Belanja Via Online Bukan Berarti Minim Resiko
Bisnis online kini sedang marak. Hampir semua pebisnis, terutama bisnis kreatif memakai medium online demi membesarkan usaha mereka. Mencari pasar bahkan juga mencari sumber produk baru. CNN Money pernah melansir bahwa hampir 75 persen pebisnis kecil mengunakan online demi melebarkan sayap.
Platform bisnis yang berinduk di Jepang, Rakuten, tahun lalu melansir bahwa laju transaksi online di Indonesia pada tahun 2013 bisa capai US$500 juta. Jumlah itu setara dengan Rp4,8 triliun. Transaksi sebesar itu, begitu bunyi rilis Rakuten, bersumber dari hampir semua platform seperti Facebook, Kaskus, iklan baris, dan lainnya.
Dan barang yang paling laris diburu orang adalah gadget, fashion, dan makanan. Jual beli via perangkat mobil juga kian meningkat di Indonesia. Tiga tahun lalu, Frost and Sullivan menghitung bahwa mobile commerce di Indonesia bisa melaju rata-rata 67 persen per tahun, dari 2010 sampai 2015. Dan pada 2015, pengguna mobile commerce sekitar 145,2 juta orang.
Tapi memilih cara ini bukan berarti minim resiko. Anda tetap harus waspada dan teliti, jangan sampai jadi korban modus penipuan belanja online.
Penipuan kerap terjadi saat proses distribusi, mulai dari kesalahan produk hingga barang yang tidak sampai. Berikut ada beberapa tips aman belanja fashion muslim online dari Zoya:
© Dream
Lakukan riset terhadap website tempat berbelanja. Hati-hati dengan situs belanja fashion muslim online yang kurang familiar.
Anda bisa searching di internet mengenai situs jual-beli yang sudah terpercaya. Kemudian cari informasi juga mengenai orang-orang yang pernah berbelanja di website itu.
Cara mengetahui palsu atau tidaknya domain dapat dilakukan lewat mesin pencari Google.
Memasukkan kata kunci nama situs kemudian ditambahkan kata " penipu" . Jika hasil yang muncul banyak di mesin Google, kemungkinan besar memang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
Modus penipuan toko belanja yang kerap muncul yaitu melalui blog. Biasanya blog mengaku toko online, akan memajang link atau memajang logo e-commerce yang sudah terkenal.
© Dream
Baca baik-baik kebijakan situs terhadap data pribadi. Jangan sampai dalam kebijakan itu ada poin yang menyebutkan jika admin situs boleh memberikan data pribadi ke pihak lain.
Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, cek garansi dan jika barang cacat bisa dikembalikan.
Jangan terlalu tergiur dengan harga terlalu miring atau murah. Itu patut dicurigai, sebab harga pasti sesuai kualitas. Bukan tidak mungkin ini adalah modus penipu. Ada baiknya lebih teliti.
© Dream
Pertimbangkan cara pembayaran. Biasanya dilakukan dengan kartu kredit atau transfer via Rekber (Rekening Bersama).
Tapi lebih aman melalui COD (Cash On Demand), kegiatan transaksi secara langsung di suatu tempat yang disepakati antara pembeli dan penjual.
Simpan bukti transaksi. Termasuk deskripsi produk, harga dan juga salinan bukti pembayaran. Jadi, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (ditipu), maka Anda bisa memberikan bukti itu ke polisi untuk menangani masalah tersebut.