Beredar Surat Ancaman Bos First Travel, Ini Kata Pengacara

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 30 Agustus 2018 16:26
Beredar Surat Ancaman Bos First Travel, Ini Kata Pengacara
Surat yang diduga ditulis tangan ini ditandatangani Andika Surachman.

Dream - Sebuah foto tentang sepucuk surat tulisan tangan beredar di media sosial. Surat tersebut diduga berasal dari mantan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman.

Surat itu mencantumkan tanggal penulisan Senin, 27 Agustus 2018. Dalam surat tersebut, penulis tampak meluapkan kekesalan atas proses hukum yang dijalani.

Surat Andika Surachman© istimewa

" Kejaksaan, pengadilan mendzolimi saya. Aset saya dihilangkan, negara merebut aset saya," demikian pernyataan penulis.

Penulis juga mengancam membongkar siapa saja orang-orang yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan dana umroh.

" Parahnya proses hukum terhadap kami, bahkan kami tidak mendapat bukti aset kami yang disita dan bobroknya bisnis umroh," ucap dia.

Lebih tegas, dia juga bakal menguak skandal kasus yang menjebloskannya beserta istri dan adik ipar ke dalam penjara itu.

" Saya rela mati demi terbongkarnya skandal hukum ini," kata dia.

Kata Pengacara

Kuasa hukum Andika, Muhammad Akbar mengaku belum dapat menjelaskan apa yang Andika sampaikan.

" Mungkin karena ada tekanan juga. Besok kita ada konferensi pers (terkait pernyataan Andika)," ujar Akbar saat dihubungi Dream, Kamis 30 Agustus 2018.

Dalam dugaan penilepan dana nasabah ini, Andika divonis 20 tahun penjara sementara Anniesa Hasibuan 18 tahun bui. Keduanya diduga merugikan nasabah senilai Rp 905 miliar. Saat ini harta kekayaan keduanya sudah disita negara. (ism)

1 dari 3 halaman

Nasib 12 Ribu Koper First Travel yang Tak Disita Negara

Dream - Penyitaan sejumlah aset biro perjalanan umroh First Travel belakangan memunculkan banyak pertanyaan. Sebab, data aset yang disita dianggap masih simpang siur dan nilainya masih belum diketahui.

Kuasa hukum terdakwa Andika Surachman, Muhammad Akbar, mengatakan jumlah pasti aset yang sudah disita ada di berkas P21. Sementara, Akbar mengaku hingga saat ini belum mendapat salinan berkas tersebut dari kejaksaan.

Bahkan secara mengejutkan ada satu aset First Travel berupa mobil malah berkeliaran di jalanan. Hal itu semakin menimbulkan kecurigaan terkait proses penyitaan tersebut.

" Pihak kejaksaan ada yang menyatakan bahwasanya ada sistem pinjam pakai, tentu ini menjadi pertanyaan selaku kuasa hukum apakah sistem pinjam pakai dibuatkan berita acaranya," ujar Akbar di Depok, Jawa Barat, Senin 30 Juli 2018.

Gudang penyimpanan koper first travel© dream.co.id

Jika memang ada berita acaranya, Akbar meminta agar salinan dokumen tersebut juga diberikan kepada tim kuasa hukum Andika.

" Kalau ada tolong diserahkan kepada kami, karena apakah itu bisa menjadi tanggung jawab kejaksaan, apakah aset itu tidak akan hilang, akan dirawat," ucap dia.

Selain itu, kata Akbar, ada juga aset yang diduga tidak disita oleh negara berupa koper. Ribuan koper tersebut disimpan di gudang milik Amir T Latuconsina selaku kuasa Andika untuk bidang aset First Travel yang terletak di daerah Depok, Jawa Barat.

" (Koper di gudang) ada sekitar 12 ribu," kata dia.

Koper itu disimpan di tiga belas ruang di gudang tersebut. Selain koper, di dalamnya juga ada kain ihram, mukena, buku panduan umroh dan beberapa perlengkapan lain.

Guda© dream.co.id

Kuasa hukum jemaah korban First Travel, Riesqi Rahmadiansyah, mengatakan jika memang koper itu tidak masuk dalam sitaan, pihaknya akan memberikan kepada jemaah.

" Kalau memang bukan sitaan akan kita ambil, berikan ke jemaah, lumayan Rp800 ribu kalau dijual. Tapi kan ini kita enggak tahu (sitaan atau bukan). Kan berkas P21-nya enggak ada," ujar Riesqi.

