PHK Raksasa Digital, Eks Orang Ketiga Terkaya Dunia, Zuckerberg, Pecat 11.000 Karyawan Meta

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 28 November 2022 20:37
PHK Raksasa Digital, Eks Orang Ketiga Terkaya Dunia, Zuckerberg, Pecat 11.000 Karyawan Meta
Gegara salah investasi.

Dream – Gambar itu begitu gampang dikenali. Itu adalah gambar Mark Zuckerberg ketika berada di Paris. Mengenakan kaos abu-abu, ia terlihat tengah mengambil swa foto dengan latar belakang Menara Eiffel yang terkenal.

Gambar itu seperti gambar kartun. Zuckerberg memang tengah berada dalam versi realitas visual atau metaverse. Gambar itu pun kemudian jadi viral karena dijadikan meme global.

Namun, ambisinya untuk mengenjot dunia metaverse, menimbulkan cedera parah pada perusahaan yang dibesutnya: Meta. Perusahaan yang membawahi Facebbok, Instagram dan WhatsApp itu kini tengah melorot atau pudar dari masa keemasannya.

Avatar metaverse Mark Zuckerberg© Know Your Meme

(Avatar metaverse Mark Zuckerberg di depan Menara Eiffel/Know Your Meme)

Kekayaan bersih pendiri Facebook Mark Zuckerberg, 38 tahun, turun U$ 11 miliar atau Rp 172 triliun pada hari Kamis 27 Oktober 2022 menjadi tinggal U$ 36 miliar atau Rp 564 triliun, karena saham perusahaan Meta anjlok sehari setelah laporan pendapatan kuartal ketiga Meta yang suram.

Di kuartal ke-III 2022, perusahaan Menlo Park, California itu hanya memperoleh laba U$ 4,4 miliar atau Rp 68,9 triliun atau U$ 1,64 atau Rp 25.700 per saham, dalam periode tiga bulan yang berakhir pada 30 September.

Itu turun 52 % dari U$ 9,19 miliar atau Rp 144 triliun, atau U$ 3,22 atau Rp 50.481 per saham, pada periode yang sama tahun sebelumnya .

Pendapatan Meta juga turun 4% menjadi U$ 27,71 miliar atau Rp 434 triliun  dari U$ 29,01 miliar atau Rp 456 triliun.

Akibatnya saham Meta turun 25 % menjadi U$ 97,94 atau Rp 1,5 juta pada hari Kamis, mendorong saham ke titik terendah sejak Desember 2016.

Lebih buruk lagi, divisi virtual dan augmented reality Meta mencatatakan kerugian U$ 9,4 miliar atau Rp 147 triliun tahun ini hingga 30 September saat mencoba mengembakan metaverse Meta.

“ Begini, saya mengerti bahwa banyak orang mungkin tidak setuju dengan investasi ini. Tapi dari apa yang bisa saya katakan, saya pikir ini akan menjadi hal yang sangat penting, dan saya pikir akan menjadi kesalahan bagi kita untuk tidak fokus pada salah satu bidang ini, yang menurut saya akan menjadi sangat penting bagi masa depan,” kata Zuckerberg seperti dikutip Forbes.

Penurunan saham Meta menjatuhkan Zuckerberg dari orang terkaya ke-25 di dunia pada penutupan pasar Rabu menjadi orang terkaya ke-29 pada penutupan pasar Kamis, menurut pelacak Miliarder Real-Time Forbes.

Ini memang bukan tahun yang hebat bagi Zuckerberg.

Saham Meta sempat melonjak tinggi selama pandemi dan mencapai puncaknya pada 7 September 2021 dengan harga U$ 382 atau Rp 5,9 juta per lembar saham, membuat kekayaan Zuckerberg melonjak menjadi U$ 136,4 miliar atau Rp 2.1348 triliun dan menempatkannya menjadi orang terkaya ketiga di planet ini.

Namun, sejak saat itu, harga saham Meta terus anjlok hingga 74 % dan Zuckerberg telah kehilangan U$ 100 miliar atau Rp 1.567 triliun, hampir tiga perempat dari kekayaannya pada masa puncaknya.

Mark Zuckerberg dan Meta© New York Post

(Mark Zuckerberg dan Meta/New York Post)

Di luar kerugian di unit metaverse-nya, Meta menghadapi persaingan sengit dari TikTok untuk mendapatkan uang iklan —sumber mayoritas pendapatannya— serta bekurangnya pengiklan yang lebih luas di tengah kekhawatiran tentang resesi yang akan datang.

Menambah kesengsaraan periklanannya, jejaring sosial itu masih belum pulih dari perubahan privasi yang dibuat oleh Apple tahun lalu yang mempersulit perusahaan teknologi untuk melacak pengguna di seluruh aplikasi Iphone, yang telah turut memangkas pendapatan iklannya.

