Dulu Diselamatkan dari Pemburu, Saat Dewasa Dua Singa Itu Terkam Pemiliknya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 28 Agustus 2020 14:00
Dulu Diselamatkan dari Pemburu, Saat Dewasa Dua Singa Itu Terkam Pemiliknya
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali.

Dream – West Mathewson tewas setelah bergulat dengan dua singa putih yang telah ia rawat sejak kecil. Peristiwa mengerikan itu terjadi tepat di depan sang istri, Gill. Meskipun sudah mencoba menghubungi paramedis, nyawa West tak dapat diselamatkan.

Ayah empat anak itu diserang dua singa putih, bernama Tanner dan Demi, saat tengah membawa dua kucing raksasa itu berjalan-jalan di sekitar Tree Top Lodge, Hoedspruit, Afrika Selatan

Serangan singa itu sebenarnya bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, seorang pria lokal juga diserang oleh seekor singa betina yang berhasil melarikan diri dari kandang tahun 2017.

West menyelamatkan kedua singa putih itu dari kematian saat kedua hewan itu diburu. Singa yang saat itu masih berusia muda dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

" West mencintai singa-singa itu seperti halnya anak-anaknya dan menghabiskan sebagian besar hari bersama mereka," ungkap menantu perempuannya, West Tehri Mathewson.

1 dari 4 halaman

Akan tetap melindungi singa-singa itu

West© Facebook: Lion Tree Top Lodge

Ia menambahkan, singa-singa itu tidak bermaksud menyakitinya. Itu adalah sebuah kecelakaan tragis.

" Mereka akan terus dicintai dan dilindungi hingga hari dimana mereka meninggalkan bumi ini," ucapnya.

Menurut Tehri, peristiwa itu terjadi karena ‘permainan kasar’ dan mereka masih belum yakin dengan apa yang sebenarnya terjadi.

2 dari 4 halaman

Ia menyayangi singa-singa itu layaknya seorang anak

West© Facebook: Lion Tree Top Lodge

Lebih dari dua ribu pengunjung telah membayar untuk dapat berinteraksi dengan singa-singa tersebut di kandang.

" West membawa singa-singa itu kedalam hidupnya ketika mereka baru berusia seminggu. Ia memberi mereka botol susu setiap hari dan ia menyanyanginya seperti anaknya sendiri," ungkap seorang teman West.

" Sepertinya saat itu Demi dan Tanner sedikit berselisih dengan West. Dan mereka berada pada tempat dan waktu yang salah. Dan berakibat ia dianiaya oleh kedua singa putih tersebut," lanjutnya kembali.

Gill mengikutinya saat West berjalan bersama singa-singa itu. Namun Gill tetap berada di dalam mobil. Dan saat peristiwa itu terjadi ia hanya dapat membunyikan alarm. Tetapi ketika bantuan datang, West telah kehilangan banyak darah.

3 dari 4 halaman

Singa bukanlah hewan peliharaan

Juru bicara kepolisian Limpopo, Brigadir Motlfela Mojapelo, mengatakan, " Diyakini kedua singa betina itu menyerang almarhum di jalan yang biasa mereka lalui. Insiden itu terjadi di depan sang istri. Dan ia mengalami luka serius dan kehilangan banyak darah.”

West dikenal sebagai ‘Paman West’ ia sering membawa pengunjung ke penginapannya untuk berjalan-jalan bersama para singa betinanya. Dalam laman situs webnya, ia juga menampilkan anak-anak yang tengah bermain dengan singa tersebut.

Singa© Facebook: Lion Tree Top Lodge

Juru bicara kampanye Blood Lions juga ikut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa West.

" Sayangnya, kejadian tragis ini bukanlah kasus yang pertama di industri penangkaran singa di Afrika Selatan. Catatan menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir setidaknya 40 insiden serupa telah terjadi dengan seperempatnya menyebabkan kematian," ungkapnya.

ia menambahkan bahwa, “ Singa atau hewan besar lainnya, bukanlah hewan peliharaan. Mereka adalah predator yang tidak kehilangan insting liarnya.”

4 dari 4 halaman

Kejadian serupa pernah terjadi

Pada 2017, singa betina menganiaya seorang pria lokal, Justice Cebelchulu. Saat itu, ia tengah bekerja memotong kayu untuk membuat properti. Namun, rekan-rekannya yang lain menakuti singa tersebut dengan melemparinya dengan batu.

Justice pun dilarikan kerumah sakit dan ia meninggal setelah beberapa hari berjuang. Namun pihak rumah sakit mengatakan bahwa Justice meninggal oleh penyakit lain. Bukan karena serangan dari singa tersebut.

Singa© Facebook: Lion Tree Top Lodge

West saat itu menghadapi tekanan karena hewan peliharaannya itu. Ia juga mengatakan bahwa singa tidak bermaksud membunuh Justice. Ia hanya ingin bermain.

West juga menyalahkan Justice, mengatakan pria itu membuat kesalahan karena melarikan diri dan kemudian singa menyerangnya.

West menghadapi tekanan untuk menidurkan hewan peliharaannya, dan dia mengatakan kepada media bahwa singa tidak bermaksud membunuh Justice dan " hanya bermain" .

Ia mengatakan bahwa ia memelihara singa untuk menyelamatkan mereka dari perburuan.

(Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar