Ilustrasi
Dream - Amarah meruap dari wajah ganteng itu. Suara agak meninggi. Wajah memerah. Dan lelaki yang berjas, berdasi dengan kemeja putih itu bernama Benjamin Geza Affleck Boldt. Pada acara yang dilayarkan sebuah stasiun televisi itu, dia terlihat menahan kejengkelan.
Mungkin tak banyak yang mengenal siapa Benjamin Geza Affleck Boldt ini. Tapi kalau kita cuplik nama sohornya, Ben Afflek, mereka yang setia dengan layar lebar Hollywood pasti sudahlah mengenal.
Ya, ini tentang bintang tenar itu. Pada acara talk show yang digelar awal Oktober lalu, kesabaran Ben Afflek sudah tandas. Bersama empat pembicara lainnya, hari itu Affleck menjadi tamu dalam program dialog Real Time with Bill Maher.
Meski dia seorang penganut Kristen yang taat, aktor 42 tahun berdarah campuran Irlandia-Jerman ini, marah alang kepalang ketika Islam disebut sebagai agama mafia. Adalah Bill Maher, yang sohor sebagai presenter kontroversial, yang memantik tuduhan itu.
" Apa maksud Anda? Apakah hanya untuk mengutuk Islam. Kita telah membunuh lebih banyak muslim ketimbang mereka membunuh kita," geram Affleck dengan nada tinggi, menyergah pernyataan Maher.
Kemarahan bintang tampan ini memang sungguh di luar sangkaan. Tapi sesungguhnya bukan cuma dia yang marah. Di negeri Barrack Obama itu, banyak juga penganut Kristen yang taat gerah dengan tuduhan agama mafia itu. Suami Jennifer Gardner itu hanyalah satu dari khayalak banyak itu.
*****
Islam sesungguhnya sedang mekar di Negeri Paman Sam itu. Sejumlah data kependudukan menunjukan jumlah warga Muslim sekitar 2,6 juta orang dari sekitar 319 juta penduduk di negeri itu. Naik fantastis selama sepuluh tahun terakhir.
Dengan jumlah sebesar itu, Islam merupakan agama terbesar di negeri itu setelah kristen dan Yahudi. Dan jumlah warga muslim itu diramalkan bakal meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Sayangnya, sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang, selalu diidentikan dengan Islam oleh warga negeri itu. Runtuhnya menara kembar World Trade Center (WTC), pada 9 September 2001, misalnya, menjadi titik nadir bagi penganut Islam di sana.
Mereka dicap sebagai pendukung teroris oleh sekelompok orang. Bahkan dicap sebagai teroris. Akibatnya mereka menjadi sasaran kebencian. Warga Mulism menjadi ketakutan, di negeri yang sohor sebagai ibukota kebebasan dunia itu.
Survei Pew Research Center pada 2007 menangkap ketakutan itu. Sesudah kejadian 11 September 2001, Muslim kesusahan dalam banyak bentuk.
Sebanyak 28 persen muslim AS merasa kehidupannya selalu dipenuhi tatapan kecurigaan. Sementara 22 persen merasa seringkali menerima sebutan yang melecehkan.
Untuk urusan perjalanan, muslim Amerika harus memiliki kesabaran berlipat ganda. Di Bandar Udara, 13 persen muslim AS merasa diperlakukan berbeda.
Belum lagi urusan dengan aparat penegak hukum. Pelecehan hingga diskriminasi sudah menghantui 52 persen penduduk muslim.
Survei yang merunut pada data 2007 ini, tak berbeda jauh dengan kondisi saat ini. Sebanyak 55 persen muslim AS masih merasakan kehidupan yang semakin susah sejak runtuhnya menara kembar itu.
Namun di tengah stigma negatif yang mendera, muslim AS justru merasakan berkah lain. Islam makin banyak dipelajari. Ketaatan muslim terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW makin menarik perhatian warga di sana.
Islam tak hanya berkembang di kalangan imigran, pendatang, atau akademisi. Islam muncul di Hollywood. Pusat hedonisme dan kesenangan, dunia di mana Ben Affleck, para artis dan pesohor dunia mencangkul hidup dan benderang ke sekujur dunia.
*****
Islam dan Hollywood ibarat bumi dan langit. Islam menawarkan kehidupan yang tak hanya berkutat di urusan duniawi. Sebaliknya Hollywood sudah seperti pusat kebahagiaan dunia.
Dua hal ini bersatu pada dalam harmoni yang sulit dijelaskan.
Tapi jika membuka lembaran sejarah muslim Amerika, Islam memang bukan sesuatu yang baru di Hollywood. Entah sudah berapa banyak warga AS yang memeluk Islam. Menjadi mualaf terang-terangan atau mengatupnya demi alasan pribadi.
Siapa tak kenal dengan Muhammad Ali. Petinju yang juga dijuluki “ bermulut besar” ini secara mengejutkan menyatakan diri sebagai muslim. Di tengah kejayaannya, pria dengan nama asli Cassius Clay ini memutuskan menjadi mualaf.
Bagi sebagian besar penduduk dunia, Ali mungkin ikon dari sosok muslim AS. Namun, pesohor AS muslim tak hanya muncul dari dunia olahraga. Aktor, politisi, hingga pebisnis banyak terpikat dengan ajaran Islam.
Masih dari ring tinju, masyarakat muslim dunia menyambut saudara barunya, Malik Abdul Aziz. Nama yang belum akrab di telinga. Namun coba sebut nama pendeknya, Mike Tyson. Siapa yang tak mengenalnya.
Petinju berjuluk Leher Beton ini membetot perhatian dunia. Kali ini bukan karena keberingasannya di ring tinju. Keputusannya menjadi muslim menyita perhatian dunia. Tyson yang dikenal “ akrab” dengan kekerasan itu, menemukan kedamaian Islam di kamar penjara.
Lahir di Brooklyn 30 Juni 1966, sukses sebagai petinju, Tyson pernah mendekam di penjara. Dia diputuskan bersalah karena memperkosa Miss Black Amerika, Desiree Washington pada 1991.
Siapa nyana, di balik sel yang serba minim fasilitas itu, Tyson menemukan tujuan hidup yang baru. Menjadi muslim dan hanya mendedikasikan hidup pada Allah SWT. " Saya sangat bangga menjadi muslim. Allah tidak butuh saya, saya butuh Allah," kata Tyson dalam Undisputed Truth, Desember tahun silam.
Yang tak kalah mengejutkan dari Tyson adalah pebasket NBA bertubuh raksasa, Shaquille O'Neal. Dia juga mengumumkan diri sudah menjadi seorang muslim.
Pebasket dengan tinggi 216 cm dan berat 147 Kg, mengaku telah menemukan kebahagian dalam Islam. Pada pertandingan klub NBA LA Lakers versus Sacramento Kings, dia membuka rahasia identitas barunya itu.
Sebelum meninggalkan lapangan, O'Neal bertukar salam layaknya seorang muslim dengan pemain lawan asal Turki, Hedo Turkoglu. Kebanyakan orang tak terlalu memperhatikan karena larut dalam eufouria kemenangan.
Usai aksi tak lazim itu, para fans dan jagat NBA dibuat penasaran dengan jawaban mengambang O'Neal. Sampai akhirnya pada 2010, ia mengungkapkan kepada publik bahwa dia sudah menjadi seorang muslim dan berencana pergi haji.
" Tentu saja aku percaya pada Tuhan. Hanya Allah yang bisa memberi saya apa yang saya miliki," katanya. " Sudah waktunya untuk menuju langkah berikutnya," kata O'Neal. Seperti diungkapkan dalam sebuah wawancara, Shaquille berencana pergi haji.
Sejumlah media menulis bahwa ibu O'Neal, Lucille, memang seorang pembaptis, tapi ayah tirinya seorang muslim. Nama pertama dan tengah O'Neal, Shaquille Rashaun, berarti " prajurit kecil" dalam bahasa Arab.
Pada dunia hiburan, hidayah Islam juga menyapa banyak orang. Terpuruk akibat aksi panggung kontroversial dalam gelaran MTC Super Bowl XXXVIII, Janet Damita Jo Jackson, tak lagi bisa hidup sentosa.
Menyandang nama populer, Janet Jackson, insiden ini membuatnya merasa diperlakuan tak adil. Semua prestasi, lagu-lagu hits, tak lagi membekas di kalangan penduduk AS. Hanya insiden itulah yang ramai diperbincangkan.
Nama Janet pun hilang dari gemerlap Hollywood. Tak ada lagi lagu yang menggebrak dan melambungkan namanya. Cahaya Janet seolah redup.
Sampai pada 2013, Janet muncul dengan berita menggemparkan. Penyanyi dari keluarga Jackson Five ini mengumumkan pernikahannya dengan miliarder Timur Tengah, Wissam Al Mana.
Spekulasi bermunculan. Janet telah pamit dari jagat hiburan. Lebih dari itu, Janet Jackson telah berpindah menjadi seorang muslimah.
Meski belum ada keterangan resmi, awak media menangkap sejumlah tanda perpindahan agama itu. Media Timur Tengah, Albawaba.com, berspekulasi bahwa Janet tengah berlatih puasa pada Ramadan yang lalu.
Sejumlah media juga merekam adik raja pop Michael Jackson ini, terlihat keluar masuk toko abaya, pakaian khas wanita Arab. Kerudung hitam ikut menutup gerai rambutnya.
Tragedi runtuhnya menara kembar memang memunculkan pandangan negatif sejumlah warga di negeri Paman Sam itu pada Islam. Namun tragedi itu juga menjadi babak baru bagi perkembangan Islam di sana.
Penganut muslim di sana tidak lagi menutup rapat identitas mereka. Diskusi terbuka jadi kancah perjuangan baru menyebarkan kebenaran Islam.
Amarah Ben Affleck karena penghinaan atas muslim, juga membuka mata banyak orang atas pandangan yang keliru tentang Islam. Aflleck memang bukan seorang muslim, tapi pembelaan itu menunjukkan kian banyak orang yang terbuka hatinya, dari pandangan yang keliru itu.