Mark Zuckerberg memang telah kehilangan kekayaan bersihnya anjlok lebih dari U$ 100 miliar dalam 13 bulan terakhir karena harga saham perusahaannya, Meta, menukik tajam.

Kekayaan bersih Zuckerberg secara real-time dipatok sekitar $36 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index — membuatnya keluar dari 20 teratas dalam daftar orang terkaya di dunia.

Padahal pada September 2021, Zuckerberg mencapai puncak kekayaannya dengan kekayaan bersih senilai U$ 142 miliar.

Sejak itu, harga saham Meta telah turun lebih dari 74 % — termasuk 25% pada hari Kamis setelah laporan triwulanan perusahaan menunjukkan penurunan keuntungan yang besar.

Mark Zuckerberg sudah dua kali menjadi orang terkaya ketiga di planet ini.

Yang pertama terjadi pada Mei 2020, ketika Zuckerberg menjadI orang terkaya ketiga di dunia — berada di belakang pendiri Amazon Jeff Bezos dan salah satu pendiri Microsoft Bill Gates. Tapi sejak saat itu, CEO Tesla Elon Musk telah melompat ke daftar teratas.

Zuckerberg telah bersikap defensif tentang investasi besar-besaran di metaverse, yang telah memberikan kontribusi besar terhadap penurunan harga saham Meta.

Beberapa investor Meta khawatir perusahaan menghabiskan terlalu banyak uang dan membingungkan orang dengan fokusnya pada metaverse, konsep realitas virtual, campuran, dan augmented yang hanya dipahami sedikit orang, sementara perusahaan itu juga bergulat dengan bisnis periklanan yang melemah.

Divisi Meta's Reality Labs, yang mengawasi usaha terkait metaverse, menghabiskan U$ 3 miliar atau Rp 47 triliun pada kuartal III tahun 2022 ini, kata perusahaan itu kepada para investor.

Zuckerberg telah dicemooh secara luas karena pengabdiannya yang bersemangat untuk tujuan memajukan metaverse.

Pada bulan Agustus, Zuckerberg memposting selfie dari avatar metaverse miliknya yang berpose di depan Menara Eiffel.  Gambar itu dimaksudkan untuk merayakan perluasan platform realitas virtual Horizon Worlds ke Prancis dan Spanyol.

Selfie metaverse itu banyak diejek hingga menjadi meme viral di media sosial.

Dalam percakapan teleponnya dengan investor, Zuckerberg mengangkat meme tersebut dan membela strateginya. Ia bersikeras bahwa rasa sakit jangka pendek sepadan dengan keuntungan jangka panjang.

" Saya tahu kadang-kadang ketika kami mengirimkan produk, ada meme di mana orang berkata, 'Anda menghabiskan semua uang ini dan Anda menghasilkan barang ini,'" kata Zuckerberg.

" Saya pikir itu bukan cara yang tepat untuk memikirkannya."

Mark Zuckerbeg dalam dunia metaverse© The Onion

(Mark Zuckerbeg dalam dunia metaverse/Thew Onion)

Dia menambahkan: “ Saya pikir ada sejumlah produk dan platform berbeda yang sedang kami bangun, di mana kami pikir kami melakukan pekerjaan utama yang akan menjadi… meluncurkan produk konsumen dan akhirnya produk matang pada irama yang berbeda, periode waktu yang berbeda selama lima sampai 10 tahun ke depan.”

Zuckerberg meramalkan bahwa visinya akan dibenarkan.

" Jelas masih ada jalan panjang sebelum menjadi seperti yang kita cita-citakan," kata Zuckerberg tentang Horizon Worlds.

" Kami pikir kami melakukan beberapa pekerjaan terkemuka di sana, tetapi jelas kami perlu memasukkannya ke dalam produk dan terus berinovasi dalam hal itu," ujarnya seperti dikutip New York Post.

***

Investasi gagal di metaverse dinilai paling memengaruhi kinerja Meta tahun ini. Investasi di Reality Labs dipandang sebagai pemborosan uang yang tidak akan menghasilkan apa-apa selain memperlemah struktur keuangan perusahaan.

Beberapa orang percaya bahwa Mark Zuckerberg dan timnya tidak tahu apa-apa soal metaverse. Namun Zuckerberg selama ini sudah membuktikan investasinya selama ini selalu berhasil

Pada Oktober 2014, WhatsApp diakuisisi Mark Zuckerberg seharga U$ 19 miliar atau Rp 297 triliun meski baru memiliki 450 juta pengguna. Pada saat itu akuisisi tersebut dikritik oleh banyak orang, namun sampai hari ini jelas bahwa itu adalah investasi yang baik karena pengguna aktif WhatsApp  telah berkembang menjadi sekitar 2,3 miliar.

