Pesepak Bola Muslim, Mohamed Salah Bawa Liverpool Juara Liga Champion Saat Puasa

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 18 April 2022 21:13
Pesepak Bola Muslim, Mohamed Salah Bawa Liverpool Juara Liga Champion Saat Puasa
Ia adalah muslim yang saleh.

Dream.co.id – Bagi Mohamed Salah, ini adalah final Liga Champion kedua bagi klubnya, Liverpool, dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu dia tak bisa bermain penuh karena cedera memaksanya keluar lapangan. Pada tahun sebelumnya, tahun 2018, final Liga Champions digelar antara Liverpool melawan Real Madrid.

Pertandingan itu seharusnya menjadi tanda kejayaan pria itu, Mohamed Salah. Yang terjadi malah sebaliknya. Pada menit ke-25, bek Real Madrid yang terkenal agresif, Sergio Ramos, menyeret Salah jatuh ke lapangan bersama dirinya sambil mengunci tangan Salah sehingga membuat bahu kanan Salah bergeser ketika terjatuh.

Salah terpaksa meninggalkan lapangan karena cedera, sambil menangis. Sepeningal Salah, Liverpool berkurang kegarangannya. Akhirnya Liverpool kalah 1-3 dari Real Madrid dan gagal menjadi juara Liga Champion 2018.

Parahnya, cedera tersebut membuat Salah absen pada laga pembuka Piala Dunia 2018. Padahal Salah adalah kapten tim nasional Mesir. “ Saya menangis di dalam bus, lalu saya pergi ke toilet dan menangis lagi di toilet sebelum pertandingan, karena saya tidak bisa bermain,” katanya dalam wawancara khusus dengan majalah GQ Magazine bulan lalu. Akhirnya Mesir tersingkir. Tahun 2018 merupakan tahun yang pedih bagi Mohamed Salah.

Namun, setahun kemudian, Liverpool dan Salah kembali bangkit. Mereka berhasil menapaki babak final Liga Champion 2019.  Ketika final digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, 1 Juni 2019, Liverpool bertemu Tottenham Hotspur.

Pada saat  final digelar, kebetulan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Ramadhan tahun itu mulai dari tanggal 5 Mei sampai 4 Juni 2019.

Pada saat itu, jadwal laga Tottenham Hotspur kontra Liverpool akan berlangsung pada pukul 21.00 waktu Madrid, sementara waktu berbuka puasa atau azan Maghrib di kota itu adalah pukul 21.44.

Sebelumnya, banyak media Inggris mewartakan bahwa Salah, pesepakbola muslim Liverpool yang berasal dari Mesir ini, tidak akan berpuasa dalam liga final itu.

Tapi ternyata Salah tetap berpuasa saat bertanding. Ia bahkan menyumbang gol pertama bagi Liverpool dari titik penalti sebelum menit kedua. Itu menjadi gol tercepat kedua dalam sejarah Liga Champion.

Dengan sedikit berancang-ancang, Salah mengirim tendangan penalti melalui tendangan geledek kaki kirinya ke arah pojok kiri atas gawang kiper Totenham. Kiper tak bisa mencegah gol yang meluncur deras. Gol! 1-0 untuk Liverpool.

Yang menarik, ketika pertandingan babak pertama masih berlangsung, jurnalis asal Mesir, Mohamed El Gazar, menangkap momen ketika Salah terlihat berbuka puasa dengan air mineral di lapangan hijau.

Mohamed Salah saat berbuka di final Liga Champion 2019

(Mohamed Salah saat berbuka puasa di final Liga Champion 2019/Arab News)

Saat waktu berbuka tiba, Salah mengambil botol berisi air mineral dari seorang offisial Tottenham Hotspur saat Jan Vertonghen sedang menjalani perawatan. Ia meminumnya untuk berbuka puasa. Foto saat Salah berbuka puasa di tengah final Liga Champion 2019 itu segera saja viral.

