Umar Syarief Tetap Latih Atlet Karate Indonesia Meski Menetap di Swiss

Reporter :
Selasa, 25 Agustus 2020 12:13
Umar Syarief Tetap Latih Atlet Karate Indonesia Meski Menetap di Swiss
Latihan itu ia lakukan secara virtual.

Dream - Umar Syarief, salah satu atlet karate kebanggaan Indonesia, sukses mempersembahkan prestasi. Sejumlah medali dalam kejuaraan nasional dan internasional berhasil dia koleksi.

Medali-medali yang ia dapatkan tercatat sejak 1997 sampai 2010. Saat ini Umar menetap di Swiss dan menjadi seorang Master Trainer Strong Nation.

Meski telah pensiun sebagai atlet Indonesia, Umar terus menunjukkan pengabdiannya untuk Indonesia dengan cara menjadi pelatih tim nasional karate Tanah Air.

Umar Syarief© Umar Syarief

1 dari 4 halaman

Tetap jiwa Indonesia

Tinggal di Swiss tak menghalanginya untuk tetap konsisten melatih para atlet Indonesia meski memiliki zona waktu berbeda jauh.

Sejak 2017, ia berinisiatif menjadikan strong nation sebagai salah satu program latihan inti tim nasional ketika berlatih untuk SEA Games.

“ Saya memasukan Strong Nation untuk pelatihan rutin tim nasional, supaya mereka mendapat variasi agar atlitnya tidak jenuh karena kalau sudah jenuh bahaya membuat kita gampang cidera, dan kelelahan,” ujar Umar Syarief.

Simak obrolan santai kami bersama Umar Syarief lengkapnya di Instagram TV berikut ini.

      View this post on Instagram

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on

2 dari 4 halaman

NGOBRAS DREAM: Kisah Sukses Wakaf Produktif, Minimarket Beromzet Rp80 Juta

Dream - Wakaf adalah salah satu amalan sunah dalam Islam. Wakaf sendiri bisa diartikan menahan harta baik berupa bangunan, tanah, maupun uang, kemudian dimanfaatkanya untuk kesejahteraan umat.

Setiap muslim dapat berwakaf dan amalan ini bisa dimulai tanpa harus menunggu harta terkumpul dulu. Wakaf bisa dilakukan dengan berapapun nilai harta yang diinginkan.

" Wakaf ternyata memiliki efek yang lebih bagus jika dikelola secara produktif dan memiliki dampak pada ekonomi seperti wakaf produktif,” ujar Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya, saat menjadi bintang tamu program rutin Ngobrol Bareng Siang-siang (Ngobras) Dream via Instagram Live @dreamcoid, Rabu 24 Juli 2020.

Tidak perlu memikirkan banyaknya harta yang akan diwakafkan namun lebih memikirkan tujuan wakaf itu sendiri. Wakaf juga bisa dijalankan sejak usia muda selama sudah baligh.

3 dari 4 halaman

Wakaf sendiri terdiri dari beberapa macam seperti wakaf sosial, wakaf produktif, dan juga wakaf uang. Mungkin masyarakat Indonesia lebih akrab dengan wakaf sosial berupa wakaf tanah, wakaf madrasah, serta wakaf Alquran.

Sedangkan wakaf produktif merupakan sebuah skema pengelolaan donasi wakaf dari umat. Yaitu dengan memproduktifkan donasi tersebut hingga menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan dan bisa dimanfaatkan untuk umat.

Rama menjelaskan contoh dari wakaf produktif adalah minimarket yang dikelola Baitul Wakaf berlokasi di Surabaya. Dalam satu bulan, minimarket tersebut mampu mendapatkan penghasilan sebesar Rp80 juta.

4 dari 4 halaman

Penghasilan yang didapatkan oleh minimarket wakaf tersebut akan dikurangi biaya operasional terlebih dulu. Kemudian baru sisanya diberikan kepada penerima wakaf atau biasa disebut Mauquf 'Alaih.

Mauquf 'Alaih terdiri dari siapa saja pihak, baik orang maupun lembaga yang membutuhkan. Mulai dari pesantren, orang tidak mampu dan lainnya.

Banyak yang masih memahami wakaf merupakan amalan yang tata caranya sama seperti zakat. Terkait pemahaman ini, Rama mengatakan wakaf berbeda dengan zakat.

" Zakat, dana dihimpun lalu langsung disalurkan dan selesai. Sedangkan Wakaf, dana dihimpun, diproduktifkan jadi usaha seperti minimarket, pertanian, dan lainnya, hasilnya baru bisa disalurkan,” kata Rama.

 

 

Beri Komentar