34 Tahun Berumah Tangga, Pasangan Ini Baru Tahu Pernikahannya Tidak Sah, Kok Bisa?

Reporter : Nabila Hanum
Sabtu, 25 Juni 2022 14:01
34 Tahun Berumah Tangga, Pasangan Ini Baru Tahu Pernikahannya Tidak Sah, Kok Bisa?
Begini kisahnya...

Dream - Menikah dan membangun rumah tangga adalah impian hampir semua orang. Untuk bisa menikah, banyak persiapan yang harus dilakukan. Mulai dari kesiapan acara pernikahan, hingga syarat dokumen agar pernikahan tercatat secara sah.

Selain itu, adanya wali nikah untuk mempelai wanita juga perlu diperhatikan. Utamanya, wali nikah adalah ayah kandung. Atau bisa diagnti oleh seseorang yang berhak menjadi wali seperti kakek atau saudara laki-laki dari garis keturunan ayah.

Jika adalah kekeliruan selama proses menikah, tentu bisa berakibat fatal seperti pernikahannya tidak sah. Seperti yang dialami oleh pasangan ini. Apesnya, pasangan ini baru sadar jika pernikahan mereka tidak sah setelah 34 tahun berumah tangga.

1 dari 2 halaman

Ilustrasi© Shutterstock

Dikutip dari mStar, pria bernama Mohd Hasril, pencatat pernikahan di kantor Agama bercerita pasangan yang selama 34 tahun berumah tangga baru sadar jika pernikahan mereka tidak sah.

" Pernikahan mereka tidak sah karena dulu mereka memakai wali hakim. Sebab saat menikah dulu, ayah si perempuan tidak setuju dengan pernikahan itu. Suami putrinya adalah suami orang, jadi anaknya dipoligami," katanya.

Hasril mengungkap, pasangan ini mengambil jalan jalan pintas menikah di Indonesia dan menggunakan wali hukum. Pernikahan mereka pun sederhana dan singkat.

2 dari 2 halaman

Ilustrasi© Shutterstock

Faktor yang membuat pernikahan mereka tidak sah yakni walinya adalah orang lain yang pasangan tersebut pilih sendiri. Sehingga saat menikah pada 1988 silam itu, rumah tangga mereka tidak sah.

Hasril mengaku, kasus seperti ini sudah ia jumpai sejak 2014 silam. Kasus ini bisanya akan merambat pada anaknya yang dianggap tidak jelas statusnya. Ia berharap bagi pasangan yang menikah harus tahu ilmu nikah dan cerai.

" Saya membuat video ini karena saya melihat kurangnya edukasi soal ilmu rujuk dan cerai. Saya rasa ini tanggung jawab saya yang sepaham dengan pekerjaan saya," ujarnya.

Beri Komentar