Begini Canggih dan Mengerikannya Rudal 'Api Neraka' yang Tewaskan Pemimpin Terbaru Al Qaeda

Reporter : Sugiono
Jumat, 5 Agustus 2022 13:35
Begini Canggih dan Mengerikannya Rudal 'Api Neraka' yang Tewaskan Pemimpin Terbaru Al Qaeda
Pria 71 tahun itu mendapat serangan drone dan meninggal di tempat saat dia berdiri di balkon rumahnya yang berlantai tiga di Sherpur, Kabul.

Dream - Ayman Al Zawahiri, pemimpin Al Qaeda, tewas setelah mendapat serangan drone Amerika Serikat (AS) pada 31 Juli 2022 di Kabul, Afghanistan.

Pria 71 tahun itu mendapat serangan drone dan meninggal di tempat saat sedang berdiri di balkon rumah yang berlantai tiga di Sherpur, Kabul.

Namun rudal yang ditembakkan dari drone AS itu sama sekali tidak menimbulkan ledakan, hanya merusak jendela di dekat Al Zawahiri berdiri.

1 dari 4 halaman

Situasi tersebut menimbulkan rasa penasaran di kalangan pengamat militer tentang rudal yang digunakan AS untuk membunuh Al Zawahiri.

Pejabat AS tidak menyebut secara spesifik rudal apa yang menyerang Al Zawahiri. Tetapi dari kerusakan minimal yang diakibatkan, pengamat menduga AS menggunakan rudal Hellfire R9X.

Rudal Hellfire R9X yang mematikan.© US Army/AFP

Rudal ini memang misterius karena membunuh korbannya secara senyap lantaran tidak menimbulkan ledakan sama sekali saat mengenai sasarannya.

Karena sifatnya yang demikian itu, Hellfire R9X dijuluki bom pisau atau bom ninja. Hellfire R9X bahkan diberi nama Flying Ginsu atau Ginsu Terbang.

Nama ini diambil dari iklan pisau dapur merek Ginsu yang terkenal pada tahun 1980-an. Pisau dapur ini mampu memotong kaleng aluminium dengan rapi dan tetap tajam dengan sempurna.

2 dari 4 halaman

Hellfire R9X sudah dipakai AS untuk menewaskan beberapa pemimpin militan di masa silam. Tahun 2015, rudal ini diduga menewaskan Jihadi John di Suriah.

Rudal Hellfire R9X yang mematikan.© GlobalSecurity.org/AFP

Jenderal Iran, Qassem Soleimani, yang tewas di Baghdad pada awal 2020 diduga karena serangan rudal Hellfire R9X yang ditembakkan dari drone.

Namun keberadaan rudal ini pertama kali disebutkan pada Maret 2017, ketika pemimpin senior Al Qaeda Abu Kheir Al-Masri terbunuh saat bepergian dengan mobil di Suriah.

3 dari 4 halaman

Bom ninja ini dikembangkan di bawah pemerintahan Barrack Obama dan dikatakan tidak memiliki bahan peledak. Konon cara ini ditempuh untuk meminimalkan korban tak berdosa di sekeliling target.

Masalahnya, teroris sering menggunakan taktik tameng manusia dari anak-anak dan perempuan saat mendapat serangan udara atau darat dari pasukan AS.

Meski tidak memiliki hulu ledak di ujung moncongnya, rudal yang merupakan modifikasi dari AGM-14 ini dilengkapi dengan enam bilah pisau di bagian depan.

Keenam bilah pisau yang sangat tajam ini akan keluar sebelum terjadi tumbukan, kemudian berputar dengan cepat dan menghancurkan sasaran tanpa menimbulkan ledakan.

4 dari 4 halaman

Rudal Hellfire dikenal karena presisinya, menjadikannya sebagai senjata paling mematikan dalam persenjataan militer Amerika selama 20 tahun terakhir.

Selain itu, rudal ini memiliki mobilitas yang tinggi karena dapat dipasang di helikopter, kapal perang, kendaraan tempur atau drone tak berawak.

Rudal Hellfire R9X yang mematikan.© Airspace Review

Ketika Hellfire R9X digunakan melalui drone, kamera canggih menampilkan sasaran melalui video streaming ke operator senjata yang berada dalam jarak aman.

Setelah sasaran diidentifikasi, operator akan mengarahkan sinar laser untuk membantu mengarahkan rudal ke sasarannya sebelum ditembakkan.

Beri Komentar