Sunah Rasulullah, Baca Doa Ini Sebelum Potong Kuku

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 26 Juni 2021 18:00
Sunah Rasulullah, Baca Doa Ini Sebelum Potong Kuku
Memotong kuku merupakan salah satu upaya menjaga kebersihan diri yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Dream - Memotong kuku termasuk salah satu bagian dari ajaran Islam. Dalam disiplin fikih, ini masuk dalam bab thaharah atau bersuci.

Kuku adalah bagian tubuh yang harus dibuang. Karena kuku dapat menyimpan kotoran yang berbahaya bagi tubuh.

Pemotongan kuku dianjurkan dilakukan sepekan sekali. Ini menunggu agar kuku tumbuh hingga bisa dipotong.

Dalam Islam sendiri, sunah memotong kuku dilakukan pada hari Jumat. Hal ini sebagaimana kebiasaan Rasulullah Muhammad SAW.

Ketika akan memotong kuku, dianjurkan membaca doa ini.

 

1 dari 3 halaman

Doa Potong Kuku

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى سُنَّةِ مُحَمَّدٍ وَاَلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلاَمُهُ عَلَيْهِمْ

Bismillah wa billahi wa 'ala sunnati muhammadin wa ali muhammadin shalawatullahi wa salamuhu 'alaihim.

Artinya,

" Dengan menyebut nama Allah, dan karena Allah, serta mengikuti sunah Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, semoga rahmat Allah dan salam-Nya senantiasa tercurah kepada mereka."

Sumber: Bincang Syariah.

2 dari 3 halaman

Awali Sholat Hajat dengan Doa Ini Agar Segera Terkabul

Dream - Ada banyak sekali amalan sholat sunah dalam Islam. Semua amalan ini sangat dianjurkan dijalankan. Manfaatnya pun cukup banyak. Salah satunya, menambah catatan amalan kita.

Ada satu sholat yang derajatnya begitu mulia, yaitu Sholat Hajat. Sholat ini dianjurkan bagi setiap muslim yang sedang punya hajat dan ingin terpenuhi.

Tata cara sholat hajat sama dengan sholat sunah lainnya yaitu dua rakaat salam. Hanya saja, diniatkan untuk menunaikan hajat atau kebutuhan.

Nah, sebelum melaksanakan Sholat Hajat, awali dengan doa ini. Doa tersebut merupakan pengantar agar hajat yang sedang kita miliki segera terpenuhi.

3 dari 3 halaman

Doa Sebelum Sholat Hajat

اَللَّهُمَّ اِلَيْكَ قَصَدْتُ وَبِبَابِكَ وَقَفْتُ وَبِجَانِبِكَ اِلْتجَأْتُ وَاِيَّاكَ سَأَلْتُ وَبِمُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ تَوَسَّلْتُ وَبِأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَاَوْلِيَائِكَ تَشَفَّعْتُ فَاقْضِ اللَّهُمَّ حَاجَتِيْ وَنَفِّسْ كُرْبَتِيْ وَمَا نَزَلَ بِيْ مِنْ حِيْرَتِيْ

Allahumma ilaika qoshadtu wa bibabika waqoftu wa bijanibika iltaja'tu wa iyyaka saaltu wa bimuhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama wa alihi wa shahbihi tawassaltu wa bi ambiyaika wa rusulika wa awliya-ika tasyaffa'tu faqdli allahumma hajati wa naffis kurbati wa ma nazala bi min khirati.

Artinya,

" Ya Allah, kepada-Mu aku menuju, dan di pintu-Mu aku berdiri, dan di sisi-Mu aku berlindung, dan kepada-Mu aku memohon, dengan Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya aku bertawassul, dengan para nabi-Mu, para utusan-Mu dan para wali-Mu aku minta syafaat. Ya Allah, kabulkanlah hajatku, bebaskanlah penderitaanku dan kebingungan yang menimpaku."

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar