Sosok Ryan Santoso, Pemain Liga NFL Berdarah Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 5 Desember 2019 09:00
Sosok Ryan Santoso, Pemain Liga NFL Berdarah Indonesia
Dia sebelumnya bermain untuk klub kampus.

Dream - Kompetisi American Football NFL akan menyedot perhatian bagi warga Indonesia. Di perhelatan tersebut, ada sosok pemain keturunan Indonesia, Ryan Santoso.

Ryan yang berwargakenegaraan Amerika Serikat (AS) lahir dari ayah Riyanto Santoso dan ibu berpaspor AS, Lori.

 
 
 
View this post on Instagram

Blessed with the best!

A post shared by Ryan Santoso (@ryan_santoso_18) on

Ryan direkrut klub NFL, Tennessee Titans, 27 November 2019. Dia sebelumnya bermain untuk klub American Football, Minnesota University.

Dilaporkan Liputan6.com, Ryan berposisi sebagai kicker atau punter. Dengan posisi itu Ryan dipercaya bermain saat laga melawan Indianapolis Colts di Lucas Oil.

 
 
 
View this post on Instagram

There is peace playing for an Audience of One! #AO1 ??

A post shared by Ryan Santoso (@ryan_santoso_18) on

Laga debut itu tercatat manis. Timnya meraih kemenangan 31-17. Dia juga berhasil mendapatkan touchback sebanyak lima kali.

1 dari 4 halaman

Penjelasan Kemenpora Soal Isu Atlet Senam Dipulangkan karena Tes Keperawanan

Dream - Atlet senam lantai SEA Games 2019, Shalfa Avrila Siani menghebohkan jagad media sosial. Kabar yang beredar, Shalfa dipulangkan karena tidak perawan.

Keluarga Shalfa terkejut atas tuduhan ini. Sebab, saat pemeriksaan di rumah sakit, Shalfa terbukti masih perawan.

Dilaporkan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewabroto sudah mengonfirmasi ke Persatuan Senam Indonesia (Persani).

" Kami baru dapat info kehebohan soal berita pemulangan atlet senam SEA Games 2019 secara paksa oleh pelatih Persani. Kami langsung call Bu Ita dari Persani," kata Gatot, diakses dari Liputan6.com, Jumat, 29 Oktober 2019.

Gatot mengatakan, tidak betul pemulangan paksa Avrila oleh pelatih Persani dikarenakan masalah keperawanan. Indra, pelatih senam di Jawa Timur, menyebut, atlet tersebut tidak disiplin dan kurang fokus.

" Dan berdampak prestasi menurun, sehingga diputuskan pelatihnya tidak disertakan di SEA Games 2019. Dan digantikan oleh atlet lain yang peringkatnya jauh lebih tinggi," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Cabor Tak Boleh Sewenang-wenang Pulangkan Atlet

Kemenpora mengatakan, cukup prihatin dengan berita pemulangan atlet dengan tuduhan tidak perawan.

" Kemenpora tentu cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Kami sudah langsung komunikasi dengan Persani. Yang benar, katanya terkait dengan masalah kondisi prestasinya, jadi tidak ada hubungannya dengan masalah, mohon maaf, cek keperawanan," ujar Gatot.

" Sesuai dengan Perpres 95 Tahun 2017, hak promosi dan degradasi atlet memang ada di cabor, bukan di Kemenpora maupun KONI," ucap dia.

Di sisi lain, Kemenpora memastikan akan bertindak tegas dengan cabor yang memulangkan atlet dengan sewenang-wenang. " Karena ini selain masalah privasi dan kehormatan seseorang, juga itu tidak ada hubungannya dengan soal prestasi," ujar dia.

Gatot mengingatkan kepada seluruh cabang olahraga untuk tidak menimbulkan kehebohan sekecil apa pun. Sebab, berita itu akan berdampak luas pada konsentrasi kontingen Indonesia secara keseluruhan.

" Lebih baik berkonsultasi langsung pada pimpinan induk cabor ataupun KONI dan jika tidak dapat terselesaikan langsung ke Kemenpora, agar isu-isu sensitif seperti itu bisa segera dimitigasi secepatnya," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Defri Saefullah

3 dari 4 halaman

Viral Pil Bisa Kembalikan Keperawanan, Mitos atau Fakta?

Dream - Belakangan ini banyak beredar pil yang diklaim bisa mengembalikan keperawanan seorang wanita. Beberapa obat bekerja dengan cara merangsang kerapatan dinding vagina. Ada pula yang dirancang mampu mengeluarkan 'darah' di malam pertama.

Namun pil atau ramuan herbal yang beredar tersebut belum teruji kebenarannya secara klinis.

Ahli kebidanan dan kandungan dr. Ni Komang Yeni Dhanasari, SpOG zdari Bamed Women`s Clinic, menegaskan tidak ada pil atau obat herbal yang dapat mengembalikan keperawanan.

“ Kapsul maupun jamu dan obat-obatan lainnya tidak bisa mengembalikan keperawanan, namun mungkin yang dimaksud perawan kembali adalah karena bisa mengecangkan otot-otot vagina,” ujar Yeni di Jakarta, Rabu 27 November 2019.

Yeni sama sekali tak merekomendasikan masyarakat untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut. Alasannya, obat yang belum teruji secara klinis bisa menimbulkan bahaya fatal. Bahkan sebagian besar obat tersebut berisiko memicu kanker serviks.

4 dari 4 halaman

Salah Arti

Obat tersebut muncul lantaran masih banyak orang yang mengasumsikan keperawanan dengan vagina yang rapat dan berdarah di malam pertama.

Padahal, dinding vagina mampu meregang hingga diameter kepala bayi (10 sentimeter) dan merapat kembali usai mengalami kontraksi. Darah juga tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur keperawanan karena setiap perempuan memiliki selaput dara yang berbeda-beda.

" Selaput dara ada yang tebal, tipis, elastis dan non elastis. Maka dari itu ada yang berdarah dan juga ada yang tidak berdarah saat melakukan hubungan seksual pertama kali. Di kasus tertentu, ada juga yang tidak berlubang sama sekali di bagian hymen," jelasnya.

Beberapa orang menyebut selaput dara bisa sobek tidak hanya karena penetrasi seksual saja, namun karena melakukan aktivitas fisik berat seperti bersepeda dan menunggang kuda.

" Memang yang seperti itu meningkatkan risiko cidera di bagian otot panggul dan vagina, tapi hymen tidak semudah itu rusak," tegasnya.

(Laporan: Michelle Rachel Evangelista Maramis)

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak