Cerita Aprilia Manganang Dikucilkan Teman-temannya

Reporter : Nur Ulfa
Rabu, 5 September 2018 16:15
Cerita Aprilia Manganang Dikucilkan Teman-temannya
Aprilia Manganang lahir dari keluarga pas-pasan. Ibunya pembantu, sang ayah hanya pekerja koperasi desa.

Dream - Aprilia Manganang semakin tenar. Penampilan ciamik bersama timnas bola voli putri di ajang Asian Games 2018 membetot perhatian masyarakat. Smash keras kerap membuat nyali lawan ciut.

Tapi tahukah kalian, pprestasi yang dicapainya saat ini diraih melalui jalan terjal. Dahulu, kehidupannya sangatlah susah. Ibunya bekerja sebagai pembantu. Sang ayah hanyalah pekerja Koperasi Unit Desa.

" Keluarga aku latar belakang kurang mampu. Mama cuma pembantu rumah tangga, papa kerja di KUD. Gajinya Rp300 ribu sampai Rp400 ribu lah," kata Aprilia dalam program televisi Rumpi.

Kondisi ini membuat Aprilia sudah mulai mencari uang sejak SD. Jualan pisang goreng hingga mencari kayu bakar.

" Dari SD sudah jualan pisang goreng, aku kan tinnggal di pedalaman jadi aku juga cari kayu bakar. Dari didikan orang tua harus hidup mandiri," katanya.

1 dari 2 halaman

Dikucilkan

Karena terlahir dalam keluarga yang tidak mampu, Aprilia kerap dikucilkan oleh teman-temnnya. Saat ada teman ulang tahun dia bahkan jarang diundang karena dianggap tak akan bisa memeberikan hadiah.

" Iya mungkin karena lihat latar belakang keluarga aku. Kalau dulu kan kita ulang tahun identik dengan kado, jadi setiap ulang tahun itu harus bawa kado," papar Aprilia.

Namun setelah sukses sebagai atlet voli, teman-temannya yang dahulu mengucilkan kembali mendekatinya. Banyak di antara mereka bahkan berkunjung ke rumahnya.

" Iya kemarin banyak yang datag ke rumah, padahal sebelum-sebelumnya jarang," imbuh Aprilia.

2 dari 2 halaman

Lihat Videonya di Sini

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian