Kandungan Surat Yusuf Ayat 4, Tersirat Pesan Menghindari Aksi Flexing di Medsos

Reporter : Arini Saadah
Senin, 28 Maret 2022 16:01
Kandungan Surat Yusuf Ayat 4, Tersirat Pesan Menghindari Aksi Flexing di Medsos
Padahal aksi pamer sesuatu ke orang lain ini bisa berdampak buruk, salah satunya munculnya rasa iri dan dengki.

Dream – Flexing atau pamer harta kekayaan di media sosial pernah menjadi tren yang marak di masyarakat. Bahkan muncul julukan Crazy Rich oleh para netizen kepada para pemilik akun yang gemar memamerkan kekayaan mereka baik berupa mobil, rumah, perhiasan, bahkan item fashion yang digunakan.

Manusia memang memiliki naluri untuk memamerkan apa yang dia dapatkan dari hasil usahanya ke orang lain, baik keluarga maupun teman. Tabiat ini sayangnya bisa menjerumuskan seseorang pada sifat riya bahkan sombong.

Aksi pamer sesuatu ke orang lain ini tak hanya merugikan diri mereka. Mereka yang melihat unggahan berisi konten flexing bisa melahirkan sifat iri dan dengki dari orang lain. Terlebih kini aksi flexing di media sosial sudah tidak bisa terbendung lagi. Semua orang memamerkan apa pun yang dimiliki.

Sebagai umat Muslim, sebaiknya kita kembali menyadarkan diri sendiri tentang bahaya dari pamer harta kekayaan. Sebab Allah Swt mengajarkan kepada hamba-Nya untuk sebisa mungkin menjaga nikmat dengan menyembunyikannya dari orang lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa iri dan dengki dari orang lain.

Cukuplah nikmat yang didapatkan hanya diketahui orang yang berkepentingan saja dan jangan sampai menyebabkan pertikaian, terutama antar keluarga yang sebisa mungkin harus kita hindari. Firman Allah dalam Quran, khususnya Surat Yusuf ayat 4 menyimpan pesan mendalam kepada umat Islam untuk menghindari flexing di media sosial.

1 dari 5 halaman

Arti Surat Yusuf Ayat 4

Surat Yusuf ayat 4 ini mengandung pesan yang mendalam dari Allah Swt. Surat Yusuf ayat 4 ini menceritakan percakapan antara Nabi Ya’kub dengan sang anak yaitu Nabi Yusuf.

Berikut bacaan dan arti Surat Yusuf ayat 4:

اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ

Idz qaala yuusufu liabiihi yaa aabati innii ra’aitu ahada ‘asyara kaukaban wasy-syamsa wal qamara ra’aituhum lii saajidiin.

Artinya:

" (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “ Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.”

2 dari 5 halaman

Surat Yusuf ayat 5

Sebenarnya surat Yusuf ayat 4 ini bersambung maknanya dengan surat Yusuf ayat 5. Ini dia bacaan arab, latin dan artinya yang perlu kamu ketahui:

قَالَ يٰبُنَيَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلٰٓى اِخْوَتِكَ فَيَكِيْدُوْا لَكَ كَيْدًا ۗاِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Qaala yaa bunayya laa taqshus ru’yaaka ‘alaa ikhwatika fayakiidu laka kaidan innasy-syaithaana lil ingsaani ‘aduwwum mubiin.

Artinya:

" Dia (ayahnya) berkata, “ Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”

3 dari 5 halaman

Tafsir Mimpi Nabi Yusuf

Seperti telah dijelasnkan sebelumnya, Surat Yusuf ayat 4 sekaligus 5 ini mengisahkan tentang percakapan antara Nabi Yusuf dan ayahnya, Nabi Ya’kub.

Surat Yusuf ayat 4 berisi tentang Nabi Yusuf yang menceritakan mimpinya kepada sang ayah bahwa ia melihat sebelas bintang, bulan dan matahari yang bersujud kepadanya. Mimpi tersebut sangat mengejutkan Nabi Ya’kub. Sebab beliau mengetahui arti mimpi yang dialami putranya.

Menurut Imam Ibnu Katsir, Nabi Ya’kub menjelaskan sebelas bintang yang dimaksud dalam mimpi adalah saudara-saudara Nabi Yusuf berjumlah 11 orang. Sedangkan rembulan dan matahari adalah simbol dari sang ibu dan ayahnya.

4 dari 5 halaman

Saran Nabi Ya'kub kepada Nabi Yusuf

Nabi Ya’kub pun melihat adanya kemungkinan anak-anaknya akan terjerumus pada tipu daya setan, yaitu berupa rasa iri dan dengki antar keluarga.

Khawatir hal itu akan terjadi, maka Nabi Ya’kub meminta kepada Nabi Yusuf untuk menyembunyikan mimpinya dari saudara-saudaranya. Saran ayahnya tersebut tertuang dalam Surat Yusuf ayat 5.

Sang ayah memberikan saran tersebut untuk menyelamatkan anak-anaknya dari rasa iri dan dengki. Sebab andai mereka mengetahui artinya, kemungkinan akan muncul rasa iri. Terbukti saat saudara-saudara Nabi Yusuf yang pada akhirnya tahu akan mimpi itu, mereka pun iri dan membenci Nabi Yusuf.

5 dari 5 halaman

Tersirat Makna untuk Tidak Pamer

Meskipun Nabi Yusuf tidak menceritakan mimpi tersebut kepada saudara-saudaranya, namun pada akhirnya mereka mengetahui dengan sendirinya. Padahal Nabi Yusuf pun tidak memamerkan arti mimpi tersebut kepada para saudaranya.

Saran dari Nabi Ya’kub kepada Nabi Yusuf di atas adalah langkah benar supaya keluarganya terhindar dari penyakit iri dan dengki. Menghindari rasa iri dari orang lain sangatlah penting yaitu dengan menyembunyikan kemewahan dan nikmat yang dimiliki. Hal ini tertuang dalam ajaran Islam, khususnya surat Yusuf ayat 4.

Sebaiknya menyembunyikan suatu nikmat yang sedang akan didapat sampai nikmat tersebut benar-benar didapatkan. Ibnu Katsir dan juga ahli tafsir lainnya mengutip sebuah hadi yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Adiy dan Abu Nu’aim yang artinya:

" Berusahalah memperoleh kebutuhanmu dengan cara menyembunyikannya. Sesungguhnya setiap nikmat memilikii pendengkinya masing-masing."

Itulah makna tersembunyi di balik Surat Yusuf ayat 4 dan 5 yang sangat mendalam. Makna tersirat ini sebagai pelajaran betapa pentingnya kita menjaga diri dari para pendengki dengan tidak menceritakan nikmat yang didapatkan, apalagi sampai memamerkan harta kekayaan kepada orang lain di media sosial. Sebab hal itu sangat mungkin menimbulkan perasaan iri dari orang yang melihatnya.

 

Sumber: Islami.co, berbagai sumber.

Beri Komentar