Pada akhirnya, meski Mohamed Salah tengah berpuasa, Liverpool berhasil mengalahkan Totenham Hotspur 2-0. Liverpool pun menjadi juara Liga Champion 2019!  

Itulah gelar yang sudah lama diidam-idamkan Liverpool sejak mereka terakhir kali meraihnya 14 tahun lalu. Dengan gelar ini, Liverpool sudah meraih enam kali gelar piala Liga Champion, menjadi klub peraih trofi terbanyak ketiga di bawah Real Madrid dengan 13 trofi dan AC Milan dengan 7 trofi.

***

Salah memiliki nama lengkap Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly. Ia lahir di Nagrig, Mesir, 15 Juni 1992. Usianya kini 29 tahun.

Salah adalah pemain sepak bola profesional Mesir yang bermain sebagai penyerang sayap kanan untuk klub Liga Inggris Liverpool dan menjadi kapten tim nasional Mesir. Dia dianggap sebagai salah seorang pemain terbaik di dunia yang dikenal karena penyelesaian akhir, gocekan, dan kecepatannya.

Salah awalnya memulai karir di posisi bek kiri. Namun, setelah timnya menang 4-0 atas tim yunior klub Mesir ENPPI, Salah justru menangis. Usut punya usut ini karena ia tidak punya kesempatan mencetak gol gara-gara posisinya sebagai bek. Kejadian ini membuat pelatihnya menyadari hasrat kuat Salah untuk mencetak gol. Pelatihnya lantas memindahkan posisi Salah dari bek kiri menjadi penyerang depan.

Salah memulai karir seniornya pada tahun 2010 saat bermain untuk klub Mesir, Al Mokawloon. Pada tahun 2012, dia bergabung dengan klub Basel, di Swiss, tempat dia memenangkan dua gelar Liga Super Swiss.

Pada tahun 2014, Salah bergabung dengan Chelsea dengan biaya transfer sebesar £ 11 juta atau Rp 205 miliar. Tetapi karena lebih banyak duduk di bangku cadangan, dia dipinjamkan berturut-turut ke Fiorentina dan AS Roma. AS Roma kemudian mengontraknya secara permanen seharga € 15 juta atau Rp 234 miliar.

Pada tahun 2017, Salah menjadi subjek pemberitaan rekor transfer asosiasi sepak bola. Ini karena saat itu dia menandatangani kontrak dengan Liverpool senilai £ 36,9 juta atau Rp 689 miliar. Sebuah jumlah yang fantastis. Ia pun menjadi pemain Mesir termahal sepanjang masa.

Di Liverpool, Salah memenangkan piala Premier League, Liga Champions UEFA, Sepatu Emas Premier League dua kali, dan finis ketiga untuk Pemain Pria Terbaik FIFA pada tahun 2018 dan 2021.

Dia juga memegang rekor gol Premier League terbanyak yang dicetak sebanyak 32 gol di 38 pertandingan dalam satu musim. Dan, berada di peringkat kesembilan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liverpool.

Di tingkat internasional, Salah mewakili Mesir di tingkat yunior sebelum melakukan debut seniornya pada tahun 2011. Setelah penampilannya di Olimpiade Musim Panas 2012, ia dinobatkan sebagai CAF Most Promising African Talent of the Year. Sejak itu, ia membawa Mesir menjadi runner-up di Piala Afrika 2017 dan 2021 dan menjadi pencetak gol terbanyak selama kualifikasi CAF saat Mesir lolos ke Piala Dunia FIFA 2018.

Salah menikahi istrinya, Maggi Sadeq, pada tahun 2013. Putri pertama mereka, Mekah, lahir pada 2014. Nama yang diberikan itu memang untuk menghormati kota suci Islam: Mekah. Dia memiliki putri lainnya, Kayan, yang lahir pada tahun 2020.