Pada tahun 2012, sebuah aplikasi berbagi foto bernama Instagram dengan 30 juta pengguna dan tidak menghasilkan pendapatan dibeli seharga U$ 1 miliar atau Rp 15,6 triliun oleh Zuckerberg. Tak perlu dikatakan, akuisisi itu juga dikritik pada saat itu: Apalagi Facebook sedang dalam proses go public, dan membelanjakan U$ 1 miliar untuk perusahaan yang tidak menghasilkan pendapatan mungkin tampak seperti pertaruhan.

Terlebih lagi, saat itu Instagram tidak dapat terus berkembang, karena budaya memposting foto tentang kehidupan pribadi saat itu belum ada. Setelah 10 tahun, Instagram adalah salah satu akuisisi terbaik Zuckerberg dalam sejarah mengingat harga yang harus dibayar. Hingga saat ini, ada 1,44 miliar pengguna aktif bulanan dan Instagram diperkirakan menghasilkan pendapatan U$ 47,60 miliar atau Rp 746 triliun pada tahun 2021.

Lalu, pada tahun 2014, Meta kembali membeli produsen pelindung VR Oculus dengan harga sekitar U$ 2 miliar atau Rp 31,2 triliun. Sejak saat itu Zuckerberg terutama dalam dua tahun terakhir telah menginvestasikan beberapa miliar dolar di bidang ini.

Kantor Meta© New York Post

(Kantor Meta/New York Post)

Kali ini banyak orang tidak percaya pada masa depan berbasis realitas virtual, tetapi Mark Zuckerberg dan timnya tetap melakukannya. Tak berhenti di situ, dia pun mati-matian mengejot investasi Meta ke sini.

Meta telah menginvestasikan setidaknya U$ 36 miliar atau Rp 564 triliun ke dalam metaverse sehingga banyak investor mempertanyakan keputusan itu

“ Ini dalam beberapa hal adalah pekerjaan yang paling menantang ... tetapi saya juga berpikir ini adalah bagian potensial yang paling berharga dari pekerjaan ini dari waktu ke waktu,” katanya tentang metaverse.

Fokusnya selama setahun terakhir ini adalah untuk melakukan investasi besar-besaran, dan menggembar-gemborkan secara terbuka, rencana perusahaan untuk perangkat keras virtual dan augmented reality untuk metaverse.

Dunia serba digital yang belum ada ini dimaksudkan untuk menjadi tempat di mana orang dapat berbelanja, tinggal, dan bekerja suatu hari dengan mengaksesnya dengan perangkat AR dan VR -dan Zuckerberg sebelumnya mengatakan dia ingin ada satu miliar orang yang membelanjakan uang pada barang digital pada akhirnya.

'Metaverse' adalah sekumpulan ruang virtual tempat setiap orang dapat bermain game, bekerja, dan berkomunikasi dengan orang lain yang tidak berada di ruang fisik yang sama.

Mark Zuckerberg telah menjadi suara terdepan dalam konsep tersebut, yang dipandang sebagai masa depan internet dan akan mengaburkan batas antara fisik dan digital.

“ Anda akan dapat bergaul dengan teman, bekerja, bermain, belajar, berbelanja, berkreasi, dan banyak lagi,” kata Meta.

“ Ini tidak selalu tentang menghabiskan lebih banyak waktu online — ini tentang membuat waktu yang Anda habiskan online lebih bermakna,” kata Meta.

Sementara Meta memimpin dengan metaverse, itu menjelaskan bahwa itu bukanlah satu produk tunggal yang dapat dibuat oleh satu perusahaan.

" Sama seperti internet, metaverse tetap ada apakah Facebook ada atau tidak," tambahnya.

“ Dan itu tidak akan dibangun dalam semalam. Banyak dari produk ini hanya akan terwujud sepenuhnya di 10-15 tahun kemudian.”

Wall Street mempertanyakan kebijaksanaan keputusan itu karena bisnis periklanan inti Meta tengah berjuang tahun ini, membuat harga sahamnya anjlok.

Dalam komentarnya kepada karyawan, Zuckerberg mengecilkan berapa banyak pengeluaran perusahaan di Reality Labs, unit yang bertanggung jawab atas investasi metaverse-nya.

Orang adalah pengeluaran terbesar Meta, diikuti oleh pengeluaran modal, yang sebagian besar digunakan untuk infrastruktur untuk mendukung rangkaian aplikasi media sosialnya, katanya.

