Muazin yang Juga Binaraga di Israel Dipecat, Gara-gara...

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Februari 2019 08:01
Muazin yang Juga Binaraga di Israel Dipecat, Gara-gara...
Ibrahim A Masri menekuni olahraga binaraga di luar pekerjaannya sebagai muazin.

Dream - Ibrahim Al Masri, 46 tahun, kehilangan pekerjaan sebagai muazin di Masjid Al Jazzar di Kota Acre, Israel. Ini lantaran foto yang memperlihatkan tubuh atletisnya tersebar di media sosial.

Dikutip dari Haaretz, foto memperlihatkan tubuh kekar Masri itu diambil sebagai syarat mengikuti kejuaraan binaraga pada 2017. Pejabat kota setempat memecat Masri sebagai muazin setelah melihat foto sang muazin tengah berlatih angkat beban.

Tidak terima dipecat, Masri melayangkan banding ke pengadilan. Dia meyakini profesinya sebagai binaraga tidak bisa dijadikan alasan untuk memecatnya.

" Saya tidak pernah membayangkan ini (pemecatan) ini terjadi. Karena saya tahu Israel adalah negara demokratis, dan jika seseorang melakukan kesalahan, dia boleh memperbaikinya," kata Masri.

" Tetapi memperbaiki kesalahan dengan kesalahan? Ini tidak benar," lanjut dia.

 

1 dari 2 halaman

Kritik Cara Berpikir Pemerintah

Sekitar 20 persen dari total populasi Israel adalah etnis Arab. Masjid dan tempat ibadah agama lain non-Yahudi dikelola oleh pemerintah lokal dan dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri.

Juru bicara kementerian dalam negeri menyatakan pemecatan Masri sudah sesuai aturan yang berlaku. Tetapi, dia menolak memberikan keterangan lebih terkait kasus ini. Demikian halnya dengan para pengelola Masjid Al Jazzar.

Masri menuding keputusan memecatnya diambil berdasarkan penilaian seorang pejabat yang menyatakan, kejuaraan binaraga tidak layak diikuti oleh mereka yang bekerja di bidang keagamaan.

" Ketika mereka mengambil keputusan, mereka selalu terlihat seragam. Mereka tidak melihat siapa orang di baliknya," kata Masri.

 

2 dari 2 halaman

'Pahlawan' Acre

Azan yang dikumandangkan Masri selalu dirindukan oleh para Muslim Acre. Sosok Masri sudah dianggap sebagai pahlawan oleh masyarakat sekitar.

" Masyarakat Acre menyayangi dia. Dia adalah muazin kami, dengan suara indah, dan orang yang dermawan," ujar mantan anggota dewan kota Acre, Refaat Sha-aban.

" Dia adalah contoh bagi anak muda di kota kami, dan di negara Israel tentunya," lanjut dia. (ism)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya