Cegah Penularan Covid-19, Ini Mekanisme Kepulangan Atlet PON XX Papua

Reporter : Arini Saadah
Senin, 11 Oktober 2021 19:00
Cegah Penularan Covid-19, Ini Mekanisme Kepulangan Atlet PON XX Papua
Menurutnya biaya tes dan karantina para atlet harus ditanggung pemerintah dan satgas covid-19 di daerah.

Dream - Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua segera berakhir. Upacara penutupan akan diadakan pada 15 Oktober 2021. Sejak pembukaan hingga saat ini, tercatat 83 atlet yang berlaga di PON XX terkonfirmasi positif Covid-19.

Pemerintah berupaya mengantisipasi kepulangan atlet ke daerah asal karena mayoritas cabor PON Papua sudah selesai dilaksanakan dalam dua minggu penyelenggaraan. Pemerintah tengah mengevaluasi mekanisme kepulangan atlet, pelatih, dan ofisial ke kampung halaman.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), mengatakan, perlu membahas mekanisme kepulangan atlet dari PON XX Papua termasuk kewajiban menjalankan tes dan karantina.

Menurut Airlangga, biaya tes dan karantina para atlet harus ditanggung pemerintah dan satgas Covid-19 di daerah.

“ Membahas mekanisme kepulangan atlet dari PON XX Papua, diharapkan biaya tes dan karantina ditanggung oleh pemerintah daerah dan satgas covid19 daerah,” ucap Airlangga dalam acara Konferensi Pers PPKM di Jakarta, 11 Oktober 2021.

1 dari 2 halaman

Isolasi Terpusat oleh Pemda

Ilustrasi© Humas/Zaki

Mekanisme kepulangan para atlet dan official ke kota asal sudah ditetapkan oleh pemerintah. Mereka perlu melaksanakan tes PCR sejak keberangkatan dari Papua dan setelah tiba di bandara di daerah tujuan. Mereka juga perlu menjalankan karantina secara terpusat selama lima hari di lokasi yang sudah disiapkan oleh Pemda masing-masing.

Untuk memperjelas dan menegaskan kembali pengaturan dan mekanisme kepulangan para Peserta PON tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 akan segera melakukan review kembali dan revisi Surat Edaran (SE) Ketua Satgas Penanganan Covid-19, sehingga bisa diberlakukan mulai Selasa, 12 Oktober 2021.

“ Ini pemerintah melalui Satgas Covid akan memperbaiki perubahan revisi SE Satgas Covid19 ini akan diberlakukan terkait wajib karantina di daerah per tanggal 12 oktober,” ujar Airlangga Hartarto.

Ia menambahkan, ada laporan sebanyak 30 persen atlet sudah kembali dengan menjalankan peraturan sebelum revisi yakni isolasi mandiri. Sejak diberlakukannya peraturan baru, maka 30 persen atlet tersebut akan ditarik ke isolasi terpusat selama 5 hari.

“ kemarin susah sekitar 30 persen atlet kembali itu persyaratannya isolasi mandiri, sehingga ini akan ditarik menjadi isolasi di karantina selama 5 hari,” lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Penyebab Penularan Para Atlet

Ilustrasi© Dok. Biro Komunikasi Kementerian PUPR

Sementara itu, Menteri Kesahatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, terdapat 83 atlet yang telah terkonfirmasi positif Covid-19.

“ Jadi memang sudah diidentifikasi sampai tadi siang 83 kasus konfirmasi dan memang terjadi konsentrasi di beberapa cabor seperi judo, sepatu roda, dan panahan, juga konsentrasi terjadi di provinsi asal,” jelasnya.

Kemenkes sudah melakukan pengamatan yang menyebutkan bahwa kemungkinan besar penularan virus terjadi di penginapan. Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena satu kamar ditempati oleh empat orang atlet dan juga adanya makan bersama.

“ Terjadinya penularan ini kemungkinan besar terjadi di penginapan. Karena satu kamar ditempati oleh 4 orang atlet dan juga diadakan makan bersama,” imbuhnya.

Ia mengingatkan untuk acara besar ke depannya agar lebih diperbaiki tentang protokol kesehatan.

“ Hal ini menjadi catatan untuk acara besar seperti ini perlu perbaikan ke depannya. Disiplin menjalankan protokol kesehatan juga masih bisa diingatkan terutama memberi wewenang yang besar kepada satgas covid-19 di daerah,” ucapnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar