Wanita Berhijab Dilarang Masuk ke Persidangan di Negara Ini

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 10 Februari 2016 15:05
Wanita Berhijab Dilarang Masuk ke Persidangan di Negara Ini
Majelis Pengadilan Tinggi melarang penggunaan simbol-simbol keagamaan di lingkungan pengadilan. Larangan itu menuai banyak kecaman.

Dream - Pengadilan Bosnia mengeluarkan larangan menggunakan hijab dalam persidangan. Larangan itu lantas memicu protes yang dilakukan oleh para muslimah di negara pecahan Uni Soviet itu.

" Larangan menggunakan hijab pada institusi peradilan merupakan serangan serius terhadap kehormatan, kepribadian dan identitas Muslim, pelanggaran yang bertujuan merampas hak mereka untuk bekerja," ujar aktivis Muslimah, Samira Zunic Velagic.

Keputusan dikeluarkan oleh Dewan Pengadilan Tinggi Bosnia yang melarang penggunaan simbol-simbol keagamaan di lingkungan pengadilan. Larangan ditujukan kepada para hakim maupun panitera di lembaga peradilan.

Meski tidak secara terang menyebut hijab, larangan itu tetap menuai polemik. Sejumlah politisi dan pemimpin agama Islam bahkan sampai mengutuk larangan tersebut.

Sejumlah Muslimah pun sempat mendatangi gedung Pengadilan Tinggi. Mereka menggelar aksi protes atas kebijakan pelarangan itu dan menyebutnya sama dengan membatasi hak seorang Muslimah, untuk dapat bekerja tanpa harus meninggalkan keyakinan mereka.

" Kami datang ke sini untuk mengatakan kami bukan korban hijab ini. Kami datang untuk mempertahankan hak kami. Ini mahkota kami, kebebasan kami, kehormatan kami," kata ibu rumah tangga yang selalu mengenakan hijab, Elisa Hamovac, 33 tahun.

Muslim menempati porsi 40 persen dari total penduduk Bosnia yang mencapai 3,8 juta. Kebanyakan dari mereka adalah moderat dan yang lainnya adalah Nasrani.

Hijab telah dilarang oleh otoritas komunis sejak Bosnia menjadi bagian dari Yugoslavia hingga tahun 1992 saat negara ini mendeklarasikan kemerdekaan. Sekarang, banyak Muslimah mengenakan hijab.

(Ism, Sumber: arabnews.com)

Beri Komentar