Akhirnya Dapat Bantuan Sistem Peluncur Roket Canggih dari AS, Ukraina Lebih Pede Hadapi Gempuran Artileri Rusia

Reporter : Sugiono
Rabu, 8 Juni 2022 08:01
Akhirnya Dapat Bantuan Sistem Peluncur Roket Canggih dari AS, Ukraina Lebih Pede Hadapi Gempuran Artileri Rusia
Perang Rusia-Ukraina diprediksi bakal semakin dahsyat. Pasalnya, Amerika Serikat sudah mulai mengirim roket jarak jauhnya

Dream - Perang antara Rusia dan Ukraina masih saja terjadi. Tidak ada titik temu terkait upaya untuk menghentikan perang yang sudah berlangsung lebih dari 100 hari itu.

Justru perang Rusia-Ukraina ini diprediksi bakal semakin dahsyat. Pasalnya, Amerika Serikat sudah mulai mengirim roket jarak jauhnya untuk membantu Ukraina menghadapi Rusia.

Diketahui sebelumnya, Ukraina terus meminta bantuan persenjataan kepada pihak Barat termasuk AS dalam memerangi invasi yang dilancarkan Rusia.

1 dari 4 halaman

Terbaru, AS bersedia memberikan bantuan senjata dengan mengirim sistem roket jarak jauh beserta amunisinya yang lebih canggih.

Sistem roket yang dikirim ini lebih presisi dan memiliki mobilitas yang tinggi. Senjata terbaru tersebut adalah Himars (High Mobility Artillery Rocket System) M142.

AS kirim Himars M142 ke Ukraina untuk hadapi Rusia.© EPA-EFE/Toms Kalnins

Himars M142 sendiri sebenarnya merupakan multiple launch rocket system (MLRS) atau sistem peluncur roket ganda M270 yang telah disempurnakan.

2 dari 4 halaman

Roket yang ditembakkan dari atas platform Himars dipastikan akan tepat sasaran karena dipandu oleh GPS atau sistem navigasi inersia.

Selain lebih presisi dari milik Rusia, empat Himars M142 yang dikirim AS ini adalah versi yang bisa menembak sejauh 80 kilometer.

Sistem roket ini akan memberi militer Ukraina kemampuan untuk menyerang target yang berada dalam perlindungan sistem pertahanan Rusia.

3 dari 4 halaman

Himars M142 terdiri dari enam peluncur roket yang lebih cepat, dan dapat dipindahkan dalam waktu singkat. Itulah kenapa Himars M142 punya atribut 'mobilitas tinggi'.

Himars M142 sedang menembakkan roketnya.© Wikimedia Commons

" Himars memberikan upgrade senjata yang masif. Dampaknya sama dengan persenjataan memakai pesawat tempur," kata Rita Konaev, akademisi dari Georgetown University.

" Ini adalah sistem roket berpandu yang presisi dengan jangkauan yang diperluas. Memungkinkan untuk menghancurkan target bernilai tinggi musuh. Sistem ini akan sangat berguna," tambah Wakil Menteri Pertahanan AS, Dr Colin H Kahl.

4 dari 4 halaman

Melihat Ukraina mendapat bantuan peluncur roket yang canggih, Rusia mengungkapkan protes dan kekesalannya.

Rusia menuduh AS dengan sengaja menyiram minyak ke dalam api hingga membuat perang semakin tidak terkendali ke depannya.

" Pengiriman senjata itu tidak berkontribusi pada kemauan pemimpin Ukraina untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian," sebut pihak Rusia.

Ukraina sudah sejak lama menginginkan senjata baru yang bisa mengimbangi hujan roket Rusia yang telah menghancurkan beberapa kota negara itu.

Sistem peluncur roket ganda Rusia, TOS-1.© Teknologi.id

Rusia sendiri sebenarnya juga punya sistem peluncur roket jarak menengah seperti TOS-1 di atas. Tapi Himars milik Amerika disebut lebih presisi dan memiliki jangkauan yang lebih jauh.

Sumber: The Quint

Beri Komentar