Hari Pers Nasional, Jokowi: Media Mainstream Tak Boleh Runtuh

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 9 Februari 2017 20:03
Hari Pers Nasional, Jokowi: Media Mainstream Tak Boleh Runtuh
Gempuran media sosial datang bertubi-tubi. Presiden Jokowi meminta media arus utama dapat teguh menjaga kode etik.

Dream - Presiden Jokowi Widodo menyimpan optimisme pada media arus utama (mainstream). Meski digempur media sosial, Jokowi yakin media arus utama akan tetap bertahan menjadi sumber informasi yang bisa dipercaya.

Hal itu dicontohkan dengan keberadaan radio yang tidak lenyap karena kehadiran televisi. Bahkan, keduanya bisa sama-sama eksis dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi.

" Media sosial tumbuh karena kecepatan, karena dinilai aktualitas, sementara media arus utama, media mainstream, menonjol karena akurasi, karena kedalaman materi-materinya," ujar Jokowi pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Lapangan Tahitu, Kota Ambon, Maluku, dikutip dari Setkab.go.id Kamis, 9 Februari 2017.

Digitalisasi komunikasi yang terjadi saat ini membuat semua orang dapat menjadi produsen berita. Semua bisa membuat berita atas apa yang dilihat, dialami, sehingga media sosial penuh dengan berita.

" Ada berita yang obyektif, yang aktual, ada kritik yang baik, tapi banyak juga berita bohong, hoax, yang mengganggu akal sehat kita," kata Jokowi.

" Ada berita yang membuat kegaduhan, banyak berita yang penuh dengan caci maki, penuh dengan fitnah, memecah belah masyarakat, dan bahkan mengancam persatuan bangsa," ucap Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengakui pada akhirnya semua itu akan semakin membuat bangsa Indonesia semakin dewasa, matang, dan tahan uji. Dia mengingatkan pelaku media arus utama tidak perlu mengeluh dengan kabar yang di media sosial, karena ini merupakan fenomena di hampir semua negara.

" Yang harus kita lakukan bersama, adalah menghentikan berita bohong, hoax, dan yang memecah belah. Berita-berita fitnah harus kita hadapi," kata Jokowi.

Dalam situasi seperti sekarang ini, di mana berita bohong dengan sangat mudah tersebar secara luas, Jokowi mengingatkan media arus utama harus mampu meluruskan pemberitaan yang melenceng.

Selain itu, media arus utama harus mampu menjernihkan kekeruhan di media sosial dan bukan malah larut dan memungut isu-isu yang belum terverifikasi.

" Media arus utama, media mainstream tidak boleh runtuh dalam menjunjung tinggi etika jurnalistik, yang menuntut faktualitas, yang menuntut obyektivitas, yang menuntut disiplin dalam melakukan verifikasi," ucap dia.

Lebih lanjut, Jokowi memberikan apresiasi terhadap upaya Dewan Pers menjalankan verifikasi kepada perusahaan media demi menjamin profesionalitas dan perlindungan wartawan.

Dengan sertifikasi, kata Jokowi, masyarakat dapat mengetahui media mana saja yang bisa dijadikan rujukan dan dapat dipercaya. (Ism) 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More