Petualangan Anak Indonesia Jadi Buku Pelajaran Siswa Australia

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 28 Agustus 2014 16:45
Petualangan Anak Indonesia Jadi Buku Pelajaran Siswa Australia
Warga Australia, Nicholas Mark, ingin anak Australia mengenal budaya Asia. Dia menjadikan Indonesia sebagai pintu gerbang bagi anak-anak Australia.

Dream - Warga Australia, Nicholas Mark, membuat buku petualangan anak-anak Indonesia. Melalui buku yang telah diperkenalkan di Australia itu, pria yang karib disapa Nick ini ingin mengajak anak-anak Indonesia imajinatif dan berjiwa petualang.

Dia juga ingin anak-anak di negaranya memiliki wawasan soal budaya Asia lewat pintu gerbang Indonesia.

" Sudah lama saya ingin membuat cerita-cerita petualangan, tapi karakter dan latar belakangnya dari negara dan budaya Indonesia," ujar Nick dikutip Dream dari laman Radio ABC International, Kamis 28 Agustus 2014.

Nick memang sudah lama tertarik dengan Indonesia. Dia bahkan sejak SMA belajar Bahasa Indonesia. Tak hanya itu, Nick juga pernah tinggal di Jogjakarta selama enam tahun saat ikut program Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS).

" Pengalaman di sana mengubah hidup saya. Budaya Indonesia, makanan, orang-orang yang ramah, menjadi alasan mengapa saya cinta Indonesia," kata pria yang menyukai buku-buku cerita petualangan ini.

" Karenanya saya berkomitmen untuk mempromosikan semua hal yang berkaitan antara Indonesia dan Australia," tambah Nick, yang juga Presiden Asosiasi Pemuda Australia Indonesia di New South Wales.

Cita-citanya membuat buku berkisah petualangan pun akhirnya terwujud. Di tahun 2012, dia meluncurkan buku cerita bergambar, Petualangan Anak Indonesia, bersama Bambang Shakuntala sebagai ilustratornya.

Petualangan Anak Indonesia Jadi Buku Pelajaran Siswa Australia© Radio ABC Internasional

Nicholas Mark. Foto: Radio ABC Internasional

Buku ini mengisahkan Wayan dari Bali, Mutia dari Padang, dan Dani dari Yogyakarta. Ketiga tokoh utama ini memilki jiwa petualang, baik hati, dan selalu bersemangat memecahkan persoalan.

" Lewat buku ini saya ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk lebih imajinatif dan memiliki jiwa berpetualang," jelas Nick. " Saya rasa ada juga potensi untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris."

Nick pun menjadikan buku ini sebagai sarana bagi anak-anak di Australia untuk lebih mengenal budaya Asia, lewat Indonesia sebagai gerbang utamanya. " Saya mencoba mengembangkan jaringan dengan beberapa Asosiasi Guru Bahasa Indonesia di Australia," ujarnya.

Buku ini pun sudah menjadi bahan pengajaran di sejumlah sekolah di Australia, yang tersedia online bagi para guru. " Supaya anak-anak Australia bisa pakai buku ini untuk belajar bahasa Indonesia menggunakan sejumlah latihan dan memasukan unsur budaya dari cerita-cerita di buku tersebut," tambah Nick.

Respons dari guru-guru dan murid-murid di sekolah-sekolah Australia pun sangat baik. Bagi para guru, lewat buku ini mereka bisa melebarkan topik-topik pengajaran soal benua Asia.

" Guru-guru dan murid-murid sangat menikmatinya. Para siswa sangat suka melihat kehidupan fantasi dan petualangan dengan latar belakang Indonesia, yang kurang dikenal sebelumnya," ujar Nick. (Ism)

Beri Komentar