Formula E Jakarta, Perhelatan Dunia Tanpa Sponsor BUMN

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 13 Juni 2022 17:39
Formula E Jakarta, Perhelatan Dunia Tanpa Sponsor BUMN
Pengamat heran melihat fenomena ini.

Dream- Mobil-mobil balap listrik itu segera melesat kencang pada pukul 15.04 WIB, Sabtu 4 Juni 2022, begitu lampu berwarna hijau menyala tanda perlombaan dimulai. Balapan mobil listrik Formula E itu digelar di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara.

Dari sorotan kamera televisi yang disiarkan ke 150 negara itu, mobil-mobil itu melesat cepat di sirkuit sepanjang 2,4 km dengan 18 belokan itu yang baru saja selesai dibangun dalam 54 hari.

Dari kamera mobil balap, penonton televisi bisa melihat iklan-iklan yang tertempel di sepanjang lintasan balap. Kebanyakan iklan-iklan itu merupakan iklan sponsor global Formula E. Ada nama bank internasional yang bermarkas di Switzerland: Julius Bar.

Lewat dari iklan itu, penonton balapan di televisi juga bisa melihat merek iklan perusahaan ban dunia, Michelin. Lalu iklan perusahaan jam tangan TAG Heuer, serta perusahaan penyedia jasa kurir DHL. Merek-merek itu adalah sponsor utama dalam perhelatan itu.

Di perhelatan dunia itu, penonton televisi di rumah bisa menyaksikan tidak ada satu pun merek dari Badan Usaha Milik Negara atau BUMN tersohor dalam negeri. Tidak ada Pertamina, tidak ada BNI, tidak ada Telkomsel. Dan memang, faktanya tidak ada satu pun BUMN yang menjadi sponsor dalam perhelatan dunia yang ditonton 150 negara itu.

Saat dihubungi Dream.co.id,  pengamat politik, Hendri Budi Satrio atau biasa dipanggil Hensat, pendiri lembaga survei Kedai Kopi dan dosen komunikasi, menyesalkan ketiadaan BUMN sebagai sponsor ajang itu.

Hendri Satrio (Hensat)

(Hendri Satrrio alias Hensat/Liputan6)

“ Menurut saya, ajang Formula E yang akan mengharumkan nama bangsa seharusnya menjadi perhatian bisnis terutama branding BUMN. Perhelatan yang kabarnya ditayangkan di ratusan negara di dunia merupakan even bagus untuk mem-branding BUMN sebagai cara memperluas brand ke pelosok dunia,” ujarnya.

Ia juga melihat even ini tidak direncanakan baru kemarin sore, tapi sudah lama sekali direncanakan.  “ Sehingga BUMN seharusnya menangkap rencana ini untuk memperluas bisnis. Alih-alih memperkuat BUMN demi negara dengan mendukung acara Formula E, BUMN malah bersilat lidah yang akhirnya terjebak dalam kepentingan persaingan politik,” sesalnya.

Ketiadaan BUMN memang merupakan salah satu warna dalam perhelatan Formula E di Ancol. Ini jelas berbeda dengan pagelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika empat bulan lalu.

Pada perhelatan MotoGP Mandalika di Lombok, setidaknya ada delapan BUMN besar yang menjadi sponsor. Di antaranya  PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Sementara di ajang Formula E Jakarta, tidak ada satu BUMN pun yang menjadi sponsor. Ketiadaan sponsor BUMN itu memang telah menimbulkan polemik sebelum dan sesudah perhelatan.

***

Tiga hari sebelum perhelatan Formula E digelar, Ketua Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni sudah menyatakan BUMN belum menjadi sponsor untuk ajang balap mobil listrik Formula E pada 4 Juni.

Menurut dia, jika tak ada yang mau memberikan, maka tidak akan dipaksa untuk menjadi sponsor di Formula E." Ya sudahlah kalau enggak mau kasih mau diapakan, tidak dipaksa. Tapi yang pasti BUMN per hari ini belum memberikan sponsornya," kata Sahroni di Nasdem Tower, Jakarta Pusat, Rabu 1 Juni 2022 seperti dikutip Liputan6.

