Hakan Sukur, Legenda Sepak Bola Turki Bertahan Hidup Jadi Sopir Taksi Online

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 14 Januari 2020 16:12
Hakan Sukur, Legenda Sepak Bola Turki Bertahan Hidup Jadi Sopir Taksi Online
Hakan diasingkan karena berselisih dengan Erdogan.

Dream - Kehidupan Hakan Sukur, mantan pesepakbola yang pernah bermain untuk Inter Milan, Torino, dan Galatasaray, berubah total. Pensiun dari dunia sepak bola, pria yang pernah dijuluki Banteng Bosporus karena skil sundulannya itu beralih profesi menjadi sopir taksi online.

Hakan mencetak sembilan gol di penampilannya di Seria Italia sejak 2000 hingga 2002. Dia juga membawa Turki menuju peringkat tiga di Piala Dunia 2002.

Hidupnya berubah secara drastis usai pensiun. Dilaporkan Football-Italia, dia memasuki politik dan terpilih di parlemen.

Tapi, pada 2011, dia berselisih dengan Presiden Turki, Recep Erdogan.

Hakan, dan beberapa orang lain, dituduh berpartisipasi dalam kudeta yang gagal. Tuduhan inilah yang mendorongnya ke pengasingan.

 

1 dari 6 halaman

Jadi Musuh Pemerintah

" Saya tidak punya apa-apa lagi. Erdogan mengambil segalanya: hak untuk kebebasan, kebebasan berekspresi dan hak untuk bekerja," kata Hakan, kepada surat kabar Jerman, Welt am Sonntag.

“ Saya mungkin menjadi musuh pemerintah ini, tetapi bukan negara atau bangsa Turki. Saya mencintai negara saya."

Setelah berpisah dengan Erdogan, Hakan mengaku mulai banyak menerima ancaman. Toko yang dikelola istri juga diserang. " Anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara dan semua aset saya disita," ujar dia.

Hakan akhirnya memilih hengkang dari Turki dan menetap di Amerika Serikat. Di negeri harapan itu, pria yang kini berusia 48 tahun mengawali hidup barunya dengan mengelola sebuah kafe di California.

" Tetapi orang-orang aneh terus datang ke bar. Sekarang saya mengemudi untuk Uber dan saya menjual buku," kata dia.

2 dari 6 halaman

Mantan Pemain Timnas Budi Sudarsono Jualan Sepatu Bekas?

Dream - Pecinta sepak bola nasional pasti masih ingat dengan Budi Sudarsono. Selama merumput, pesepak bola kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini dikenal dengan gocekan ciamik. Bola seolah lengket dengan kakinya.

Kini, nama Budi Sudarsono kembali jadi perbincangan. Bukan soal aksi memukau di lapangan hijau, melainkan karena foto yang beredar di media sosial.

Dalam foto tersebut, pria yang sudah gantung sepatu sebagai pemain itu terlihat duduk di atas terpal, di antara sepatu bekas yang berserak.

Karena foto inilah pria berjuluk Si Piton tersebut diduga tengah berjualan sepatu bekas.

3 dari 6 halaman

Ini yang Sebenarnya

Dikutip dari Indosport, Budi mengaku bahwa pria dalam foto itu adalah dirinya. Tetapi, dia membantah tengah menjalani profesi sebagai penjual sepatu bekas.

Menurut dia, saat itu sedang meramaikan suasana belanja di sebuah pasar di Batam. Budi tidak sedang berdagang.

" Itu saya lagi beli. Di IG saya, saya taruh kan itu, sepuluh ribu, sepuluh ribu, sepuluh ribu, yang mau, yang mau," ujar Budi.

Budi mengatakan foto itu diambil saat dia sedang berbelanja di sebuah pasar. " Itu kan saya lagi milih-milih sepatu, di Batam," kata dia.

Eks pemain yang pernah merumput bersama Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta itu kini memang berdomisili di Batam. Dia kini menjabat sebagai pelatih kepala di PS Batam.

4 dari 6 halaman

Dikirim Allianz Berlatih di Jerman, Pesepakbola Belia RI: Terpilih Karena Allah

Dream - Allianz Indonesia kembali menggelar Allianz Explorer Camp Football Edition untuk remaja usia 14 hingga 16 tahun di Munich, Jerman. Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen mengatakan, kegiatan ini sudah diselenggarakan selama delapan tahun.

Karin mengatakan, kegiatan tersebut akan diisi dengan berlatih sepak bola. Latihan tersebut juga akan dihadiri langsung para pemain top FC Bayern Munchen.

" Tahun lalu itu latihan saja, dari pagi sampai sore. Tapi sekarang ada kegiatan lain ada," ujar Karin di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Kegiatan Allianz Explorer Camp di Munich ini akan berlangsung dari 22 hingga 27 Agustus 2019 dan akan diikuti oleh 70 anak dari 23 negara. Indonesia mengirimkan dua remaja yakni Adinda Dwi Citra dan Fariz Fadilla Lubis.

Selain memberangkatkan talenta Indonesia ke Munich, Allianz juga menggelar pemusatan latihan yang sama di Singapura pada 23-26 Juli 2019 mendatang. Untuk pemusatan latihan di Singapura, ada enam remaja Indonesia yang terpilih.

Kegiatan Allianz Explorer Camp di Singapura memiliki materi yang sama dengan dengan pelatihan di Munich.

" Untuk di Singapura itu akan diikuti oleh delapan negara di Asia," ucap dia.

5 dari 6 halaman

Bangga Jadi Peserta

 Allianz memberangkatkan Fariz berlatih sepakbola di Singapura dan Jerman (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)© Dream.co.id

Allianz memberangkatkan Fariz berlatih sepakbola di Singapura dan Jerman (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)

Sebelum memilih delapan anak bertalenta itu, Allianz Indonesia terbelah dahulu menyeleksi fisik dan kemampuan bermain bola para remaja ini. Total ada dua ribu orang yang mendaftar tahun ini.

 

6 dari 6 halaman

Terpilih Karena Allah

Salah satu remaja yang berangkat ke Munich, Fariz mengaku bangga bisa terpilih untuk mengikuti Allianz Explorer Camp ini.

" Awal pas diumumkan deg-degan dan Alhamdulillah aku kepilih ke Jerman. Di situ ada orang tua yang tonton bisa banggakan. Kepilih juga karena Allah," ujar Fariz saat berbincang dengan Dream.

Remaja berusia 15 tahun ini mengaku, ada dua tahap seleksi yang dilakukan selama dua hari yakni hari pertama bermain tim tujuh lawan tujuh. Dan di hadiri ke dua itu seleksi kemampuan individu.

Fariz yang juga tengah sekolah bola di Valencia Soccer Academy, Spanyol ini mengaku bercita-cita ingin berkarir di sepak bola Eropa.

" Mungkin nanti akan cari klub Jerman, Belanda, Inggris," kata dia.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup