Niat Mandi Junub Usai Jimak, Tata Cara, dan Hukum Bersetubuh Saat Bulan Ramadan

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 27 April 2021 07:05
Niat Mandi Junub Usai Jimak, Tata Cara, dan Hukum Bersetubuh Saat Bulan Ramadan
Junub merupakan sebuah kondisi tubuh yang hadas besar disebabkan oleh hubungan badan (jimak) ataupun setelah seorang perempuan haid dan nifas

Dream – Saat kondisi junub, perempuan dan laki-laki muslim dilarang menjalankan ibadah wajib. Seperti mengerjakan sholat, memegang Alquran, berdiam diri di dalam masjid dan lain sebagainya.

Junub merupakan sebuah kondisi tubuh yang hadas besar disebabkan oleh hubungan badan (jimak), ataupun setelah seorang perempuan haid atau nifas.

Sehingga, ketika tubuh dalam keadaan hadas besar, umat Muslim wajib melakukan mandi junub (mandi wajib) supaya bisa menjalankan ibadah sholat, dan ibadah wajib lainnya.

1 dari 7 halaman

Niat Mandi Junub Usai Bersetubuh Beserta Artinya

Ilustrasi© Shutterstock

Sumber: Shutterstock.com

Setelah bersetubuh dengan pasangan, umat muslim diwajibkan untuk melakukan mandi junub supaya boleh melakukan ibadah wajib.

Nah sebelum melaksanakan mandi junub, sebaiknya melafalkan niat mandi junub terlebih dahulu.

Berikut niat mandi junub usai bersetubuh:

“ BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL ABKARI MINAL JINABATI FARDLO LILLAHI TA’ALA.

Artinya: Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah (bersetubuh), wajib karena Allah Ta’ala.

2 dari 7 halaman

Niat Mandi Junub Setelah Haid

Perempuan akan mengalami proses menstruasi atau hadi setiap bulannya. Jika masa haid sudah selesai, ia wajib menjalankan mandi junub dengan melafalkan niat mandi junub seperti di bawah ini:

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL ABKARI MINAL HAIDI FARDLO LILLAHI TA’ALA.

Artinya: Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardlu karena Allah Ta’ala.

3 dari 7 halaman

Niat Mandi Junub Setelah Nifas (Melahirkan)

Ilustrasi© Pixabay

Sumber: Pixabay.com

Selain haid dan jimak, setelah nifas atau melahirkan, kamu juga wajib mandi junub. Tata cara mandi junub usai nifas sama dengan mandi junub usai haid. Bedanya pada niat mandi junub yang dibaca.

Berikut niat mandi junub usai nifas bagi perempuan:

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM, NAWAITUL GHUSLA LIRAF’IL HADATSIL ABKARI MINAN NIFASI FARDLO LILLAHI TA’ALA.”

Artinya: Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.

4 dari 7 halaman

Tata Cara Mandi Junub Usai Bersetubuh

Tata cara mandi junub usai bersetubuh, haid maupun nifas sebenarnya sama saja. Yang membedakan terletak pada niatnya saja.

Berikut tata cara mandi junub usai bersetubuh, haid dan nifas sesuai dengan tuntunan islam:

  • Pertama membaca niat mandi junub terlebih dahulu. Membaca doa niat mandi junub hukumnya wajib. Doa niat mandi junub inilah yang membedakannya dari mandi biasa. Cara membaca doa niat mandi junub ini bisa dalam hati maupun bersuara.
  • Kemudian, basahi kulit kepala dan rambut dengan air. Guyurkan air di atas kepala hingga membasahi seluruh permukaan kulit kepala.
  • Membasahi tubuh secara merata dengan mengguyurnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari bagian kanan terlebih dahulu kemudian bagian kiri.
  • Saat melakukan rangkaian tata cara mandi junub, pastikan juga lipatan kulit atau area mana saja dari tubuh yang tersembunyi ikut dibersihkan, termasuk area kemaluan.