Salah adalah Muslim yang taat dan kerap merayakan gol dengan melakukan sujud syukur. Untuk perayaan gol ini Salah mengatakan: " Ini seperti berdoa atau berterima kasih kepada Tuhan atas apa yang telah saya terima. Itu hanya berdoa dan berdoa untuk kemenangan. Saya selalu melakukan itu sejak saya masih muda, di mana-mana."

Mohamed Salah saat sujud syukur usai mencetak gol

(Mohamed Salah saat sujud syukur usai mencetak gol/Afrikanews)

Selama pemilihan presiden Mesir 2018, sejumlah besar surat suara dikabarkan rusak. Diperkirakan lebih dari satu juta surat suara rusak. Hal itu terjadi karena pemilih di Mesir mencoret nama kedua calon presiden resmi dan menulis nama Mohamed Salah sebagai gantinya. Ini menunjukkan betapa populernya Salah di Mesir.

Padahal sejauh ini Salah jarang bicara ke wartawan. Apalagi berbicara politik.

***

Salah hanya tampak aktif dalam proyek sosial di Nagrig, kampung halamannya, di mana 65% orang hidup dalam kemiskinan. Ia menyumbangkan banyak uang untuk membantu membangun sekolah dan rumah sakit.

Selama berada di Mesir, keluarga Salah juga pernah dirampok. Saat itu si pencuri mencuri 30.000 pound Mesir atau sekitar Rp 27 juta  dari mobil ayah Salah.

Namun, pencuri itu kemudian ditangkap oleh polisi. Saat itu ayah Salah bersiap untuk mengajukan tuntutan pidana terhadapnya, tetapi Salah meyakinkan ayahnya untuk membatalkan kasus tersebut.

Setelah itu, Salah malah membantu pencuri itu secara finansial, memberinya sejumlah uang, dan berusaha mencarikan pekerjaan untuknya.

Namun, saat majalah GQ Magazine bertanya kepada Salah tentang kejadian dengan pencuri itu, Salah pada awalnya mencoba untuk menghindari pertanyaan itu. Ia tampaknya tidak nyaman membahas kebaikannya sendiri.

Baru saat GQ Magazine terus mendesak alasan ia memaafkan si pencuri, Salah akhirnya menjawab: “ Saya tidak mendukung pencuri itu.”

“ Tapi saya yakin dia punya alasan yang lebih besar untuk mencuri. Saya hanya merasa dia melakukannya karena suatu alasan. Ketika ayah saya bertanya ke polisi, polisi menjelaskan si pencuri itu adalah orang yang sangat miskin dan tidak punya apa-apa dalam hidupnya. Jadi saya mengatakan kepada ayah saya: ‘Bantu saja dia dan bebaskan dia’,” kata Salah menerangkan sikapnya.

Baru-baru ini, pemain sepak bola Liverpool berusia 29 tahun itu dikabarkan telah menyumbangkan 25 juta pound Mesir atau Rp 19,4 miliar, untuk membeli mobil ambulans pertama yang tersedia di daerah tersebut serta memasok peralatan medis untuk pusat kesehatan setempat di Nagrik, tempat asalnya.

Ini jelas bukan pertama kalinya Salah menghambur-hamburkan uang untuk  desa asalnya. Melalui yayasan filantropi yang dia miliki, dia berfokus pada orang-orang yang kurang beruntung secara ekonomi, kaum muda, orang tua, dan orang cacat. Ia juga telah dengan murah hati berkontribusi untuk membantu meningkatkan kondisi keuangan desa secara keseluruhan.

Pada Desember 2018, Salah juga menyumbangkan 900 ribu pound Mesir ke Rumah Sakit Umum Bassioun. Dan, ayah Salah telah memberikan lima hektar tanah pribadi untuk membangun pabrik pengolahan limbah di desanya bagi warga untuk memiliki sumber air bersih.

Salah juga telah membangun sekolah untuk anak perempuan di kampung halamannya agar mereka memiliki akses ke pendidikan yang layak di dekat rumah.

