Ilustrasi Penambangan Emas Di Tiongkok. (Foto: Pinterest)
Dream – Sebuah tambang emas baru ditemukan di Tongbai, pusat Provinsi Heenan, Tiongkok. Lokasi ini diprediksi menyimpan emas dan perak yang cukup besar.
Nilai dua logam mulia ini tak main-main. Jumlah emas dan perak di tambang ini ditaksir bisa mencapai 250 miliar yuan atau Rp488,8 triliun.
Dilansir dari CCTV News, Selasa 27 September 2016, lokasi ini ditemukan oleh Departemen Tanah dan Sumber Daya Mineral Pemerintahan Heenan. Diprediksi lokasi tersebut mengandung 100 ton emas dan 150 ton perak.
Pemerintah setempat pun menginvetasikan dana senilai 80 juta yuan atau Rp156,4 miliar untuk mengeksplorasi daerah tersebut.
© Dream
Eksplorasi daerah tambang tersebut dilakukan pada pertengahan September ini. Diprediksi lokasi tambang kini bisa menjadi menjadi sumber emas dan perak selama 80 tahun.
Sekadar informasi, Tongbai merupakan daerah pusat penghasil mineral di Tiongkok. Lebih dari 200 ton emas dan 5 ribu ton perak telah ditemukan di sekitar daerah ini.
© Dream
Dream - Selama hampir enam dekade, para ilmuwan telah mencari asal-usul beberapa logam paling berharga di Bumi –termasuk emas, perak, dan platinum. Dan sekarang, kita mungkin sudah menemukan jawabannya.
Elemen berat dan berharga seperti terdapat pada emas, perak, dan platinum, disebut elemen r-process. Dan untuk menghasilkan elemen seperti itu membutuhkan energi dalam jumlah yang luar biasa besarnya.
Sejauh ini, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana elemen r-process bisa ada di alam semesta.
Namun penemuan galaksi kerdil yang disebut Retikulum II, yang jaraknya sekitar 98.000 tahun cahaya dari Bumi, mungkin bisa menjawab misteri tersebut. Retikulum II dilaporkan memiliki bintang yang mengandung elemen logam mulia dalam jumlah 'yang sangat besar'.
" Memahami bagaimana elemen r-process bisa terbentuk menjadi salah satu masalah yang paling sulit dalam fisika nuklir," kata Professor Anna Frebel dari The Department of Physics at the Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Dia menambahkan, produksi elemen r-process membutuhkan banyak energi, yang hampir tak mungkin dilakukan secara eksperimental. Proses membuat elemen tersebut tidak bisa dilakukan di Bumi.
" Jadi kita harus menggunakan bintang-bintang dan benda-benda di kosmos sebagai laboratoriumnya," tambah Anna.
Baru ditemukan tahun lalu, galaksi kecil Retikulum II mengorbit Bima Sakti, dan merupakan salah satu galaksi kerdil terdekat yang pernah ditemukan.
Dengan menganalisa cahaya bintang dari beberapa bintang terang di galaksi Retikulum II menggunakan teleskop Magellan di Las Campanas Observatory, Chile, Ana dan timnya memutuskan bahwa galaksi kerdil itu mengandung sejumlah besar elemen r-process.
© Dream
Nama r-process sendiri berasal dari sistem yang digunakan untuk membuat elemen seperti emas, uranium, dan timah, yang disebut rapid neutron-capture.
Tahun 1957, fisikawan Hans Suess dan Harold Urey mengemukakan bahwa unsur-unsur berharga di alam semesta terbentuk melalui mekanisme r-process.
Mereka membuat hipotesis bahwa ledakan bintang raksasa dan gabungan langka bintang neutron adalah skenario yang paling mungkin untuk membentuk elemen r-process.
Lantas, bagaimana emas, perak, uranium, timah, platinum, dan elemen r-process lainnya bisa sampai ke Bumi?
Tim peneliti menduga, awalnya ledakan bintang neutron di galaksi kerdil terjadi. Unsur-unsur berharga ini lantas menempel pada bintang dan asteroid.
Setelah itu asteroid-asteroid ini menyebar dan beberapa menumbuk Bumi sambil membawa kandungan unsur-unsur berharga di dalamnya.
Hasil penelitian tim Anna Frebel ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature. Wallahu a’lam...
Sumber: Science Alert