Orang Terkaya Indonesia Beli Klub Sepak Bola Italia

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Oktober 2019 13:02
Orang Terkaya Indonesia Beli Klub Sepak Bola Italia
Siapakah gerangan yang membelinya?

Dream – Satu lagi orang terkaya Indonesia menjadi pemilik klub sepakbola di luar negeri.  SENT Entertainment, sebuah perusahaan yang sahamnya dimiliki Robert Wijaya Suwanto dan Robert Budi Hartono mengakuisisi Como 1907 Football Club, klub sepak bola di Italia.

Dikutip dari Corrieredicomo, Jumat 18 Oktober, 2019, langkah akuisisi yang dibuat SENT Entertainment dilakukan untuk mengembangkan konten menarik tentang Como 1907.

“ Como memiliki masa lalu, tradisi, dan sejarah yang unik. Pertunjukan dan dukungan yang dibawanya merupakan sesuatu yang istimewa bagi kami,” kata Managing Director SENT, Michael Gandler.

Sekadar informasi, SENT Entertainment berbisnis di bidang media dan hiburan. Sementara Robert Budi Hartono diketahui sebagai orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Selain pemilik perusahaan rokok Djarum, Robert Budi Hartono juga menjadi pemegang saham mayoritas bank swasta terbesar, BCA.

Mengutip laporan Forbes, Robert Budi Hartono berstatus sebagai orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Sementara data Bloomberg Billionaire Index melaporkan kekayaan Budi Hartono mencapai US$15,3 miliar (Rp216,28 triliun).

1 dari 3 halaman

Pengusaha Indonesia Borong Saham Klub Liga Inggris

Dream – Pengusaha Indonesia semakin tertark untuk membeli saham klub-klub sepak bola luar negeri. Setelah Erick Thohir di Intermilan, kini Santini Group yang membeli saham klub Inggris, Tranmere Rovers.

Melalui laman resmi klub, Chairman Tranmere Rovers, Mark Palios, mengumumkan pembelian saham oleh Santini Group. Klub yang berlaga di divisi tiga itu menerbitkan saham baru untuk investor eksternal.

“ Mereka akan menjadi pemegang saham minoritas di klub,” kata Mark Palios, dikutip dari akun resmi Tranmere Rovers, Rabu 4 September 2019.

 

 

Santini Group dijalankan oleh keluarga Wanandi, yaitu Wandi, Lukito, dan Paulus Wanandi. Grup ini menanamkan modalnya di produksi otomotif, pembangunan real estate, jasa keuangan, dan infrastruktur. Perusahaan ini juga memiliki sebagian saham pabrik baterai mobil listrik di Brisbane, Australia.

“ Saya dan Nicola menghabiskan waktu untuk bersama mereka di Wirral dan Indonesia untuk saling memahami. Yang paling penting, untuk memastikan bahwa investor paham tentang klub (Tranmere Rovers),” tambah Mark Palios.

2 dari 3 halaman

Investasi untuk Pengadaan WiFi Stadion?

Palios mengatakan, suntikan dana Santini akan membuat klub sepak bola ini semakin “ lincah” mengarungi League One atau kasta ke tiga Liga Inggris ini. Dana segar itu akan membuat mereka menjalankan sederet proyek, seperti mengurangi utang klub, meningkatkan anggaran pertandingan, dan pengadaan WiFi di stadion.

“ Singkatnya, suntikan dana ini akan membuat kami percaya diri. Kami akan stabil serta aset dasar dan sumber keuangan akan terus tumbuh,” kata dia.

Palios menyebut Santini juga akan membantu klub yang berdiri sejak 1884 itu untuk mengembangkan pasar internasional, termasuk Asia. Plus, memberikan nilai ekstra untuk memperkuat posisi klub sebagai “ More Than Just A Football Club,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Masuk Jajaran Direksi?

Nantinya, tambah Mark Palios, Lukito akan ditempatkan di jajaran direksi perusahaan. Lalu, Nicola Palios dan Mark akan memimpin operasional klub bersama Managing Director Tranmere Rovers, Dawn Tolcher, dan tim manajemen senior lainnya.

Palios juga berterima kasih kepada pebisnis Indonesia, Simon Nainggolan, yang telah memperkenalkan dirinya kepada Santini. “ Simon akan menjadi pengunjung rutin Prenton Park seperti dia menjembatani klub dengan bisnis internasional,” kata dia. 

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik