Dian Pelangi, Instagram
Ini pertama kali. Busana muslim bakal menggetarkan lantai catwalk New York Fashion Week. Acara itu akan dihelat 6 September 2014. Dan busana muslim yang yang ditampilkan itu bukan hasil rancangan desainer Timur Tengah, tapi dari Indonesia, negeri dengan jumlah muslim terbanyak di dunia.
Adalah Dian Wahyu Utami, yang lebih sohor dengan panggilan Dian Pelangi, yang mengusung busana muslim itu ke panggung New York itu. Desainer muda berbakat Indonesia akan menampilkan rancangan-rancangan hijab dan busana muslim yang dalam acara bergengsi itu.
" Iya, setahu saya ini busana muslim pertama yang akan tampil di New York Fashion Week. Sebenarnya, label-label busana muslim dari Timur Tengah sudah pernah tampil, tapi mereka tidak menyuguhkan busana muslim atau hijab. Hanya rancangan umum," kata Dian Pelangi dalam perbincangan dengan Dream.co.id, Senin (7/4/2014).

Dian akan memboyong 20 koleksi dalam hajatan yang digelar selama satu pekan itu. Acara yang digelar setahun sekali itu kerap disebut sebagai acara mode terbesar di dunia. Itu sebabnya Dian tak mau asal berangkat. Selama beberapa bulan belakangan, Dian dan seluruh stafnya sibuk mempersiapkan semua " bekal" .
Dian Pelangi dan seluruh rancangannya memang sedang menjadi perhatian dunia mode. Sebulan sesudah acara di New York itu, dia juga didaulat untuk menampilkan karyanya dalam Los Angeles Fashion Week pada 10 Oktober 2014.
" Ini berat banget, mungkin yang paling berat. Karena pertama saya bawa nama Indonesia. Kedua, membawa nama muslim. Aku harus hati-hati banget. Beberapa bulan ini sedang prioritas ke situ. Belum mengerjakan koleksi-koleksi yang lain," kata perancang muda berusia 23 tahun itu.
Dian tidak bergerak sendiri. Jebolan SMK Negeri 1 Pekalongan, Jawa Tengah, jurusan Tata Busana itu mengaku mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pimpinan Mari Elka Pangestu.

" Ini awalnya ketika tampil di London, kemudian ada yang melihat hasil karyaku dan mengajak untuk tampil di New York. Saat di London, kami mendapat dukungan dari Kemenparekraf, utamanya Pak Sapta Nirwandar (Wamen Parekraf)," beber Dian.
Dian sangat berharap koleksi-koleksinya bisa diterima para penikmat mode dan masyarakat umum negeri Paman Sam. Tapi bagi Dian, ada nilai lebih dari tampilan koleksinya di pasar Amerika Serikat itu. " Saya sangat bangga sekali," katanya. " Ini tantangan terbesar dan memang cita-cita saya. Ini mimpi saya." (ism)
Advertisement