Doa Agar Hujan Berhenti dan Cara-Cara Rasulullah saw Memohon Tidak Ada Bencana yang Datang

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Kamis, 3 Februari 2022 12:47
Doa Agar Hujan Berhenti dan Cara-Cara Rasulullah saw Memohon Tidak Ada Bencana yang Datang
Berdoa menunjukkan bahwa Allah SWT lah yang memiliki kuasa atas segalanya, termasuk dalam mengatur hujan.

Dream – Ketika air sudah menetes dari langit kita akan mengucapkan rasa syukur dengan membaca doa turun hujan. Di saat musim kemarau, hujan merupakan sebuah rezeki yang dirasakan oleh semua orang terutama para petani untuk mengairi sawahnya. Air hujan juga akan mengairi sumur warga yang biasa kering di kala kemarau panjang. 

Namun di balik banyaknya nikmat dari turunnya hujan, air yang berlimpah dalam jumlah banyak, apalagi tak normal, bisa berubah menjadi musibah. Sungai yang tak lagi sanggup menampung air hujan akan mendatangkan banjir bagi penduduk sekitarnya. Di kota besar, air hujan dengan intensitas berat akan membuat genangan dan berakhir kemacetan panjang.

Dalam skala kecil, air hujan yang turun terus-menerus juga akan membuat Sahabat Dream terpaksa tak bisa menggelar acara penting sesuai harapan. Di saat seperti ini biasanya kita akan memanjatkan doa agar hujan berhenti untuk sementara waktu.

Sahabat Dream bisa memohon kepada Allah SWT melalui doa agar hujan berhenti supaya bisa menggelar acara dengan sukses. Pada kasus yang lebih besar, doa memohon hujan berhenti juga bisa dipanjatkan manakala sebuah daerah sedang dilanda banjir besar. Dengan kuasa-Nya, kita berharap Allah SWT akan memberhentikan turunnya hujan.

Nah, berikut adalah penjelasan tentang doa agar hujan berhenti serta cara yang dilakukan Rasulullah SAW ketika memanjatkan permohonan tersebut seperti dirangkum Dream dari islam.nu.or.id dan Merdeka.com.

1 dari 3 halaman

Doa Berhentikan Hujan yang Diajarkan Rasulullah

Doa Berhentikan Hujan yang Diajarkan Rasulullah© Unsplash.com

Seperti dikutip dari islam.nu.or.id, Rasulullah saw di masa hidupnya pernah membaca doa berhentikan hujan. Hal ini diterangkan dalam sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas. Beginilah doa berhentikan hujan yang pernah dibaca oleh Rasulullah saw: 

اللهمحواليناولاعلينااللهمعلىالأكاموالظرابوبطونالأوديةومنابتالشجر

Allahumma hawalayna wa la ‘alayna, Allahumma alal akami wad thirobi, wa buthunil audiyyati wa manabitis syajari.

Artinya: “ Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

Melalui doa tersebut telah membuktikan bahwasanya dalam hal mengontrol hujan tetaplah menjadi kuasa Allah SWT. Manusia tidak bisa berbuat banyak untuk bisa mengatur kapan hujan akan berhenti. Oleh karena itu, ketika berharap hujan segera reda, maka Allah SWT lah yang menjadi tempat satu-satunya untuk meminta.

2 dari 3 halaman

Cara yang Dilakukan Rasulullah saat Membaca Doa

Cara yang Dilakukan Rasulullah saat Membaca Doa© Unsplash.com

Seperti dikutip dari merdeka.com, ketika mengharapkan hujan segera reda, Rasulullah saw tidak hanya memanjatkan doa berhentikan hujan saja. Tetapu dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw juga melakukan sesuatu. Hal tersebut pun telah dirangkum dalam sebuah kitab bernama al-Du’a al-Ma’tsur wa dabuhu wa Ma Yajibu ‘ala al-Da’I Itya nuhu wa Ijtinabuhu oleh Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi (450-520 H):

Cara Pertama

Pada cara yang pertama, Rasulullah saw membuka atau menyingkapkan bajunya saat hujan. Kemudian Imam Abu Bakr al-Thurthusyi mencatat sebagai berikut:

وروي مسلم في صحيحه، وأبو داود عن أنس قال: كان النبي صلي الله عليه وسلم إذا رأي المطر كشف ثوبه، وقال أبو داود: يحسر ثوبه عنه ثم اتفقا حتي أصابه، فقلنا: يا رسول الله، لم صنعت هذا؟ فال: لأنه حديث عهد بربه

Artinya: Diriwayatkan (Imam) Muslim dalam Kitab Shahihnya, dan (Imam) Abu Dawud, dari Anas, ia berkata: “ Nabi ketika melihat hujan, beliau membuka bajunya.” (Riwayat lain dari Imam) Abu Dawud, (Anas) bekata: “ Nabi menyingkap pakaiannya hingga terkena guyuran hujan.” Kami berkata: “ Ya Rasulullah, kenapa tuan berbuat seperti ini?” Rasulullah menjawab:

Karena hujan merupakan rahmat yang diberikan Allah” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa ©dâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2002, h. 170).

Cara Kedua

Saat melihat awan yang berwarna hitam, selain berdoa Rasulullah saw juga langsung cepat-cepat meninggalkan semua aktivitasnya dan kemudian membaca doa berikut ini yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ahmad, dan Imam al-Baihaqi:

وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: ((اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا)) فإن أمطرنا قال: (اللهُمَّ صَيِّبًا هَنِيْئًا)

Artinya: Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “ Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ” (ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap:

“ Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa ©dâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 170-171)

3 dari 3 halaman

Cara yang Dilakukan Rasulullah saat Membaca Doa

Cara Ketiga

Hadirnya angin yang besar bisa membawa bencana dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, ketika melihat angin besar dan berharap agar angin tersebut tidak menimbulkan bencana, maka beginilah adab yang seharusnya dilakukan oleh umat Islam yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam al-Tirmidzi, Imam Ibnu Majah, dan Imam Ahmad:

عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

Artinya: Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “ Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa ©dâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 171).

Cara Keempat

Cara keempat yang dilakukan Rasulullah saw saat melihat awan mendung, beliau pun berdoa agar hujan yang turun tidak sampai membawa bencana. Akan tetapi ada rahmat yang juga dibawa bersama hujan tersebut. Berikut adalah bacaan doanya yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam al-Nasai:

وروي عن ابن المسيب أن رسول الله صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي السحاب قال: (اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ)

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu al-Musayyab, sesungguhnya Rasulullah SAW ketika melihat awan, beliau bersabda: “ Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin” (ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab).” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa ©dâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, h. 170-171).

Itulah penjelasan tentang doa berhentikan hujan yang dibaca oleh Rasulullah saw saat masih hidup. Tak hanya berdoa saja, Rasulullah saw juga melakukan sesuatu, baik itu saat hujan turun, saat melihat awan yang gelap, serta saat melihat angin besar dengan harapan tidak ada bencana yang hadir di tengah manusia.

Beri Komentar