Salah pun memberikan tunjangan bulanan kepada sekitar 450 keluarga termasuk sumbangan makanan. Salah sendiri secara pribadi rutin memeriksa sumbangan itu secara teratur. Ia telah memberikan sekitar U$ 300.000 atau Rp 4,3 miliar ketika negara Mesir sedang mengalami krisis ekonomi.

Menurut majalah Forbes, kekayaan Mohamed Salah pada tahun 2021 menyentuh angka U$ 37,5 juta atau Rp 538 miliar. Ini menempatkan Salah sebagai atlet terkaya ke-36 di dunia. Ia mendapat U$ 22,5 juta atau Rp 323 miliar dari gaji dan U$ 15 juta atau Rp 215 miliar dari endorsements.

***

Menjalankan kewajiban berpuasa dan berkompetisi di tingkat elit sepertinya memang tidak mudah bercampur. Tapi, sekali lagi, bintang-bintang Premier League seperti Mohamed Salah akan menjaga agama mereka dan memastikan penampilan mereka tidak terganggu saat menjalankan ibadah.

Salah saat berdoa sebelum bertanding

(Salah berdoa sebelum pertandingan dimulai/Ilmfeed)

Bintang Liverpool Mohamed Salah tidak akan bicara secara terbuka tentang niat ibadahnya. Tetapi, nyatanya dia seorang Muslim yang taat yang juga menjalankan Ramadhan di tengah aktivitasnya sebagai pemain bola profesional di level tertinggi.

Sejak 2 April, bulan suci Ramadhan dimulai dan nanti akan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 2 Mei 2022. Umat Muslim di seluruh dunia di bulan suci ini menjalankan ibadah puasa pada siang hari. Ini adalah latihan untuk membersihkan jiwa dan pikiran.

Mohamed Salah bangga dengan keyakinannya. Ia kerap merayakan gol dengan melakukan sujud syukur. Khususnya performa bulan puasa, ternyata statistik memperlihatkan Salah tidak tampak menunjukkan tanda-tanda menurun saat dia tetap bermain sepakbola selama bulan suci.

Untuk menyiasati waktu latihan, dia pernah memposting ke Instagram Stories-nya membagikan praktik latihan barunya. Ia latihan pada pukul 2 pagi! Salah terlihat menggantung di  gawang di tengah set pull-up-nya. Pemain Mesir ini pun tetap berlatih di rumahnya untuk tetap bugar selama bulan Ramadhan.

Dua tahun lalu, ada banyak spekulasi tentang apakah Salah akan berpuasa pada pertandingan terakhir Liga Champions 2019. Ini mendorong manajer Liverpool Jürgen Klopp untuk mengeluarkan pernyataan.

“ Tidak ada masalah dengan puasa dari para pemain saya. Saya menghormati agama mereka. Mereka selalu luar biasa dan mereka memberikan yang terbaik, terlepas mereka berpuasa atau tidak,” kata Klopp.

“ Agama itu pribadi, sebagaimana saya memahaminya,” kata Klopp dalam konferensi pers sebelum pertandingan. “ Tidak ada yang perlu dikatakan tentang itu, tetapi semuanya baik-baik saja. Anda akan melihatnya (Salah) di luar sana. Dalam latihan dia penuh kekuatan. Anda harus berada sehari bersamanya sebelum final.”

Klopp benar. Mohamed Salah sejauh ini telah membuktikan produktivitasnya sebagai penyerang Liverpool tersubur. Sampai hari ini dia memegang posisi pemuncak top skor di Liga Inggris dengan mencetak 20 gol dan 11 assist atau umpan matang berbuah gol dalam 29 penampilannya. Ia juga telah mencetak 153 gol untuk Liverpool sejak dia bergabung lima tahun lalu.

Mohamed Salah sudah membuktikan di level kompetisi sepak bola tingkat tinggi dunia, puasa tak harus menghalangi prestasi. Buktinya saat berpuasa dia bisa membawa timnya Liverpool menjadi juara Liga Champion 2019. Luar biasa! (eha)

Beri Komentar