30 Quotes tentang Hari Pahlawan dari Tan Malaka yang Penuh Kebijaksanaan

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Jumat, 4 November 2022 12:36
30 Quotes tentang Hari Pahlawan dari Tan Malaka yang Penuh Kebijaksanaan
Tan Malaka memiliki pemikiran yang berbobot dan masih cocok digunakan untuk zaman sekarang.

Dream – Tan Malaka adalah salah satu pahlawan Nasional yang memiliki peran besar dalam kemerdekaan Indonesia. Laki-laki berdarah Sumatera ini memang terkenal dengan pemikirannya yang sangat luar biasa, apalagi dalam bidang politik.

Namun, pada tanggal 19 Februari 1949, Tan Malaka terbunuh di Kediri, Jawa Timur. Dan kemudian pemerintah Indonesia memberikan penghormatan kepadanya sebagai pahlawan Nasional. Meskipun raganya sudah tidak ada lagi, namun semangat Tan Malaka masih tetap hidup sampai sekarang, begitu juga dengan pemikiran-pemikirannya yang cemerlang.

Kata-kata Tan Malaka yang berbobot dan penuh semangat itu pun cocok dijadikan sebagai quotes tentang Hari Pahlawan 10 November. Hal ini tak hanya sekadar mengingatkan kembali masyarakat Indonesia kepada pahlawannya, tetapi juga mendapatkan suntikan semangat dan kata-kata bijak dari pahlawan nasional.

Nah, berikut adalah beberapa quotes tentang Hari Pahlawan dari Tan Malaka sebagaimana dirangkum Dream melalui merdeka.com.

1 dari 3 halaman

Quotes tentang Hari Pahlawan dari Tan Malaka yang Bijak

  1. “ Janganlah menjatuhkan diri ke dalam kesesatan dengan mengira, bahwa kebudayaan Timur yang dulu atau sekarang lebih tinggi dari kebudayaan Barat sekarang. Ini boleh kamu katakan, bilamana kamu sudah melebihi pengetahuan, kecakapan dan cara berpikir orang Barat.”
  2. “ Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.”
  3. “ Sudah pernah pengarang buku di Amerika meramalkan, bahwa kalau satu negara seperti Amerika mau menguasai samudera dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan.”
  4. “ Revolusi ialah yang disebabkan oleh pergaulan hidup, satu hakekat tertentu dari perbuatan-perbuatan masyarakat.”
  5. “ Yang kuat perindustriannya, itulah pihak yang mesti menang.”
  6. “ Dalam soal revolusi nasional, apakah bangsa yang terjajah yang berjuang untuk membela kemerdekaannya itu sesungguhnya menjadi bangsa yang merdeka dalam segala lapangan hidupnya terhadap bangsa lain, atau kembali dijajah dengan cara lama atau cara baru.”
  7. “ Kebaikan buat masyarakat itu bergantung kepada watak masyarakat, dan didikan masing-masing orang.”
  8. “ Marxisme itu bukanlah suatu dogma (apalan). Melainkan sesuatu pedoman untuk bertindak.”
  9. “ Kemauan Rakyat itulah kemauan Tuhan.”
  10. “ Partai mesti berhubungan rapat dengan massa terutama dalam saat yang penting, dengan segala golongan Rakyat dari seluruh kepulauan Indonesia. Dengan tidak berhubungan seperti itu, tak akan ada pimpinan yang revolusioner.”
2 dari 3 halaman

Quotes tentang Hari Pahlawan dari Tan Malaka yang Bijak

  1. “ Satu dua diantara berbagai ukuran yang biasanya kita pakai terhadap seseorang yang terjun kedepan masyarakat sebagai pemimipin ialah, apakah pertama sekali ia dapat melihat kedepan, dan kedua apakah di cukup mempunyai watak konsekuen untuk memegang pandangannya kedepan itu.”
  2. “ Dengan jalan revolusi dan perang kemerdekaan nasionallah yang dapat dimasukkan ke dalam revolusi sosial!!!, maka sekalian negeri besar-besar yang modern, tidak ada kecualinya, dapat melepaskan diri dari kungkungan kelas dan penjajahan.”
  3. “ Jika sekiranya pulau Jawa mempunyai borjuasi nasional yang revolusioner dan Diponegoro dalam perjuangannya melawan Mataram dan Kumpeni pastilah ia akan berdiri di sisi borjuasi itu.”
  4. “ Seseorang yang ingin menjadi murid Barat atau manusia, hendaklah ingin merdeka dengan memakai senjata Barat yang rasionil. Apabila sudah dapat barulah dapat ia menciptakan satu pergaulan hidup yang baru dan rasionil.”
  5. “ Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan.”
  6. “ Selama toko buku ada, selama itu pustaka bisa dibentuk kembali. Kalau perlu dan memang perlu, pakaian dan makanan dikurangi.”
  7. “ Pertahanan yang sebaik-baiknya adalah yang dilakukan dengan menyerang.”
  8. “ Beritahukanlah kepada kami, bagaimana perhubungan ekonomi antara kedua bangsa dan kelas itu! Kami akan dapat pula membentuk Bingkai politik antara kedua bangsa atau kedua golongan itu.”
  9. “ Seorang Marxist yang mau mendapatkan sesuatu kesimpulan (conclusion) buat dijadikan obor dalam menentukan sikap dan tindakan di Indonesia sekarang, haruslah mempertimbangkan kesimpulan itu atas bahan berpikir (promises) yang diperoleh di Indonesia sekarang pula.”
  10. “ Revolusi timbul dengan sendirinya sebagai hasil dari berbagai keadaan.”
3 dari 3 halaman

Quotes tentang Hari Pahlawan dari Tan Malaka yang Bijak

  1. “ Selama orang percaya bahwa kemerdekaan akan tercapai dengan jalan putch atau anarchisme hanyalah impian seorang yang lagi demam.”
  2. “ Para ahli filsafat sudah memberi bermacam-macam pemandangan tentang dunia itu. Yang perlu lagi ialah merubah dunia itu.”
  3. “ Di dalam masa revolusilah tercapainya puncak kekuatan moril, terjadinya kecerdasan pikiran dan memperoleh segenap kemampuan untuk pendirian masyarakat baru.”
  4. “ Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.”
  5. “ Jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan ktia sehingga kita dipaksa dalam keadaan pasif melumpuhkan.”
  6. “ Bahwa mereka pekerjalah, yang menduduki lantai ekonomi perekonomian Indonesia.”
  7. “ Pengupasan yang cocok betul atas masyarakat Indonesia syarat terutama untuk mendapat perkakas revolusi, dan itu pulalah yang menjadi syarat pertama yang mendatangkan kemenangan revolusi kita.”
  8. “ Berapapun cepatnya kebohongan itu, namun kebenaran akan mengejarnya juga.”
  9. “ Bahwasanya jika kelak Kapital Asing akan terus merajalela di Indonesia, seperti sebelum tahun 1942, maka politik Imperialisme pula yang akan merajalela di Indonesia di hari kemudian.”
  10. “ Lapar tak berarti kenyang buat si miskin. Si lapar yang kurus kering tak akan bisa kita kenyangkan dengan kata kenyang saja, walaupun kita ulangi 1001 kali.”
Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More