Sebut Nonton Piala Dunia Haram, Cendekiawan Mesir Dikritik

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 30 Juni 2014 05:01
Sebut Nonton Piala Dunia Haram, Cendekiawan Mesir Dikritik
Dia beralasan kegiatan tersebut telah mengalihkan perhatian orang dari menjalankan kegiatan agama mereka. Dia mengatakan bahwa menonton pertandingan adalah 'bencana'.

Dream - Lagi seru-serunya gelaran Piala Dunia 2014 di Brasil, pengguna media sosial di Mesir dibuat kecewa oleh fatwa (perintah agama) yang mengatakan kegiatan menonton acara olahraga terbesar di Bumi itu adalah haram.

Dalam sebuah video klip yang beredar di media sosial, seorang cendekiawan Mesir mengumumkan bahwa menonton pertandingan sepakbola adalah haram. Dia beralasan kegiatan tersebut telah mengalihkan perhatian orang dari menjalankan kegiatan agama mereka. Dia mengatakan bahwa menonton pertandingan adalah 'bencana'.

Pengguna Twitter mengecam keras fatwa yang tidak biasa ini dan menyerukan untuk menghentikan cendekiawan tersebut membuat keputusan yang tidak realistis. Mereka mengatakan bahwa fatwa seharusnya dikeluarkan oleh otoritas keagamaan resmi.

Ini bukan pertama kalinya seorang cendekiawan Islam mengharamkan kegiatan menonton sepakbola. Dua tahun lalu, seorang cendekiawan Saudi mengatakan hal yang sama.

Kemudian pada 2003, Abdullah Al-Najdi, seorang cendekiawan Saudi, menulis 36 halaman laporan yang mengklaim bahwa bermain sepakbola itu haram. Namun, kemudian dia membuat sejumlah aturan sendiri bagaimana seharusnya sepakbola itu dimainkan.

Antara lain, penghilangan tendangan bebas, tendangan sudut dan penalti. Dia juga mengatakan jersey pemain 'seharusnya tidak diberi nomor'. Al-Najdi juga mengatakan kartu kuning dan merah sebaiknya tidak digunakan oleh wasit dalam pertandingan sepakbola.

Menanggapi fatwa yang bisa membuat dahi berkernyit ini, seorang jurnalis mengungkapkan ketidaksetujuannya. Menurutnya, fatwa hanya boleh dikeluarkan oleh otoritas keagamaan yang bersangkutan. " Kita semua harus menyadari bahwa Allah telah memberikan kita pikiran untuk berpikir dan digunakan untuk berbuat baik dan untuk menahan diri dari melakukan hal yang salah," ujarnya.

(Sumber: Arabnews)

Beri Komentar