Mantan Pemain Timnas Budi Sudarsono Jualan Sepatu Bekas?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 September 2019 17:48
Mantan Pemain Timnas Budi Sudarsono Jualan Sepatu Bekas?
Budi disebut alih profesi, ramai jadi obrolan netizen.

Dream - Pecinta sepak bola nasional pasti masih ingat dengan Budi Sudarsono. Selama merumput, pesepak bola kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini dikenal dengan gocekan ciamik. Bola seolah lengket dengan kakinya.

Kini, nama Budi Sudarsono kembali jadi perbincangan. Bukan soal aksi memukau di lapangan hijau, melainkan karena foto yang beredar di media sosial.

Dalam foto tersebut, pria yang sudah gantung sepatu sebagai pemain itu terlihat duduk di atas terpal, di antara sepatu bekas yang berserak.

Karena foto inilah pria berjuluk Si Piton tersebut diduga tengah berjualan sepatu bekas.

1 dari 5 halaman

Ini yang Sebenarnya

Dikutip dari Indosport, Budi mengaku bahwa pria dalam foto itu adalah dirinya. Tetapi, dia membantah tengah menjalani profesi sebagai penjual sepatu bekas.

Menurut dia, saat itu sedang meramaikan suasana belanja di sebuah pasar di Batam. Budi tidak sedang berdagang.

" Itu saya lagi beli. Di IG saya, saya taruh kan itu, sepuluh ribu, sepuluh ribu, sepuluh ribu, yang mau, yang mau," ujar Budi.

Budi mengatakan foto itu diambil saat dia sedang berbelanja di sebuah pasar. " Itu kan saya lagi milih-milih sepatu, di Batam," kata dia.

Eks pemain yang pernah merumput bersama Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta itu kini memang berdomisili di Batam. Dia kini menjabat sebagai pelatih kepala di PS Batam.

2 dari 5 halaman

Dikirim Allianz Berlatih di Jerman, Pesepakbola Belia RI: Terpilih Karena Allah

Dream - Allianz Indonesia kembali menggelar Allianz Explorer Camp Football Edition untuk remaja usia 14 hingga 16 tahun di Munich, Jerman. Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan, kegiatan ini sudah diselenggarakan selama delapan tahun.

Karin mengatakan, kegiatan tersebut akan diisi dengan berlatih sepak bola. Latihan tersebut juga akan dihadiri langsung para pemain top FC Bayern Munchen.

" Tahun lalu itu latihan saja, dari pagi sampai sore. Tapi sekarang ada kegiatan lain ada," ujar Karin di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Kegiatan Allianz Explorer Camp di Munich ini akan berlangsung dari 22 hingga 27 Agustus 2019 dan akan diikuti oleh 70 anak dari 23 negara. Indonesia mengirimkan dua remaja yakni Adinda Dwi Citra dan Fariz Fadilla Lubis.

Selain memberangkatkan talenta Indonesia ke Munich, Allianz juga menggelar pemusatan latihan yang sama di Singapura pada 23-26 Juli 2019 mendatang. Untuk pemusatan latihan di Singapura, ada enam remaja Indonesia yang terpilih.

Kegiatan Allianz Explorer Camp di Singapura memiliki materi yang sama dengan dengan pelatihan di Munich.

" Untuk di Singapura itu akan diikuti oleh delapan negara di Asia," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Bangga Jadi Peserta

 Allianz memberangkatkan Fariz berlatih sepakbola di Singapura dan Jerman (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Allianz memberangkatkan Fariz berlatih sepakbola di Singapura dan Jerman (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Sebelum memilih delapan anak bertalenta itu, Allianz Indonesia terbelah dahulu menyeleksi fisik dan kemampuan bermain bola para remaja ini. Total ada dua ribu orang yang mendaftar tahun ini.

 

4 dari 5 halaman

Terpilih Karena Allah

Salah satu remaja yang berangkat ke Munich, Fariz mengaku bangga bisa terpilih untuk mengikuti Allianz Explorer Camp ini.

" Awal pas diumumkan deg-degan dan Alhamdulillah aku kepilih ke Jerman. Di situ ada orang tua yang tonton bisa banggakan. Kepilih juga karena Allah," ujar Fariz saat berbincang dengan Dream.

Remaja berusia 15 tahun ini mengaku, ada dua tahap seleksi yang dilakukan selama dua hari yakni hari pertama bermain tim tujuh lawan tujuh. Dan di hadiri ke dua itu seleksi kemampuan individu.

Fariz yang juga tengah sekolah bola di Valencia Soccer Academy, Spanyol ini mengaku bercita-cita ingin berkarir di sepak bola Eropa.

" Mungkin nanti akan cari klub Jerman, Belanda, Inggris," kata dia.

5 dari 5 halaman

Lalu Muhammad Zohri Jadi Manusia Tercepat di ASEAN

Dream - Pelari Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, merah hasil istimewa di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar. Pelari asal Lombok Utara, NTB, itu meraih medali perak di lintasan 100 meter.

Meski meraih perak, Zohri membukukan catatan istimewa. Dia mengalahkan rekor pelari tercepat Asia Tenggara, Suryo Agung, yang dicatatkan di SEA Games 2019.

Terpaut 0,04 detik, Zohri menjadi memecahkan rekor Suryo Agung. Saat meraih perak catatan waktu Zohri 10,13 detik. Sementara itu, Suryo membukukan waktu 10,17 detik.

Dilaporkan bola.com/ragam/read/3947804/reaksi-lalu-zohri-setelah-rebut-perak-di-kejuaraan-atletik-asia-dan-pecahkan-rekor-suryo-agung?related=dable&utm_expid=.lUwk-WBrSZ-xwU5isVLIHA.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F" >Bola.com, dalam kejuaraan atletik di Doha itu, medali emas diraih pelari cepat Jepang, Yoshihide Kiryu, dengan waktu 10,10 detik. Sementara medali perunggu diraih pelari China, Zhiqiang Wu, dengan catatan waktu 10,18 detik.

Zohri mengatakan, sempat memimpin hingga 10 menit terakhir, dia sempat melambat karena hilang konsentrasi.

" Iya saya sempat hilang konsentrasi, memikirkan saingan-saingan saya," kata Zohri.

[crosslink_1]

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone