Indeks Kecakapan Bahasa Inggris, Indonesia Peringkat 81 dari 111 Negara

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 18 November 2022 16:00
Indeks Kecakapan Bahasa Inggris, Indonesia Peringkat 81 dari 111 Negara
Peringkat tersebut menurun dari laporan tahun lalu

Dream - Penguasaan bahasa asing menjadi salah satu aspek utama demi meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Kemampuan bahasa asing dapat membantu para pelaku bisnis dan tenaga kerja untuk bersaing memperebutkan peluang global.

Bahasa Inggris sebagai bahasa global utama dunia menjadi bahasa asing yang penting untuk dipelajari. Namun, di Indonesia kemampuan Bahasa Inggris masyarakatnya masih memprihatinkan.

Berdasarkan Laporan Indeks Kecakapan Bahasa Inggris atau EPI (English Proficiency Index) 2022 yang dirilis EF Education First, Indonesia menempati peringkat ke-81 dari 111 negara.

1 dari 2 halaman

Peringkat tersebut menurun dari laporan tahun lalu, di mana Indonesia menempati peringkat ke-80. Di Asia, negara dengan posisi tertinggi adalah Singapura yang nangkring peringkat ke-2, sementara Indonesia menempati urutan ke-15 dari 24 negara Asia.

" Laporan ini menjadi upaya EF untuk memberikan tolok ukur bagi para pembuat kebijakan, komunitas, pendidik, dan pihak relevan lainnya untuk upaya pemerataan dan peningkatan kecakapan berbahasa Inggris di negara mereka," kata Operations Director EF Adults Indonesia, Fanno Hendriawan, Kamis 17 November 2022.

Skor ini berada di level menengah, setara dengan tingkat B1 dalam Common European Framework for Reference. skor tersebut masih berada dibawah rata-rata skor regional Asia, 500.

2 dari 2 halaman

Fanno mengatakan, pentingnya penguasaan bahasa asing terutama bahasa Inggris sebagai bahasa global perlu dijadikan fokus bagi masyarakat Indonesia.

Meskipun pelajaran Bahasa Inggris sudah wajib di sekolah, katanya, praktik perlu dilakukan di luar kegiatan pelajaran.

" Seperti melalui media belajar online, membaca buku atau menonton film dalam bahasa Inggris, serta metode lainnya demi meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris," ujarnya.

Laporan : Erdyandra Tri Sandiva

Beri Komentar