Ahmad Sahroni (kiri) dan Presiden Jokowi

(Ahmad Sahroni (kiri) dan Presiden Jokowi/Twitter Ahmad Sahroni)

Meski begitu, pria yang merupakan Politikus NasDem ini menyebut, sejauh ini terdapat 30 perusahaan yang sudah mencatatkan diri menjadi sponsor untuk gelaran Formula E. " Sponsor saat ini 30 sponsor dari pihak swasta, yang pasti BUMN belum kasih sponsor," kata dia

Sahroni kemudian menyentil BUMN yang sama sekali tidak mensponsori ajang Formula E. Bahkan, kata dia, panitia membayar listrik untuk Formula E secara penuh atau full.

" BUMN tidak berikan sponsor apapun, PLN untuk kelistrikan juga kami bayar full," ujar Sahroni melalui unggahan di akun instagram pribadinya @ahmadsahroni88, Kamis 2 Juni 2022.

Dia pun merasa heran tak ada perusahaan pelat merah yang menjadi sponsor di Formula E. Padahal, even Formula E juga membawa nama Indonesia.

" Maaf nih BUMN tuh kan bagian dari Republik Indonesia kan yah? @kementerianbumn. Kami enggak ngotot minta, tapi ngotot untuk jadi bagian dari Indonesia," sambung Sahroni.

Ada pun daftar 30 sponsor Formula E Jakarta 2022 dari pihak swasta antara lain: Indosat Ooredoo dutchison Powered by Ericsson, MS Glow for Men, Bank Artha Graha International, Erafon, Electronic City, Bank DKI, Discovery Hotel, J Water, Grab, Realme, PT Anugerah Utama Multifinance, Teh Botol Sosro, PT Central Omega Resource Tbk, Paprika, Walking Drum, Coca Cola, Gulavit, Media Plaza, Enesis, Nescafe, Krisbow, PT Proline Finance Indonesia, Waste for Changes, Bank China Construction Tbk, Hyundai, Sony, Samsung, Sharp, LG, dan PT BMW Indonesia

Sementara saat ditanya wartawan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir enggan berkomentar terkait tidak adanya perusahaan pelat merah yang menjadi sponsor dalam gelaran ajang balapan mobil listrik Formula E di Jakarta.

" No comment. Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa kita partisipasi di banyak tempat. Ada G20, kemarin juga ada beberapa even ditugaskan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat 3 Juni 2022 seperti dikutip Merdeka. " Untuk sementara, kita no comment dulu," ujar Erick melanjutkan.

Menteri BUMN Erick Thohir

(Menteri BUMN Erick Thohir/Liputan6)

Tak lama kemudian staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, buka suara. Menurut Arya, alasan utama terkait minimnya dukungan BUMN untuk menjadi sponsor ajang balapan mobil listrik tersebut lantaran proposal kerja sama baru diterima sekitar sebulan sebelum penyelenggaraan dihelat.

" Kementerian BUMN menerima informasi bahwa sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari Panitia Penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum even itu diselenggarakan," kata Arya dalam keterangan persnya seperti dikutip Liputan6, sehari sebelum balapan digelar.

Arya juga membantah terkait informasi yang menyebutkan adanya kebijakan yang menghambat perusahaan pelat merah untuk menjadi sponsor ajang balapan mobil listrik Formula E di Jakarta.

Arya mencontohkan, PT Indosat Tbk atau dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison, yang sebagian sahamnya turut dimiliki BUMN, telah menjadi salah satu perusahaan yang mendukung acara tersebut.

" Kementerian BUMN menyesalkan adanya pernyataan-pernyataan negatif seakan BUMN tidak mendukung kegiatan Formula-E tersebut. Karena tak ada kebijakan menghambat sponsonship bagi even yang dimaksud. Bahkan PT Indosat Tbk telah menjadi salah satu perusahaan yang mendukung acara tersebut," jelas Arya.

Menanggapi bantahan Arya Sinulingga, dalam wawancara dengan TV CNN Indonesia malam sebelum balapan digelar, Ahmad Sahroni langsung membantahnya.   " Tidak usah terlalu banyak alasan. Kalau tidak ngasih ya tidak ngasih saja," katanya.

“ Saya sampai ketemu pak Erick Thohir di kantor sebelum beliau pergi ke Amerika.  Saya juga sudah sampaikan, saya bilang bro kalau BUMN tidak ikut serta menurut gua aneh. Saya juga sudah Whatsapp ke Arya Sinulinga, walaupun saya tidak kenal, dan tidak dibalas. Di setiap pagelaran Formula E dunia, BUMN-nya itu terlibat karena membawa nama negara.  Jadi bukan soal uangnya. Mendukung secara moral saja kita sudah bangga. Tapi bahkan dukungan secara moral saja tidak ada,” tegasnya.

