Ibu 38 Tahun Ini Berhasil Raih Gelar PhD Walaupun Rawat 8 Anak

Reporter : Okti Nur Alifia
Minggu, 18 September 2022 14:01
Ibu 38 Tahun Ini Berhasil Raih Gelar PhD Walaupun Rawat 8 Anak
Jangan kira anaknya hanya satu, wanita ini mempunyai 8 anak yang harus diurus di saat ia menjalani studi pendidikannya.

Dream - Menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah, ada suami dan anak-anak yang harus dirawat. Belum lagi seabrek urusan rumah tangga lainnya.

Kegiatan yang segunung itu bahkan membuat banyak orang berpikir bahwa seorang ibu tidak mungkin bisa menempuh pendidikan karena kesibukan mengurusi masalah domestik rumah tangga.

Namun wanita Malaysia bernama Zatilfarihiah ini mematahkan stereotip tersebut. Dia berhasil menyelesaikan studi PhD-nya sembari merawat anak-anaknya.

Jangan kira momongannya cuma satu, wanita ini punya delapan anak yang harus diurus di saat menjalani studi.

1 dari 3 halaman

Menurut laman World of Buzz, Zatilfarihiah berusia 38 tahun dan telah mendaftar untuk studi PhD-nya sejak tahun 2017. Ketika pertama kali memulai perjalanan PhD, dia sudah menjadi ibu lima anak.

Tak cukup sampai di situ, selama tiga setengah tahun, dia hamil dan melahirkan tiga anak. Sehingga dia harus ekstra untuk membagi waktunya.

anak-anak Zatilfarihiah© Facebook

Dia mengaku, selama tahun akademiknya, selalu bangun pukul dua pagi untuk belajar dan mempersiapkan studinya sebelum berangkat ke universitas pada pukul delapan pagi untuk penelitiannya.

2 dari 3 halaman

Walaupun dalam kondisi hamil, dia tetap gigih membuat tesinya. Tentu tak lupa menunaikan kewajibannya sebagai ibu, merawat anak-anaknya.

“ Saya hamil saat belajar dan merenungkan kembali, saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya. Saya harus memastikan anak-anak saya terurus dengan baik dan tesis saya bisa maju,” katanya.

Zatilfarihiah© Facebook

Untung keluarganya tetap mendukung, termasuk sang suami dan ibu mertuanya. 

“ Syukurlah, suami dan ibu mertua saya sangat mendukung keputusan saya dan banyak membantu saya ketika keadaan menjadi sibuk,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Dia mengatakan, kondisinya memang tidak seperti orang lain, tantangan akademisnya sedikit berbeda karena dia harus menyesuaikan antara anak-anaknya dan studinya.

Zatilfarihiah© Facebook

“ Bagian tersulit bagi saya sepanjang tahun akademik saya adalah ketika saya hamil anak bungsu saya dan harus mempresentasikan tesis dan simposium saya. Syukurlah, semuanya berjalan dengan baik dan saya berhasil lulus tes,” katanya.

 

Beri Komentar