Dream - Terdapat anjuran mendirikan sholat sunah baik sebelum dan sesudah sholat wajib. Anjuran ini juga berlaku untuk sholat Jumat.
Tetapi, ada sebagian kalangan yang menyakini ada anjuran melaksanakan sholat ittiba'. Sholat ini biasa didirikan sebanyak dua rakaat.
Muncul persoalan lantaran sholat sunah ittiba' tidak pernah disebutkan dalam kajian fikih. Lantas bagaimana sebenarnya kedudukan hukum sholat tersebut?
Terkait hal ini, rubrik Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama memberikan penjelasan. Sholat ittiba' tidak pernah ada dalam kitab fikih. Tetapi, jika ittiba' dimaknai sebagai istilah yang berarti mengikuti kebiasaan Rasulullah, maka hal tersebut sudah benar.
Dengan begitu, istilah sholat ittiba' sebenarnya merujuk pada sholat sunah ratib dan rawatib yang jumlah keseluruhan ada 12 rakaat.
Syekh Abu Zakariya Al-Anshori dalam karyanya Tuhfatut Thullab bi Syarhi Tajridi Tanqihil Lubab berpendapat demikian.
" (Sebagian dari sholat sunah) yang mengiringi sholat wajib juga (adalah sholat sunah ghairu muakkad yang berjumlah 12 rakaat. Dua rakaat sebelum Zhuhur atau Jumat. Dua rakaat setelahnya sebagai tambahan atas penjelasan sebelumnya. Empat rakaat sebelum Ashar. Dua rakaat sebelum Maghrib. dua rakaat sebelum Isya) berdasarkan hadits shahih mengenai ini."