Sekitar 20 % anggaran Meta digunakan untuk Reality Labs.

Di dalam Reality Labs, unit tersebut menghabiskan lebih dari setengah anggarannya untuk augmented reality (AR), dengan produk kacamata pintar terus bermunculan 'selama beberapa tahun ke depan' dan beberapa kacamata AR 'benar-benar hebat' di akhir dekade ini, kata Zuckerberg.

Kacamata pintar VR Meta© Wires

(Kacamata pintar VR Meta/Wired)

Menurut dokumen yang dilihat oleh Wall Street Journal, Meta sedang berjuang untuk mencapai tujuannya.

Perusahaan berencana mencapai 500.000 pengguna platform realitas virtualnya, Horizon Worlds, pada akhir tahun 2022. Jumlah pada saat penulisan ini kurang dari 200.000, masih jauh di bawah sasaran yang direvisi sebesar 280.000 pada akhir tahun 2022.

Dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa mayoritas dari 200.000 pengguna tersebut, tidak kembali setelah memasuki sistem itu sekali dengan banyak keluhan bahwa sebagian besar area kehilangan pengguna lain.

Dokumen-dokumen itu juga mengungkapkan: Sejak Musim Semi 2022, jumlah pengguna Horizon Worlds telah menurun. Kurang dari sepuluh persen dunia di Metaverse menerima lebih dari 50 pengunjung dan sebagian besar dunia ini menerima nol pengunjung.

***

Akhirnya penurunan pendapatan dan kerugian investasi besar-besaran di metaverse, membuat Meta tak bertahan.

Meta Platforms Inc, akhirnya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 11 ribu karyawan atau 13 persen dari total karyawannya.

Per akhir September 2022, perusahaan mempekerjakan 87.314 karyawan. PHK massal itu merupakan yang pertama kali dilakukan sejak 18 tahun perusahaan berdiri.

Karyawan Meta, 11.000 di antaranya dipecat© New York Post

(Karyawan Meta, 11.000 di antaranya dipecat/New York Post)

" Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang kami buat dalam sejarah Meta," kata Zuckerberg dalam surat kepada karyawan seperti tertuang di Blog Meta.

Perusahaan akan membayar 16 minggu gaji pokok ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun kerja, serta semua sisa waktu istirahat, sebagai bagian dari paket pesangon karyawan yang kena PHK.

Karyawan yang terkena dampak juga akan menerima saham mereka yang ditetapkan pada 15 November dan cakupan perawatan kesehatan selama enam bulan.

" Saya memahami ini hal yang sulit untuk semua orang, dan saya khususnya minta maaf kepada mereka yang terdampak," tulisnya dalam pernyataan itu.

Ratusan triliun rupiah telah dihabiskan Zuckerberg untuk berinvestasi di metaverse

Namun Zuckerberg menyalahkan ekspektasi kenaikan pengguna jangka panjang yang terlalu besar berdasarkan naiknya laba perusahaan selama pandemi Covid-19.

" Banyak yang memprediksi ini akan menjadi peningkatan yang permanen," tulisnya. " Saya pun demikian, sehingga saya membuat keputusan untuk meningkatkan investasi kami secara signifikan."

Tapi ternyata, kata dia, " menurunnya makroekonomi" dan " meningkatnya kompetisi" telah menyebabkan laba perusahaan jauh lebih kecil dari yang diharapkan.

" Saya membuat keputusan salah, dan saya mengakui itu," ujarnya.

Sebelum pandemi, pada Juni 2020, jumlah karyawan Meta baru 42.000 orang lebih. Namun setelah pandemi jumlahnya melonjak jadi 87.314 karyawan. Arinya 1 dari 8 orang karyawan Meta terpaksa harus dipecat.

Tapi di suratnya itu, Zuckerberg tak menyebut tentang kesalahan investasi di metaverse. Ia malah menyalahkan kondisi ekonomi dan kembali normalnya kehidupan setelah berbagai pembatasan sosial Covid-19 dicabut.

Keputusannya untuk mengurangi 1 dari 8 karyuawan Meta jelas membuat karyawan Meta kecewa. Tapi Zuckerberg tak punya pilihan lain untuk menutupi kesalahan investasinya di metaverse yang jor-joran dan mengecewakan investor. Kesalahan investasi ini telah membuat saham Meta anjlok 74 % selama 13 bulan terakhir. Juga membuat peringkatnya sebagai orang terkaya ketiga di dunia melorot jadi orang terkaya nomer 27. Tentu saja ini sebuah pelajaran pahit bagi Zuckerberg. (eha)

Sumber: Forbes, New York Post, Bloomberg, Wall Street Journal, Daily Mail, Meta, CNN, BBC, Washington Post,

Beri Komentar