Ahlam Al Shamsi (Sumber: Arabnews)
Dream - Diva asal Uni Emirat Arab, Ahlam Al Shamsi memicu kehebohan di media sosial. Penyebabnya, dia membuat pernyataan yang cukup mengejutkan terkait meninggalnya bintang Bollywood, Sridevi Kapoor.
Dalam komentarnya menanggapi cuitan penulis UEA, Abdullah Alneaimi, Ahlam menyatakan seharusnya Muslim tidak memohon kepada Allah agar memberkati Sridevi. Alasan yang dipakai Ahlam, Sridevi bukanlah seorang Muslim.
Pernyataan Ahlam terpampang pada kolom komentar akun Twitter Abdullah. Sementara Abdullah sendiri membuat cuitan berisi penghormatan terakhir kepada Sridevi menggunakan istilah dalam Islam 'Semoga Allah merahmatinya' atau 'Rahimahallah'.

Istilah atau gelar ini kerap disematkan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa bagi perkembangan Islam. Biasanya, gelar ini diberikan kepada para ulama.
" Semoga Allah merahmatinya, semoga Allah mengampuni dosanya," tulis Ahlam dengan mencantumkan emoji tanda keterkejutan, dikutip dari Alarabiya, Jumat, 2 Maret 2018.
Ahlam kemudian mengutip ayat Alquran untuk menegaskan mengapa dia berpikir demikian.
Meninggalnya Sridevi meninggalkan kesedihan yang mendalam di jagad seni peran India. Tak hanya keluarga, rekan sesama artis, melainkan juga masyarakat India dan para penggemarnya di seluruh dunia turut merasakan kehilangan.
Sridevi merupakan aktris kawakan. Dia juga dikenal sebagai sosok yang sangat hangat dan ramah kepada semua orang.
© Dream
Dream - Pembuat film Ram Gopal Varma, yang menyutradarai Sridevi dalam film-film seperti Great Robbery, Govindhaa Govindhaa, dan Hairaan, mengungkapkan sisi kehidupan aktris yang meninggal dunia pada hari Sabtu, 24 Februari lalu.
Menurut Varma, Sridevi adalah sosok wanita yang sangat tidak bahagia dalam hidupnya. Tidak itu saja, aktris yang meninggal di usia 54 tahun itu hidupnya benar-benar berbeda dari apa yang terlihat oleh dunia.
Melalui sebuah tulisan, Varma mengatakan bahwa Sridevi adalah wanita yang disukai banyak orang dan merupakan super star di India. Tapi itu hanyalah sebagian dari cerita hidupnya.
" Bagi banyak orang, kehidupan Sridevi sempurna. Wajah yang cantik, talenta hebat, keluarga yang bahagia dengan dua anak perempuan yang cantik. Dari luar semuanya tampak sangat sempurna dan banyak yang ingin mencontohnya. Tapi apakah Sridevi orang yang sangat bahagia dan apakah dia menjalani kehidupan yang sangat bahagia?," tanya Varma, beretorika.
Varma mengatakan dia sudah mengenal kehidupan Sridevi dengan baik sejak mereka bermain pertama kali dalam film Kshana Kshanam.
" Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana hidupnya seperti seekor burung di langit sampai kematian ayahnya, dan kemudian menjadi seperti seekor burung di dalam sangkar karena ibunya yang terlalu protektif."
" Pada masa itu, para aktor biasanya hanya dibayar tanpa membayar pajak. Dan karena takut digeledah masalah pajak, ayahnya menitipkan uang kepada teman dan sanak keluarga yang ternyata mengkhianatinya saat sang ayah meninggal," tulisnya.
Varma kemudian bercerita bagaimana ibunya membuat kesalahan investasi dengan propertiyang bermasalah. Dengan semua kesalahan tersebut, Sridevi jatuh miskin hingga Boney Kapoor masuk ke dalam hidupnya. " Boney sendiri memiliki utang yang sangat besar," katanya.
Begitu sang ibu meninggal, Varma menambahkan, adik perempuannya, Shri Latha, kawin laridan menikahi anak tetangga mereka. Varma mengatakan bahwa sebelum meninggal, sang ibu telah mewariskan semua properti atas nama Sridevi.
