Mari Mengenal MERS, Penyebab dan Gejalanya

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 8 Mei 2014 10:42
Mari Mengenal MERS, Penyebab dan Gejalanya
Panas tinggi dan selalu keluar lendir dari hidung. Di Indonesia, dari hasil pemeriksaan laboratorium, belum ada yang postif terserang virus ini. Sejauh ini baru diduga atau suspect. Darimana mulanya?

Dream - Penyebaran Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) semakin luas. Di Timur Tengah beberapa sudah menjadi korban. Di Indonesia, memang belum ada yang positif. Memang ada korban yang sakit dengan gejala yang mirip dan baru pulang dari Timur Tengah, tapi sejauh ini status mereka masih suspect alias diduga terlular. 

Meski belum ada yang dinyatakan positif tertular virus berbahaya itu, artinya mudah-mudahan virus ini belum masuk Indonesia, tidak ada salahnya kita sama-sama mengenal virus ini, bagaimana cara kerjanya dan bagaimana pula kita menghindarinya. 

Apa itu Mers?

Hampir semua ahli kesehatan menyebutkan bahwa ini adalah emerging virus atau virus yang baru muncul. Sindrom pernafasan yang berasal dari Timur Tengah ini penyebabnya adalah corona virus. Pada November 2013, Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa beberapa unta telah diuji dan terbukti terpapar virus baru ini. Inilah pertama kalinya hewan terjangkit virus corona ini. 

Karena virus ini ditemukan dan menyebar di kawasan Timur Tengah, kemudian disebut sebagai Middle East Respiratory Syndrom Coronavirus (MERS-Cov).

Belakangan, para peneliti juga menemukan bahwa virus ini sesungguhnya secara genetik juga bersemayam pada kelelawar dari Afrika Selatan. Hanya saja belum ada bukti bahwa virus yang kemudian bermutasi dan hingga di tubuh manusia itu berhulu dari  kelelawar. Penelitian atas virus ini memang belum tuntas, tapi korban sudah berjatuhan dan sudah pula menyebar ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Italia, Arab Saudi, Prancis, Jerman, Yordania, Qatar, Tunisia, Uni Emirat Arab, dan Inggris. 

Bagaimana Gelajanya?

Gejala infeksi MERS mirip dengan influenza tapi ada beberapa yang sangat spesifik. Laman resmi Kementerian Kesehatan yang dikutip Dream, Kamis 8 Mei 2018, menyebutkan bahwa sebagian besar orang yang terinfeksi MERS akan menderita penyakit saluran pernapasan berat dengan gejala-gejala demam, batuk, dan sesak napas.

Yang membedakan gejala MERS dengan influenza biasa adalah demam tinggi. Suhu tubuh orang yang terjangkit MERS minimal 38 derajat Celcius. Sementara dari hidung terus menerus mengeluarkan mucus atau lendir.

Virus Corona sebenarnya ada banyak jenis. Di antaranya menyebabkan flu biasa. Namun virus penyebab MERS merupakan varian baru. Beda dengan coronavirus lain yang telah ditemukan sebelumnya.

Kelompok studi corona virus dari Komite Internasional untuk Taksonomi Virus memutuskan corona virus ini dinamakan sebagai MERS-Cov. Virus ini tidak sama dengan corona virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Namun mirip dengan corona virus yang terdapat pada kelelawar.

Pola penularan MERS-Cov masih diteliti. Namun telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia. Hingga saat ini belum ada vaksin yang spesifik dapat mencegah infeksi MERS-Cov. Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik dapat menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh MERS-Cov.

Beri Komentar