Pengurus Cabang GP Ansor Inginkan Pemilihan Langsung

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 14 November 2015 10:30
Pengurus Cabang GP Ansor Inginkan Pemilihan Langsung
Pada Kongres GP Ansor tahun ini sistem pemilihan ketua umum berubah yaitu dari sistem pemilihan langsung menjadi pemiihan melalui perwakilan. Namun, banyak yang menilai sistem ini kurang tepat.

Dream - Tak lama lagi, Gerakan Pemuda Ansor akan menggelar Kongres ke-15 di Yogyakarta. ‎Rapat tertinggi organisasi kepemudaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu rencananya bakal digelar pada Rabu, 25 November 2015.

Mendekati puncak acara, sejumlah persiapan pun telah dilakukan. Salah satunya menggodok sistem pemilihan ketua umum periode 2015-2020 dengan metode perwakilan. Metode tersebut telah disosialisasikan ke sejumlah Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang GP Ansor di seluruh Indonesia.

Namun, tidak semua Perwakilan Wilayah (PW) dan Perwakilan Cabang (PC) dapat menerima tawaran tersebut. Salah satunya, PC Ansor Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Mereka berharap, sistem pemilihan ketua umum pada kongres di Yogyakarta kelak dilakukan seperti kongres-kongres Ansor sebelumnya.

" Menurut saya, sistem perwakilan dalam pemilihan ketua umum Ansor kurang tepat. Padahal waktu pra-kongres di Makassar kemarin, kami dan beberapa PC telah menolak wacana itu," ujar Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Ansor Bolaang Mongondow Utara, Donal Lamunte melalui keterangan tertulisnya, Sulawesi Utara, Jumat 13 November 2015.

Lebih lanjut Donal mengatakan, sistem perwakilan tersebut akan menghilangkan hak suara dari PW dan PC untuk ikut menentukan sosok pemimpin Ansor periode mendatang. " Kami (pengurus cabang) juga ingin menentukan sosok pemimpin yang ideal, versi kami," tandas dia.

Wacana mengubah sistem pemilihan langsung menjadi perwakilan ini bukan tanpa alasan. Paling tidak, panitia ingin ‎sistem perwakilan atau formatur ini dapat mencegah politik uang. 

Kendati begitu, alasan tersebut masih dianggap lemah. Sebab, kata Donal, ada atau tidaknya praktik politik uang ‎itu tergantung pada masing-masing kandidat yang maju dalam Kongres GP Ansor nanti.

" Itu tergantung dari para kandidat. Kalau seluruh kandidat komitmen tidak melakukan money politic pasti itu tidak akan terjadi," pungkasnya.

Beri Komentar