“ Makanya saya tegaskan ini bukan untuk Anies atau Jakarta, tapi untuk Indonesia. Pasti ini ada kaitannya dengan 2024. Karena semua mau jadi calon. Ada beberapa nama calon di republik ini, termasuk Erick Thohir. Akhirnya persaingan politik dikaitkan dengan even dunia. Sayang. Politik ya politik. Motorspot ya motorsport,” ujarnya.

Sahroni juga menanggapi klaim Arya soal keterlibatan BUMN melalui PT Indosat. “ Indosat itu perusahaan milik asing. Bukan anak usaha BUMN. Dan saham BUMN di sana sudah menyusut tinggal 9 persen. Saya sudah lihat,” tegas Sahroni.

Sahroni ada benarnya, Berdasarkan laporan PT EDI Indonesia selaku biro administrasi efek, susunan pemegang saham Indosat per 4 Januari 2022 terdiri atas Ooredoo Asia Pte Ltd sebesar 43,81%,  PPA Investasi Efek (AFS) --sebagai BUMN-- sebesar 9,63%, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia SA1 sebesar 10,77%, dan Hutchison Asia Telecommunications Ltd sebesar 21,65%. Dengan demikian BUMN memang bukan pemegang saham mayoritas. Sementara keputusan ikut sponsor ditentukan oleh pemilik saham mayoritas.

“ Problemnya ini bukan even kelurahan. Ini even dunia yang ditonton 150 negara. Sehingga kebanggaannya bukan hanya pada orang tertentu atau Jakarta, tetapi untuk Indonesia. Ini ajang dunia. Bukan ajang even Jakarta. Tapi ajang dunia yang ditonton 150 negara,” tegas Sahroni.

“ Jangan olahraga dibawa ke politik. Jangan. Marilah kita dewasa sedikit. Untung saya bukan Capres, kalau saya Capres saya akan gunakan ini untuk kampanye saya,” pungkas Sharoni.

Wawancara itu kemudian jadi viral di media sosial khususnya Twitter. Ketidakterlibatan BUMN dalam Formula E memang menjadi sorotan tajam netizen di Twitter.

Menurut pengamatan Dream.co.id, kata “ BUMN” terus menjadi trending tropic di Twitter tiga hari sebelum pelaksaan Formula E, Bahkan sampai dua hari setelah pagelaran itu dilaksanakan kata “ BUMN” tetap jadi trending topic di Twitter.

Pada hari pelaksanaan Formula E, kata “ BUMN” di Twitter telah di-tweet sebanyak 39.500 kali pada Sabtu 4 Juni, jam 12.53 WIB.

Akun @BejihI menulis: “ Moto BUMN utk negeri, kok gak terimplementasi dlm sponsor formula E?. Mana nih BUMN? Padahal formula E kan utk bangsa dan negara (negeri).”

Akun @bintangku206 men-tweet: “ 150 negara siaran langsung, tapi BUMN dan Menperekraf harusnya terdepan ikut andil di Formula E, sepertinya mereka bekerja bukan untuk negara tapi untuk menjilat penguasa, miris!”

Bahkan, wartawan senior Adhie M Massardi di akunnya @AdhieMassardi juga menyindir: “ BUMN multi fungsi. Dulu hanya jadi sapi perah. Kemudian nambah selain jadi sapi perah juga jadi tempat kos2an relawan merangkap buzzeRp. Kemudian nambah jadi tempat persiapan nyapres. Masih belum cukup. Kini dipakai utk hambat kegiatan saingam. Lo kira BU Milik Nenek lo?”

Akun @iruv_veldy menulis: “ Saya harus jujur sampaikan, simpati saya pada Pak @erickthohir luntur seiring penolakan BUMN mendukung Formula E, ini bukti nyata bahwa negara ini dijalankan dengan cara personal subjektif dan Pak Erick bagian dari situasi yang tidak baik itu...”

Politisi Fahri Hamzah yang sekarang pindah ke Partai Gelora melalui akunnya @Fahrihamzah menulis: “ Sehingga aku juga mengerti kenapa BUMN ugal-ugalan di Mandalika dan kenapa BUMN empot-empotan di Jakarta.”

