Niat Baca Buku Yaasin Saat Ziarah, Cewek Ini Malah Bawa...

Reporter : Puri Yuanita
Selasa, 30 Januari 2018 11:15
Niat Baca Buku Yaasin Saat Ziarah, Cewek Ini Malah Bawa...
Bukannya membawa buku Yaasin, wanita tersebut malah membawa.....

Dream - Foto seorang wanita yang tengah duduk di areal pemakaman mendadak viral di media sosial. Dalam foto yang beredar luas itu, wanita yang tinggal di Malaysia itu tengah berziarah ke makam.

Sekilas tak ada yang aneh dari foto wanita tersebut. Namun jika diamati lebih dekat ternyata ada yang janggal.

Bukannya membawa buku Yaasin, wanita tersebut malah membawa paspor dengan identitas kewarganegaraan Malaysia.

Inilah yang kemudian jadi sorotan netizen. Ada yang menganggapnya lelucon semata. Namun tak sedikit netizen yang mengecam tindakan wanita tersebut.

" Mcm ni bkn lawak tapi buta.. Klau yasin tak kan kulit warna merah.. Silap2 tak lama lagi menyusul ke alam sana tampa sepatah Yasin pun mengiringi.. Jaga sikit bila mengucap..apa lagi buat status.. Aku yg masuk agama islam hormat agama ni.. Ni pula yg islam asli tak pandai nak jaga lidah seblm kena tarik," tulis akun Joyce Wang.

" Ismail Wauu, klu nk g melawat kubur tk payoh bawa pasport. Nk g melawat kt singapore atau thailand baru lh leh bawa pasport tauu," komentar akun Mohd Redzuan.

Selengkapnya baca di sini.

1 dari 2 halaman

Video Detik-detik Ustazah Wafat Saat Baca Yasin, Innalillahi..

Video Detik-detik Ustazah Wafat Saat Baca Yasin, Innalillahi.. © Dream

Dream - Innalillahi wa innailaihi raji'uun. Seorang pemimpin pengajian bernama Halimah Ramli wafat saat memimpin pembacaan Surat Yasin di sebuah Masjid Al Muttaqin, Changlung, Jitra, Malaysia, Sabtu pekan lalu. Ustazah 58 tahun itu tiba-tiba roboh saat memimpin pembacaan Yasin di atas podium.

Dikutip Dream dari laman Sinar Harian, Kamis 12 Mei 2016, perempuan yang karib disapa dengan nama Kak Lim ini tiba-tiba roboh saat membaca separuh dari Surat Yasin. Detik-detik robohnya Kak Lim direkam oleh salah satu jemaah.

Video berdurasi 2 menit 51 detik itu diunggah ke laman media Sosial Facebook. Dengan cepat tersebar dan menuai simpati. Banyak pengguna media sosial yang mendoakan almarhumah Kak Lim.

Suami Kak Lim, Ismail Long (66), sangat bersedih dengan kepergian istrinya itu. " Dia bukan guru, bukan ustazah, cuma dia membantu masyarakat setempat mengenal huruf dan baca Alquran," kata Ismail.

" Dia mengajar secara sukarela, tak mengharapkan bayaran apa-apa. Dia bekerja dengan ikhlas."

Ismail mengatakan, Lim merupakan istri yang baik, sentiasa taat pada perintah Allah dan memperjuangkan Islam.

" Sebelum ini, dia tak menunjukkan perubahan sikap. Cuma sehari sebelum dia meninggal, dia saat hadir satu majlis di masjid, tapi dia pakai serba putih dari kerudung sampai ke kaos kaki, semua putih."

Saat itu, Ismail bertanya kenapa memakai busana serba putih? " Dia jawab saja akan buat perubahan. Itu saja. Setelah itu dia tak berkata apa-apa lagi dengan saya, sampai dia menghembuskan nafas terakhir pada keesokan harinya," tutur Ismail. 

2 dari 2 halaman

Kisah Nyata Jenazah Terpental dari Makam Saat Dibacakan Yasin

Kisah Nyata Jenazah Terpental dari Makam Saat Dibacakan Yasin © Dream

Dream - Insiden mengerikan ini terjadi di areal pemakaman Kampung Bo Jet Look, Muang Laya, Thailand. Dua orang yang tengah membaca surat Yasin dikejutkan dengan sebuah ledakan dari dalam kuburan.

Peristiwa itu terjadi kira-kira pukul 06.30 waktu setempat. Karena ledakan tersebut satu jenazah yang ada di dalam kuburan kemudian terlempar ke luar dan menyebabkan areal pemakaman porak-poranda.

Dua orang yang terkena ledakan diketahui ayah dan anak. Mereka membacakan yasin untuk istri dan ibu kedua korban yang baru meninggal tiga hari lalu.

Menurut Kepala Polisi Muang Yala, Kolonel Kerisda Keawjandi, bom seberat 10 kilogram itu diyakini ditanam dalam kubur oleh kelompok separatis, Rakib Dollah.

Korban diidentifikasi sebagai Sheik Chedomad sementara ayahnya Aziz Chedomad menderita luka serius dan dirawat di rumah sakit Yala Regional Centre.

Dalam peristiwa yang terjadi Desember 2015, Chedomad tewas di tempat kejadian.

Menurut Kerisda, serangan itu diyakini didalangi kelompok militan Rakib Dollah yang aktif di wilayah Yala. Sementara Chedomad diketahui adalah seorang perwira intelijen di desa tersebut.

Kelompok itu diduga sengaja mengincar korban-korban yang juga bertugas sebagai anggota penjaga di daerah tersebut.

(Ism, Sumber: New Straits Times)

Beri Komentar