Pemilik gudang, Amir, meminta koper-koper itu agar dapat diserahkan kepada jemaah. Ini agar para calon jemaah dapat berangkat ke Tanah Suci menjalankan umroh.

" Keluarin dong Andika, pemerintah. Biar kami bisa berangkat," kata Amir. (ism)

2 dari 3 halaman

Temuan Mengejutkan Pengacara Korban Soal Aset First Travel

Dream - Beberapa waktu lalu beredar video mobil Pajero sport melintas di jalanan Jakarta Timur. Video tersebut membuat heboh lantaran mobil itu diketahui sebagai salah satu aset First Travel yang seharusnya disita oleh Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jawa Barat.

Kuasa hukum korban First Travel, Riesqi Rahmadiansyah mengaku sempat berencana melakukan upaya hukum terkait aset tersebut. Ini lantaran pihak kejaksaan Depok menyatakan mobil itu berada dalam status pinjam pakai.

" Tadinya kita mau upaya hukum, cuma tiba-tiba ternyata bukan pinjam pakai lagi, berubah jadi jual beli. Ya kita mau tunggu dulu sampai ada final statement dari kejaksaan," ujar Riesqi di Depok, Jawa Barat, Senin 30 Juli 2018.

Dia pun mendesak kejaksaan segera menyerahkan berita acara pinjam pakai atas mobil tersebut. Hal ini sebagai bukti aset tersebut tidak hilang.

Yang lebih mengejutkan, kata Riesqi, beberapa aset bangunan milik Andika Surachman dan Annisa Hasibuan dilaporkan sudah pindah nama. Salah satunya, restoran yang berada di London, Inggris.

" Saya mendapat informasi sekitar 3 jam lalu aset di London katanya sudah beralih. Ini yang akan saya cari. Kalau benar sudah beralih, kita akan cari tahu siapa yang mengalihkan tersebut," ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Kuasa Hukum Andika Surachman, Muhammad Akbar, juga mempertanyakan aset berpindahnya kepemilikan aset tersebut. Bahkan, mereka mengaku tidak memiliki salinan aset secara rinci yang disita oleh negara.

" Aset yang disita itu tidak terperinci dari amar satu sampai 529, tidak terperinci, tidak sinkron," kata Akbar.

Akbar mengatakan sudah telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan salinan aset yang ada di dokumen P21. Sayangnya, belum ada tanggapan dari kejaksaan.

" Kami sudah mengirim surat, memfollow up terus ke Kejagung, ke kejaksaan (Kejari Depok) juga. Cuma belum ada respon yang baik dari kejaksaan," kata dia.

Lebih lanjut, Akbar menegaskan dugaan peralihan nama mobil yang berkeliaran di wilayah Jakarta Timur sebelum masa persidangan Andika itu tidak benar. 

3 dari 3 halaman

Ingin Rebut Aset, Pengacara Korban First Travel Dirikan Yayasan

Dream - Kuasa hukum korban First Travel, Rieski Rahmadiansyah, berencana mendirikan yayasan untuk para korban First Travel. Yayasan itu nantinya dipakai untuk menarik kembali sejumlah aset perusahaan travel milik Andika Surachman dan Annisa Hasibuan yang diperoleh dari dana jemaah.

" Saya sedang menyiapkan yayasan untuk korban First Travel. Yuk seluruh jemaah bersatu dalam satu gerbong untuk merebut aset," ujar Rieski di Depok, Jawa Barat, Senin 30 Juli 2018.

Rieski menargetkan yayasan tersebut akan berdiri pada pekan ini. Untuk saat ini, dia mengaku belum bisa memberikan informasi terkait nama yayasan tersebut.

" Nama yayasan belum bisa saya sebutkan," ucap dia.

Selain membentuk yayasan, Riesqi juga akan menyiapkan memori banding. Ini dimaksudkan agar aset yang sudah disita dapat dikembalikan kepada jemaah.

" Yayasan ini akan mengelola keberangkatan jemaah," kata dia.

Hingga saat ini, Rieski belum mengetahui secara pasti nilai aset First Travel yang disita. Alasannya, dia belum mendapat salinan berkas P21 dari kejaksaan.

" Kan (data) aset yang disita itu ada di situ semua," ujar dia.

(Sah)

Beri Komentar