Fitur Baru Mirip Kabah, PUBG Diprotes

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 28 Maret 2019 08:00
Fitur Baru Mirip Kabah, PUBG Diprotes
Dianggap menyerupai dengan bentuk bangunan suci di Masjidil Haram.

Dream - Gim PlayerUknown's BattleGrounds (PUBG) kembali memicu kontroversi. Baru-baru ini, PUBG mengeluarkan fitur baru yang dinilai melecehkan umat Islam.

Fitur baru yang disediakan untuk menyambut ulang tahun PUBG berupa kotak hitam bernama Birthday Crate. Fitur itu menawarkan hadiah Birthday Chicken dan kesempatan meraih topeng khas disk jockey (DJ) Alan Walker.

Tetapi, desain kotak berwarna hitam itu dianggap mirip dengan Kabah, yang berada di Mekah, Arab Saudi. Bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam sedunia.

Dikutip dari Mili Chronicle, Rabu 27 Maret 2019, salah satu pengguna Twitter, @ShoebAsiddiqi1, menganggap gim ini telah menyerang umat Islam.

" Salah satu kotak hadiah/ login PUBG tidak sopan, terlihat seperti Kabah, lokasi paling suci Muslim di seluruh dunia. Berharap kamu (pengembang) memperhatikan ini," kata akun tersebut.

Fitur gim PUBG bukan pertama ini saja dikeluhkan. Beberapa waktu lalu, topeng pelengkap kostum karakter di gim juga menyebabkan amarah pengguna gim di Jepang dan China.

Topeng yang dibuat menampilkan desain matahari terbit yang digunakan oleh militer Kekaisaran Jepang.

Pengembang gim kemudian meminta maaf, melepas topeng dan mengeluarkan pernyataan yang berjanji akan teliti dalam memilih simbol gim di masa mendatang.

" Kami meminta maaf karena menyebabkan masalah pada item topeng. Kami akan melakukan pemeriksaan ulang keseluruhan dari proses produksi gambar untuk mencegah terulangnya hal itu. Kami akan meningkatkan prosedur untuk memeriksa item game sebelum rilis dan meminta penanggung jawabnya bertanggung jawab, ” tulis pengembang gim.

1 dari 4 halaman

Menkominfo Siap Hapus PUBG Bila Banyak Mudaratnya

Dream - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudiantara masih mempelajari bahaya yang dampak game online Player Unknown's Battlegrounds (PUBG).

Kominfo juga berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang sedang mengkaji fatwa haram game itu.

" Ya kita tunggulah koordinasi beberapa pihak yang salah satunya MUI, karena yang mengangkat MUI jadi kita tunggu saja ya. Kalau menjadi kemudaratan bagi bangsa, tentu kita harus pertimbangkan (hapus). Itu saja," ujar Rudi dikutip dari Merdeka.com, Selasa 26 Maret 2019.

Berbagai kalangan menganggap game PUBG menjadi salah satu penyebab pemainnya berperilaku keras dan ingin meniru setiap adegan yang dilakukannya ketika bermain.

Kasus terbaru, pelaku teror di Selandia Baru juga mengaku terinspirasi melakukan aksi kejamnya dari game yang diciptakan perusahaan asal Tiongkok, Tencent itu.

(ism)

2 dari 4 halaman

India Larang PUBG, Ini yang Dilakukan Tencent

Dream - Perusahaan pembuat gim PlayerUknown's BattleGround (PUBG), Tencent, sedang menguji coba fitur batas waktu bermain gim ini. Uji coba itu dilakukan di server India.

Tencent mengatakan, fitur baru untuk membuat keseimbangan masa pakai ponsel yang lebih baik. Phone Radar menyebut, batas waktu yang ditetapkan yaitu 6 jam. Tiap harinya, batas waktu itu akan diatur ulang pada pukul 05.30.

Selain itu, Tencent juga akan melengkapi gim ini dengan verifikasi usia. Apakah, si pemain gim berusia di atas 18 tahun atau tidak.

Belum jelas apakah, sistem ini akan diberlakukan untuk versi PC atau mobile dari gim ini.

Di India, gim ini telah dilarang untuk dimainkan. Polisi juga telah menggelar penangkapan terhadap pemain yang melanggar aturan itu.

Meski dilarang, gim bertema battle royal seperti Apex Legends dan Fortnite masih dapat dimainkan di India. Bahkan kabarnya, Apex Legends dikabarkan akan keluar dengan versi mobile pada akhir tahun ini.

3 dari 4 halaman

Fatwa Haram PUBG Diketok MUI Bulan Depan?

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menargetkan fatwa haram permainan online, PlayerUknown`s BattleGrounds (PUBG), akan rilis bulan depan. MUI saat ini masih menunggu masukan dari pihak-pihak terkait.

" Ya tidak terlalu lama. Paling lama 1 bulan. Bahkan lebih cepat lebih baik supaya orang tidak bingung, tidak ada keraguan justru harus ada kepastian," kata Wakil Sekjen MUI Pusat, Amirsyah Tambunan, Senin, 25 Maret 2019.

Dilaporkan Merdeka.com, Amirsyah mengatakan, akan terus meminta masukan berbagai pihak atas putusan itu. Nantinya, kajian yang masuk ke MUI akan dipertimbangkan dengan baik.

" Apakah nanti fatwanya segera akan diterbitkan tergantung pada kajian akademik dan masukan berbagai pihak. Aspek kesehatan, psikologi, semua pihak kita mintai masukan," ucap dia.

MUI, kata Amirsyah, mendukung gim yang mengedukasi generasi muda, misalnya gim mengenai ilmu pengetahuan alam dan matematika.

Tetapi, MUI Pusat secara tegas menolak gim yang mengandung tema kekerasan, pornografi, dan horor.

Amirsyah menyebut, gim dengan konten semacam itu dapat merusak pikiran generasi muda dan memunculkan benih radikal teroris di dalam dirinya.

" Intinya gim yang menghabiskan waktu membuat pikiran orang yang nonton keracunan, ketergantungan, dan melalaikan tugas-tugas pelajar sesungguhnya lebih banyak mudarat," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Titin Suprihatin)

4 dari 4 halaman

Wacana Bergulir

Meski begitu, wacana pelarangan mengenai gim berbau kekerasan terus bergulir. Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Ihsan Abdullah menyebut, momentum pelarangan gim berbau kekerasan, usai peristiwa teror di Selandia Baru, sebetulnya tepat.

" Kalau masih gejala semacam ini kan bagus kalau segera dilakukan fatwa supaya menjadi dasar melarang proses permaian itu," ujar Ihsan.

Tetapi, Ihsan tak ingin terburu-buru. Saat ini, Komisi Hukum MUI Pusat sedang mengkaji beberapa aspek dari konten gim tersebut. Dia bahkan telah mengajukan wacana tersebut ke Komisi Fatwa.

" Komisi Fatwa MUI mungkin akan meminta komisi pengkajian dan beberapa komisi lain untuk mendapat masukan yang komprehensif akibat dari permainan ini, baik dari segi konten maupun segi lainnya," ucap dia.

Dia mencontohkan, permainan seperi PUBG itu telah menimbulkan keasyikan kalangan remaja, hingga lupa beraktivitas pokok. " Gim ini menimbulkan keasyikan hingga lupa makan. Anak-anak SMA itu pulang dari sekolah nangkring di warnet," kata dia.

Beri Komentar