakan bagian dari pertemuan selama liburan Tahun Baru Imlek di akhir Januari 2020. Pertemuan ini dilakukan bersama 19 orang lain.

Virus corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan di China, Desember 2019. Hingga saat ini, ada 40.561 orang yang terinfeksi virus ini.

Sementara itu, kematian akibat virus ini mencapai 910 orang. Sejumlah negara masih terus mengawasi beredarnya wabah virus corona ini.

4 dari 5 halaman

Korban Meninggal Virus Corona Lampaui SARS

Dream - Kematian akibat virus corona Wuhan (2019-nCoV) terus bertambah. Data pada 10 Februari 2020 pukul 11.43 WIB, kematian akibat virus corona mencapai 910.

Kematian tertinggi didominiasi terjadi di daratan China. Di asal pusat wabah, Provinsi Hubei, tercatat 871 orang meninggal dunia.

Selain China, penderita virus corona Wuhan yang meninggal berada di Hong Kong, 1 orang, dan Filipina, 1 orang.

Berdasarkan catatan, angka kematian ini melebihi angka wabah sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003. Catatan CNN, menyebut, sebanyak 774 orang meninggal dunia karena SARS.

Saat ini, wabah virus corona Wuhan dilaporkan menginfeksi 40.536 orang. China menempati posisi tertinggi penderita.

Lima negara di bawah China, diantaranya, Singapura dengan 43 penderita, Hong Kong dengan 36 penderita, Thailand dengan 32 penderita, dan Korea Selatan dengan 27 penderita, serta Jepang dengan 26 penderita.

Meski membunuh ratusan jiwa, data Johns Hopkins University Centre for Systems Sains of Engineering (JHU-CSSE) melaporkan 3.350 orang telah pulih.

5 dari 5 halaman

Kondisi Mengerikan di Pusat Observasi Virus Corona Wuhan

Dream - China terus berupaya menangani penyebaran wabah virus corona Wuhan yang bermutasi menjadi 2019-nCoV. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat pusat observasi agar pengidap endemi ini tak menyebar.

China membangun rumah sakit baru dan mengubah fasilitas umum untuk menjadi pusat perawatan untuk pasien dalam jumlah besar.

Dilaporkan World of Buzz, salah satu fasilitas umum yang dijadikan pusat observasi yaitu Wuhan International Convention and Exhibition Centre. Tempat pameran ini disebut mampu menampung 1.600 tempat tidur untuk para pasien.

Fasilitas ini digunakan untuk mengobati mereka yang memiliki gejala ringan.

Otoritas China rencananya akan mengubah lokasi semacam ini sebagai `rumah sakit darurat`.

Meski begitu, pasien yang telah dipindahkan dari rumah sakit ke `rumah sakit darurat` ini berada dalam kondisi menyedihkan. Tidak ada dokter atau perawat yang ditugaskan ke rumah sakit dadakan untuk memberikan obat-obatan selain kekurangan peralatan oksigen.

Sarapan disajikan dalam porsi yang sangat kecil sementara 1.000 orang harus berbagi satu toilet yang belum dibersihkan. Selain itu, pasien dapat didengar batuk satu demi satu, sehingga lebih sulit bagi mereka akan sulit pulih dari penyakit mereka.

 

 

Beri Komentar
Silahturahmi Online Bersama Keluarga Widi Mulia