Presiden Joko Widodo (Foto : Setkab.go.id)
Dream - Konser Putih Bersatu, Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin akan dibanjiri sekitar 500 seniman, selebritas dan tokoh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat, Sabtu 13 April 2019.
Kedua pasangan calon Presiden nomor urut 01 dipastikan hadir dalam kampanye akbar ini sebelum mengikuti debat terakhir nanti malam.
" Diprediksi ada satu juta orang akan hadir memenuhi Kawasan GBK, mengular hingga ke Bundaran HI," kata Erick Tohir, Ketua Tim Kampanye Nasional, pada keterangan rilis yang diterima Dream, Sabtu 13 April 2019.
Ratusan artis dan musisi dipastikan hadir meramaikan konser putih Jokowi-Amin seperti Glenn Fredly, Ruth Sahanaya, Yuni Shara, Krisdayanti, Addie MS, Ashanty, Dira Sugandi, Teza Sumendra, Sophia Latjuba, Andien, Nirina Zubir, BIMBO, Slank.
Berbagai kerja kolaborasi seni akan ditampilkan, di antaranya HipHop RnB Bersatu, Diva Bersatu, Legend Bersatu, Partai dan Caleg Bersatu, Vokalis Band Bersatu, 100 Gitaris Bersatu, DJ Bersatu, serta Komika Bersatu.
Erick mengatakan konser putih bersatu ini merupakan acara untuk rakyat. " Kampanye akbar ini bukan acara kami tapi acara rakyat Indonesia. Semangat persatuan dan kolaborasi harus digaungkan," tegasnya.
Menurut Erick, pasangan Capres Jokowi-Amin direncanakan akan tiba di venue pada sore hari. Jokowi akan berorasi dan memohon doa restu kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memimpin Indonesia.(mut)
Dream - Selain dibanjiri ratusan selebritas dan tokoh, konser putih Jokowi dan Ma’ruf Amin, akan dihadiri 4.500 relawan pijat refleksi yang menyediakan jasa gratis.
Ketua Relawan Budiman M Nasir menyatakan mereka menyediakan tenaga untuk menjaga relaksasi para pendukung Jokowi yang seharian akan meluapkan kegembiraan akbar.
" Akan ada pijat gratis dari 4.500 relawan profesional bidang refleksi," kata Budiman.
Nasir mengatakan pijat gratis akan disebar di berbagai kawasan konser putih yang penuh massa. Di antaranya tribun-tribun Stadion Utama, tenda-tenda medik, tenda stand bazaar, serta samping barikade di wilayah parkir timur.
Nasir mengaku gerakan mereka di konser putih bersatu adalah bentuk ekspresi ingin bersama Jokowi mendukung Indonesia maju.
" Tolong Indonesia, bantu negara, hidup yang jujur dan selalu membantu sesama," kata Nasir menyampaikan pesan Kiai Ma’ruf Amin.
Sementara Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Tohir mengatakan konser putih calon Presiden nomor urut 01 dipastikan hadir jutaan massa pendukung pasangan Jokowi – Ma’ruf di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
" Antusiasme sangat tinggi, mereka dengan rela mengorbankan waktu, tenaga dan biaya” kata Erick Tohir, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin.
Dream - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyindir kecepatan teknologi yang ditawarkan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi.
" Buat apa cepat kalau kekayaan kita mengalir ke luar negeri," kata Prabowo, Sabtu, 30 Maret 2019.
Prabowo menyebut, setiap penggunaan dan pembangunan teknologi yang dibuat pemerintah harus memiliki punya tujuan.
" Kalau tujuan pemerintah tidak jelas, maka akan ada kerugian besar bagi negara," ujar dia.
Prabowo menyebut, masih banyak kekayaan bangsa Indonesia yang berada di luar negeri. Meski dengan kemajuan teknologi informasi tinggi, harus ada keinginan politik untuk menangani itu.
" Saya lebih baik pakai kekuatan lama tapi kekayaan tidak keluar dari Indonesia," kata dia.
Di awal jawaban, Prabowo menyebut pentingnya teknologi informatika bagi pemerintahan. Dia menyebut teknologi informatika dapat membuat transparan pemerintah.
Pada bagian lain, Prabowo sempat menyinggung soal penggunaan Teknologi Informasi (TI) yang telah menjadi keharusan untuk dilaksanakan setiap pemerintah. Salah satunya bisa dilaksanakan dengan mengembangan sistem satu identitas tunggal (Single Identity Card).
" Tak perlu banyak-banyak kartu. Yang penting untuk kesejahteraan, ini yang harus dipegang," ujar Prabowo
Sementara Jokowi menyatakan penggunaan sistem teknologi akan membantu mewujudkan pelayanan yang bersih dan cepat.
" Ke depan negara yang besar tak menguasai yang kecil. Tapi adalah negara cepat yang menguasai yang lambat," kata Jokowi.
" Kita siapkan negara yang cepat, cepat memutuskan cepat merespon yang ada," ujarnya.(Sah)