" Tapi adiknya tidak terima dan menuntut separuh harta benda tersebut. Adiknya mengklaim bahwa ibunya itu gila. Ibunya dibilang tidak sadar saat menandatangani surat wasiat akibat operasi otak... Jadi, pada dasarnya Sridevi adalah seorang wanita yang sendirian di dunia ini kecuali dengan Boney," tambah Varma.
© Dream
Verma mengatakan bahwa Sridevi adalah sosok wanita sangat tidak bahagia, kecuali saat dia membintangi English Vinglish (film comeback-nya).
" Dia mengalami banyak hal dalam hidupnya dan karena awal kariernya, kehidupannya tidak pernah memberinya waktu untuk tumbuh dengan kecepatan normal," katanya.
Varma menambahkan berbeda dari penampilannya dari luar, keadaan mental internal Sridevi sangat penuh dengan kekhawatiran. Hal ini menyebabkan dia selalu melihat kepada dirinya sendiri.
" Dia adalah wanita tercantik bagi begitu banyak orang. Tapi apakah dia menganggapnya dirinya cantik?," tanya Varma.
Bagi para pembuat film India, Sridevi adalah sosok yang sangat pemalu, tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan kurang percaya diri.
Sridevi mudah panik jika ada yang tahu tentang ketidaknyamanan psikologisnya. Dia sangat tegang, dan berusaha membangun dinding psikologis di sekelilingnya. Itu semua karena Sridevi takut orang-orang akan melihat apa yang terjadi di dalam dirinya.
" Bukan karena kesalahannya, tapi karena dia mendapat ketenaran dari usia muda yang tidak pernah memberinya kesempatan untuk bersikap mandiri. Ketenaran tersebut tidak pernah memberinya peluang untuk menjadi dirinya sendiri dan menjadi apa yang diinginkannya. Dia harus mengenakan make up dan menjadi orang lain. Bukan hanya di depan kamera, tapi juga di belakang kamera," kata Varma.
Varma mengatakan Sridevi juga takut dan cemas dengan kedua putrinya yang mengikuti jejaknya menjadi bintang film India. Sridevi khawatir kehadiran putrinya di dunia hiburan Bollywood tidak diterima masyarakat.
© Dream
" Dia sebenarnya adalah seorang anak yang terjebak dalam tubuh wanita dewasa. Dia naif tapi penuh rasa penasaran karena pengalaman pahitnya. Dan itu bukan kombinasi yang sangat bagus, " katanya.
" Soal kematiannya, kemungkinan besar disebabkan oleh kombinasi strok dan jantung yang mengakibatkan dia tenggelam secara tidak disengaja di bak mandi. Tapi obat penenang mungkin memainkan peran penting," tambah Verma.
Sridevi meninggal di kamar mandi sebuah hotal di Dubai. Laporan otopsi menyebutkan Sridevi meninggal dunia karena kecelakaan tenggelam di dalam bak mandi.
Tapi Varma juga menyebutkan soal banyaknya kasus bunuh diri dan kematian akibat kecelakaan yang terjadi setelah pesta besar atau pernikahan.
" Itu karena orang-orang yang mengalami depresi dan ketidaknyamanan tidak bisa mengerti mengapa seluruh dunia begitu bahagia dan menikmati hidup. Sementara mereka tidak bisa merasakan kebahagiaan atas semua ketenaran dan sorotan," jelas Varma.
Kata Varma, sebagian orang yang mengalami depresi sangat dalam akan melakukan bunuh diri. Sementara yang lain mengendalikan depresi dan kecemasan mereka dengan minum pilpenenang tanpa mengetahui bahwa hal itu bisa berbahaya dalam dosis dan kondisi tertentu.
" Mengesampikan spekulasi tentang kematiannya dan kembali ke titik hidupnya, saya biasanya tidak mengatakan 'Rest In Peace' kepada orang yang meninggal. Tapi dalam kasusnya saya ingin benar-benar mengatakannya karena saya sangat percaya bahwa dia akhirnya akan dan benar-benar beristirahat dalam damai sekarang untuk pertama kalinya dalam hidupnya, atau haruskah saya bilang kematiannya?"
(Sumber: iol.co.za)