Kenangan Menteri Lukman Saat Jalani UN di Pesantren

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 4 April 2016 11:41
Kenangan Menteri Lukman Saat Jalani UN di Pesantren
Menteri Lukman pernah mengalami ketakutan yang begitu besar saat menjalani UN. Dia begitu khawatir tidak bisa lulus UN, yang kala itu disebut Ebtanas.

Dream - Ujian Nasional (UN) kerap menjadi momok tersendiri bagi siswa sekolah. UN dianggap sebagai indikator yang seolah menentukan masa depan para siswa.

Alhasil, banyak siswa sekolah maupun madrasah yang mengalami ketakutan saat mengikuti UN. Tidak sedikit pula siswa yang mengalami tekanan lantaran takut tidak dapat lulus dalam UN.

Pengalaman semacam ini pernah pula dialami oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dia pernah merasa sangat khawatir ketika mengikuti UN sewaktu masih bersekolah dulu.

Menurut Lukman, UN atau di masanya disebut Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) membangkitkan rasa takut karena terbayang nilai dan kelulusan yang diperoleh. Rasa takut dan khawatir itu bahkan terasa saat mengisi jawaban demi jawaban di lembar-lembar soal yang disediakan.

" Khawatir karena jawaban-jawaban yang akan kita isi itu akan membuat lulus atau tidak," kata Lukman usai meninjau persiapan ujian nasional di MAN 13 Jakarta, Senin, 4 April 2016.

Lantas, apakah Lukman remaja berani mencari contekan dari kawannya? Dengan tersenyum, Lukman membagi kisahnya.

Meski sempat merasakan kekhawatiran, Lukman berusaha untuk tetap jujur. Terlebih, di lingkungan pondok pesantren tempat dulu dia belajar, diajarkan nilai-nilai dan watak kejujuran yang tinggi.

" Ha-ha-ha. Enggaklah (mencontek). Saya kan di pondok pesantren," ucap dia.

Untuk itu, Lukman merasa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) telah membawa dampak perubahan. Dia berharap, siswa-siswi yang mengikuti UN dapat mengerjakan soal sesuai kemampuan masing-masing.

" UN bukan lagi menjadi alat untuk kelulusan. Tetapi, UN kini dapat menjadi pemetaan mutu program satuan pendidikan, pendidik, dan untuk evaluasi pemerintah sebagai penyelenggara. Jadi, bagi siswa ini ujian untuk kemampuan diri," kata Lukman. (Ism) 

Beri Komentar