Berikut hadis yang menunjukkan tata cara mandi junub usai bersetubuh:

" Dari Aisyah yang mengatakan, 'Jika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat, lalu memasukkan jari-jarinya ke dalam air dan menggosokkannya ke kulit kepala. Setelah itu beliau menyiramkan air ke atas kepalanya dengan menggunakan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya'."  (H.R. Bukhari)

Selain hadis di atas, tata cara mandi junub usai bersetubuh juga dijelaskan dalam hadis lain, di bawah ini:

Rasulullah SAW., bersabda: " Dari Aisyah dia berkata, 'apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan membasuh kedua tangan. Beliau menuangkan air dengan tangan kanan ke atas tangan kiri, kemudian membasuh kemaluan dan berwudhu seperti wudhu untuk sholat. Kemudian beliau menyiram rambut sambil memasukkan jari ke pangkal rambut hingga rata. Setelah selesai, beliau membasuh kepala sebanyak tiga kali, lalu beliau membasuh seluruh tubuh dan akhirnya membasuh kedua kaki'."  (H.R. Muslim)

5 dari 7 halaman

Adab Mandi Junub

Setelah mengetahui cara mandi junub yang harus dilakukan, perlu diketahui pula bahwa terdapat beberapa adab atau hal-hal sunnah yang boleh dilakukan dalam mandi junub. Berikut beberapa adab mandi junub yang bisa dilakukan:

  • Masuk kamar mandi lalu mengambil air untuk dibasuhkan ke tangan terlebih dahulu sebanyak 3 kali.
  • Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel pada badan.
  • Mengambil air wudhu seperti wudhu yang dilakukan ketika hendak sholat, termasuk dengan bacaan doanya.
  • Akhiri wudhu dengan menyiram kedua kaki.
  • Mulai mandi janabah atau mandi wajib dengan mengguyur kepala sampai 3 kali disertai dengan membaca niat untuk menghilangkan hadast.
  • Selanjutnya guyur bagian badan sebelah kanan hingga 3 kali, dilanjutkan dengan badan bagian kiri 3 kali.
  • Menggosok tubuh bagian depan, belakang sebanyak 3 kali.
  • Menyela dan membersihkan rambut dan jenggot.
  • Pastikan air mengalir di bagian lipatan tubuh dan pangkal rambut.
  • Sebaiknya hindari tangan menyentuh kemaluan, jika tidak sengaja menyentuh maka bisa berwudhu lagi.

 

6 dari 7 halaman

Hukum Bersetubuh Saat Bulan Ramadan

Ilustrasi© Pexels

Sumber: Pexels.com

Bersetubuh di siang hari bagi umat muslim termasuk salah satu yang membatalkan ibadah puasa. Lantas bagaimana hukum bersetubuh saat bulan Ramadan bagi pasangan suami istri?

Berikut ini adalah hasil rangkuman Dream dari beberapa sumber. Bersetubuh pada malam hari saat bulan Ramadan hukumnya adalah boleh (mubah). Hukum ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 187:

“ Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.”

7 dari 7 halaman

Hukum Bersetubuh Pada Siang Hari Saat Bulan Ramadan

Para ulama sudah menyepakati bahwa hukum bersetubuh di siang hari pada bulan Ramadan hukumnya adalah haram, karena bersetubuh bisa membatalkan puasa.

Jika umat muslim ada yang melakukan hubungan intim di siang hari maka wajib menunaikan kafarat (denda besar).

Dendanya diterangkan dalam hadis di bawah ini yang artinya:

Abu Hurairah meriwayatkan, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ? lantas berkata, “ Celakalah aku! Aku mencampuri istriku (siang hari) di bulan Ramadan. Beliau bersabda, “ Merdekakanlah seorang hamba sahaya perempuan.” Dijawab oleh laki-laki itu, “ Aku tidak mampu.” Beliau kembali bersabda, “ Berpuasalah selama dua bulan berturut-turut.” Dijawab lagi oleh laki-laki itu, “ Aku tak mampu.” Beliau kembali bersabda, “ Berikanlah makanan kepada enam puluh orang miskin,” (H.R. Bukhari).

Beri Komentar