Makna Surat At Takwir, Dahsyatnya Goncangan Hari Kiamat

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 22 Januari 2021 10:50
Makna Surat At Takwir, Dahsyatnya Goncangan Hari Kiamat
Surat At Takwir adalah salah satu surat yang menggambarkan tentang dahsyatnya hari kiamat.

Dream – Surat At Takwir adalah surat ke-81 dalam Al Quran. Surat At Takwir tergolong dalam surat Makkiyah yang terdiri dari 29 ayat.

At Takwir bermakna menggulung yang diambil dari dasar kata ‘kuwwirat’ pada ayat pertama surat ini. Surat At Takwir adalah salah satu surat yang menggambarkan tentang dahsyatnya hari kiamat. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi Nabi SAW bersabda:

“ Barangsiapa yang ingin merasakan hari kiamat seperti menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, hendaklah ia membaca “ idza syamsu kuwirat, idza syamaaunfatarat, dan idza syamaaunsyaqat”. (HR. Tirmidzi)

Di awal surat At-Takwir, Allah bersumpah dengan 12 sumpah berturut-turut tentang kejadian-kejadian hari kiamat yang sangat dahsyat untuk menekankan dan menegaskan bahwasanya pada hari tersebut setiap jiwa mengetahui apa yang telah dia kerjakan selama di dunia.

1 dari 3 halaman

Surat At Takwir 1-29 Dan Terjemahan

 

Surat At Takwir© Foto: surahquran.com

Artinya:

Apabila matahari digulung, (1) dan apabila bintang-bintang berjatuhan, (2) dan apabila gunung-gunung dihancurkan, (3) dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan [tidak diperdulikan], (4) dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, (5) dan apabila lautan dipanaskan, (6) dan apabila ruh-ruh dipertemukan [dengan tubuh], (7) apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, (8) karena dosa apakah dia dibunuh, (9) dan apabila catatan-catatan [amal perbuatan manusia] dibuka, (10) dan apabila langit dilenyapkan, (11) dan apabila neraka Jahim dinyalakan, (12) dan apabila surga didekatkan, (13) maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. (14) Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, (15) yang beredar dan terbenam, (16) demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, (17) dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, (18) sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman [Allah yang dibawa oleh] utusan yang mulia [Jibril], (19) yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ’Arsy, (20) yang dita’ati di sana [di alam malaikat] lagi dipercaya. (21) Dan temanmu [Muhammad] itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. (22) Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. (23) Dan Dia [Muhammad] bukanlah seorang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. (24) Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, (25) maka ke manakah kamu akan pergi? [1] (26) Al Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (27) [yaitu] bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (28) Dan kamu tidak dapat menghendaki [menempuh jalan itu] kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (29)

2 dari 3 halaman

Sebab Turunnya Surat At Takwir

Ilustrasi© Pexels.com

Imam ibnu Jarir dan Imam ibnu Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadits melalui Sulaiman ibnu Musa yang telah menceritakan bahwa sewaktu ayat ini diturunkan, "  [yaitu] bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus."  (Q.S. At-Takwir: 28). 

Abu Jahal berkata: " Hal tersebut terserah kepada diri kami sendiri, jika kami menghendaki, niscaya kami dapat menempuh jalan yang lurus itu; dan jika kami tidak menhendakinya, niscaya kami tidak akan dapat menempuh jalan itu." Maka Allah menurunkan firmanNya yang lain, yaitu: " Dan kamu tidak dapat menghendaki [menempuh jalan itu] kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam."  (QS. At-Takwir: 29).

Tidak ditemukan riwayat yang bersumber dari Nabi saw. yang menjelaskan nama surat ini. Dalam Sunan at-Tirmidzi dan Ahmad melalui sahabat Nabi saw, Ibn 'Umar ra., ditemukan bahwa Nabi saw bersabda: " Siapa yang ingin melihat Hari Kiamat bagaikan melihatnya dengan pandangan mata kepala, hendaklah dia membaca Idza asy-Syamsu Kuwwirat, dan Idza as-Sama' Infatharat, dan Idza as-Sama' Insyaqqat.”

Surat At Takwir berisi uraian tentang Hari Kiamat dan balasan yang akan diterima masing-masing orang.

Namanya at Takwir (penggulungan matahari) merupakan petunjuk yang jelas tentang tujuan utama itu bagi yang memerhatikan kandungan ayat-ayatnya yang menjelaskan tentang balasan sekaligus keagungan Al Quran.

3 dari 3 halaman

Kandungan Pokok Surat At Takwir

Ilustrasi© Pexels.com

 

Kandungan pokok dalam surat At Takwir adalah kegoncangan-kegoncangan yang terjadi pada hari kiamat. Pada hari kiamat setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerja- kannya waktu di dunia.

Surat At Takwir mengemukakan tentang kejadian-kejadian pada hari kiamat serta kebenaran Al Quran sebagai wahyu Allah SWT dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar