Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Rasulullah Muhammad SAW, tidak bisa disanggah, punya peran sangat vital bagi kehidupan seluruh umat di dunia. Karena Rasulullah mengajarkan umat manusia akan segala macam kebaikan.
Ajaran yang ditinggalkan Rasulullah punya andil sangat besar dalam membangun peradaban yang berbasis pada cinta kasih dan ketentraman.
Rasulullah mengajarkan untuk bersemangat dalam melakukan semua kebaikan. Tidak hanya kepada sesama namun juga semesta.
Dari Rasulullah, kita tahu bagaimana adab pergaulan. Tak hanya itu, dari Rasulullah pula kita tahu bagaimana memperlakukan hewan dan tanaman.
Seluruh hal yang ada pada diri Rasulullah adalah kebaikan. Sehingga patutlah kiranya kita berterima kasih kepada Sang Nabi dengan mengucap lafal ini.
جَزَى اللَّهُ عَنَّا مُحَمَّدًا بِمَا هُوَ أَهْلُهُ
Jazallahu 'anna muhammadan bima huwa ahluhu.
Artinya,
" Semoga Allah membalas Nabi Muhammad SAW atas kebaikannya kepada kami dengan sesuatu yang sesuai kedudukannya."
Sumber: Harakah.id.
Dream - Namanya rezeki material, selalu naik turun. Sehari lancar dan berlimpah, kadang sulit dan seret.
Kondisi ini tentu bisa dialami siapa saja. Tidak pandang bulu, di profesi apapun.
Tidak pula bisa dipungkiri, saat seret rezeki semua terasa sulit. Ingin beli ini itu jadi batal.
Apalagi jika kebutuhan yang hendak dipenuhi sifatnya penting. Kita jadi terpaksa mencari jalan keluar dengan berutang.
Ketika sedang dalam kondisi sulit rezeki, doa ini perlu dibaca. Doa tersebut diriwayatkan Imam Ibnu As Sunni dari Ibnu Umar RA, dari Rasulullah Muhammad SAW.
بِسْمِ اللَّهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِينِي، اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا قُدِّرَ لِي حَتَّى لا أُحِبَّ تَعْجِيلَ مَا أَخَّرْتَ، وَلا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ
Bismillahi 'ala nafsi wa mali wa dini, allahumma radldlini bi qada'ika, wabarik li fima quddira li khatta la ukhibba ta'jila ma akhkharta wa la ta'khira ma 'ajjalta.
Artinya,
" Dengan menyebut nama Allah atas diriku, hartaku dan agamaku. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ridha (menerima) atas ketetapan-Mu. Serta, berkahilah aku atas rizki yang Engkau tentukan. Sehingga, aku tak tergesa meminta sesuatu yang Engkau akhirkan atau mengakhirkan sesuatu yang Engkau hendak percepat.”
Sumber: Bincang Syariah