Dream – Ahli digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar, menduga terjadi proses pengubahan rekaman CCTV Kafe Olivier yang ditayangkan dalam kasus kopi bersianida. Dia menemukan proporsi gambar yang ganjil pada video tersebut.
“ Kalau kita bandingkan dari TVOne dan BeritaSatu, jari telunjuk terdakwa Jessica tidak proporsional,” kata Rismon dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 14 September 2016.
Dalam persidangan ini, ahli digital forensik yang diajukan oleh terdakwa Jessica Kumala Wongso ini menampilkan video yang dia ambil dari tayangan sejumlah televisi nasional, KompasTV, TVOne, iNews, dan BeritaSatuTV. Selain itu, dia juga mengunduh video di Youtube.
Video-video itu pernah diputar oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam persidangan dan disiarkan, baik langsung ataupun tidak, oleh televisi-televisi nasional tersebut.
© Dream
Dari analisa terhadap video yang dia dapatkan itu, Rismon menduga ada proses perubahan video oleh ahli digital forensik yang diajukan oleh ahli digital forensik jaksa, Muhammad Nur Al-Azhar.
Rismon membandingkan warna dan kontur kulit wajah Jessica dengan bagian tangan yang terlihat berbeda. “ Kita lihat, wajah dan tangannya kelihatan warnanya beda, kontur tangannya seperti kontur tangan Nenek Lampir,” ujar dia.
Dalam rekaman CCTV, kata Rismon, terjadi keanehan. Sewaktu melihat pergerakan Jessica ketika menggaruk. “ Kita lihat pergerakan garuknya, cepat sekali sekitar 0,1 detik,” ucap Rismon.
© Dream
Mendengar pernyataan tersebut, ketua tim pengacara Jessica, Otto Hasibuan, terheran-heran, kenapa bisa seperti itu. “ Ooh cepat ya, kaya tinju gitu,” ujar Otto.
Rismon pun kemudian mengamini pernyataan Otto. “ Iya kata Mike Tyson,” kata Rismon.