Salah Satu Adegan Di Film Spongebob Squarepants. (Foto: Twitter)
Dream - Siapa pun pasti akan tertawa melihat ulah Spongebob Squarepants dan teman-temannya.
Keluguan Spongebob dan kepolosan Patrick Star sudah cukup untuk membuat tak berhenti untuk tertawa.
Tetapi tahukah Sahabat Dream, film kartun Spongebob Squarepants ini sebenarnya adalah bentuk kritik terhadap pencemaran laut?
Ternyata banyak yang tidak tidak tahu kisah nyata yang coba disampaikan melalui karakter dan adegan dalam film kartun ini.
Kritik yang terkandung dalam film ini telah menjadi obrolan hangat di Twitter dengan 46.000 retweet dan 83.000 Likes.

Melalui cuitan tersebut, ternyata bunga warna-warni yang mengambang di atas itu bukan awan seperti yang diduga banyak orang.
Bunga-bunga yang mengambang di film kartun Spongebob Squarepants itu hasil dari pencemaran minyak yang terjadi di Bikini Atoll.
Oh ya, tempat tinggal Spongebob dan teman-temannya di Bikini Bottom sebenarnya plesetan dari Bikini Atoll.
Bikini Atoll adalah tempat uji coba nuklir Amerika Serikat dan pembuangan minyak oleh perusahaan yang tak bertanggung jawab.
Karena jadi tempat uji coba nuklir dan pembuangan minyak, karakter di film ini mengalami mutasi. Mereka bisa bicara dan berjalan seperti manusia.
Kalau kita lihat adegan di film tersebut, penduduk Bikini Bottom hidup dari sampah dan itulah realitas dunia nyata.

Rumah Squidward dari dekorasi akuarium, Spongebob tinggal di dalam nanas, dan rumah penduduk Bikini Bottom dari knalpot yang dibuang di laut.
Bahkan Spongebob Squarepants sendiri sebenarnya bukan ikan atau spons untuk mencuci piring. Ia adalah sea sponge, sejenis bunga karang, yang mengalami mutasi akibat pencemaran laut.
Pencipta kartun Spongebob Squarepants, Stephen Hillenburg, adalah mantan guru biologi kelautan. Mungkin ini adalah pesan tentang pencemaran laut yang coba dia sampaikan melalui kartun ini.
Sumber: Lobak Merah