Disebutnya Rumah, Kakek Malang Ini Bertahun-tahun Tinggal di Toilet

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 30 September 2020 08:00
Disebutnya Rumah, Kakek Malang Ini Bertahun-tahun Tinggal di Toilet
Pria tersebut tinggal di sebuah ruangan berpetak dengan tinggi hanya enam meter.

Dream - Seorang pria lanjut usia, berusia sekitar 60 tahun, harus menjalani kehidupan dengan menyedihkan. Sehari-hari Lansia malang ini menghabiskan sisa tabungan hidupnya dengan tinggal di sebuah toilet yang ia sebut sebagai rumah.

Sebuah organisasi non-pemerintah (LSM) yang dikenal sebagai Tim Layanan Masyarkat Peduli Pemeliharaan Hongkong, membagikan cerita ini melalui laman Facebook mereka.

LSM tersebut berbagi kisah tentang seorang pria paruh baya yang malang, saat mereka melakukan sebuah kunjungan.

1 dari 3 halaman

Tinggal Seorang Diri

Saat melakukan kunjungan, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan seorang pria paruh baya yang tinggal sendirian selama berpuluh puluh tahun di Distrik To Kwan Wan, Hongkong.

Kakek tersebut tinggal di sebuah ruangan berpetak dengan tinggi hanya enam meter. Pria itu menyebut ruangan tersebut rumah. Sementara para sukarelawan melihat ruangan tersebut adalah toilet.

Pria 60 tahun tersebut diketahui telah lama berpisah dengan keluarganya. Ia pun tidak lagi mendapat pekerjaan karena usianya yang sudah lanjut.

Sehingga, ia terpaksa menjalani sisa hari-harinya di rumah 'toilet' sewaannya.

Keadaan Rumah 'Toilet'

 

2 dari 3 halaman

Tetap Harus Bayar Sewa

Rumah 'Toilet'

Pria paruh baya itu menyewa bilik kecil persegi dengan tinggi enam meter seharga 1.700 yuan atau sekitar Rp3.720.000, seperti yang dilaporkan Hongkong Apple Daily, dikutip dari World of Buzz, Selasa 29 September 2020.

Tak hanya kehidupannya yang sulit, pria itu harus dibebankan dengan membayar sewa tiap tahunnya dengan sisa uang tabungan hidupnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Papan Kayu untuk Semua Aktivitas

Salah satu sukarelawan yang mengunjungi 'rumah' pria tersebut mengatakan, pria tersebut menggunakan papan kayu untuk makan. Ia juga menggunakan papan kayu sebagai alas tidur untuk menutupi lubang toilet, sehingga dirinya bisa tidur dengan seluruh tubuh terulut.

Tim LSM pun terkejut dengan kondisi ruangan yang tak layak dan menuntut keadilan dari pengusaha yang melakukan pemungutan biaya sewa untuk sebuah bilik yang hampir tidak bisa ditinggali. 

Sumber: World of Buzz

Beri Komentar