Netizen lain @JumhanaTintin menulis: “ Hadeeh, proposal FE ke BUMN mesti kajian 3 bulan?? Eike ngakak so hard boy. IKN aja kalian bisa kebut semalam untuk segera ketok palu.. Kocak2 pejabat sekarang pernyataan ngelesnya..”

Sedangkan akun @MartinusButarb1 menulis: “ BUMN mencoreng mukanya sendiri. Tanpa sponsor BUMN pun formula e Jkt tetap berjalan. Namun  perilaku buruk ini akan dicatat sejarah. Bagai mangkir saat hajat keluarga…”

***

Pengamat politik UI Rocky Gerung di akun Youtubenya menilai dari awal publik tahu ini adalah masalah persaingan antar kandidat Capres 2024.. “ Tapi dari awal kita tahu ini kan persaingan,” ujarnya.

Rocky Gerung

(Rocky Gerung/Merdeka)

“ Masyarakat Jakarta sudah tahu bahwa ini permainan untuk menggusur Anies. Justru Anies semakin dilecehkan, semakin moncer. Dan ini akan merugikan kalkulasi politik Istana,” tegasnya.

Ia juga melihat hal ini sebagai kekonyolan. “ Momentum yang bisa mengakrabkan masyarakat melalui sportifitas, dianggap sebagai permainan curang. Rasa iri dan mental enggan bersaing secara sportif itu membuat nanti masyarakat akhirnya memilih memihak Anies. Karena Anies dikhianati terus. Dizalimi. Kalau sudah begini elektabilitas Anies bakal naik,” paparnya.

Ia juga menyesalkan aksi saling sikut ini sebagai sebuah bentuk pendangkalan politik “ :Politik itu adalah aktivitas yang adiluhung. Noblesse Oblige dalam bahasa Perancisnya. Jadi semakin adiluhung seseorang itu dia semakin luhur cara berpolitiknya itu. Nah adab itu yang tidak ada pada kita. Yang ada adab jegal-menjegal. Orang kan akan bertanya, pak Jokowi kenapa suruh BUMN mengguyur uang ke Mandalika, sementara ke Ibu Kota tidak. Apakah karena persaingan politik?

“ Pasti karena persaingan politik. Jadi sinyal-sinyal seperti itu membuat kita merasa kok politik Indonesia jadi begitu kasar dan begitu dangkal. Padahal seharusnya lebih adiluhung. Ini membuat saya melihat persaingan politik akan berantakan di jalan, bukan berantakan di parlemen. Ketegangan akan ada terus-menerus. Padahal masyarakat Indonesia ingin melihat politik yang teduh, didasari oleh value,” ujarnya..

Pada saat rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN, Selasa 7 Juni 2022, anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, juga mempertanyakan ketidakhadiran BUMN sebagai sponsor dalam ajang Formula E.

Mufti Anam

(Mufti Ancam/Merdeka)

Mufti juga melihat Presiden Jokowi sudah datang ke Sirkuit Ancol sebulan sebelum Formula E digelar. “ Seharusnya kehadiran Presiden menjadi sinyal ke semua Menterinya untuk mendukung Formula E ini menjadi sukses demi nama baik bangsa.”

Ia juga melansir pendapat netizen di media sosial. Ia merasa media sosial penting untuk menjadi bahan koreksi atau masukan. " Ada yang bilang tentu enggak dibantu, bukan panggungnya Pak Menteri. Ada juga yang bilang kalau acaranya menteri jangankan sebulan, satu menit saja bisa di-support. Ada yang bilang oh memang sengaja enggak dibantu Formula E karena Pak Anies menjadi kompetitor Pak Menteri," kata Mufti dalam raker seperti disiarkan Youtube DPR RI.

Mufhti sendiri mengaku bukan pendukung Anies sebagai Capres. “ Saya bicara karena ini untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya Karena partainya sendiri, PDI-P,erjuangan sudah memiliki Capres sendiri, yakni Puan Maharani.

“ Jadi ini masalahnya bukan soal dukung mendukung Anies Baswedan. Tapi ini untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu sebagai pembantu Presiden bapak Menteri bisa lebih bijak lagi dalam hal ini.”

Pada akhirnya, perhelatan dunia Formula E itu memang terbukti berjalan sukses. Disiarkan sampai ke 150 negara. Sayangnya, tak ada satu pun BUMN yang ikut serta. Entah mengapa. (eha)

Sumber: Merdeka, Liputan6, Youtube



Beri Komentar