`Saya Tak Bisa Bayangkan Dengar Kata Terakhir Pilot AirAsia`

Reporter : Eko Huda S
Rabu, 14 Januari 2015 11:31
`Saya Tak Bisa Bayangkan Dengar Kata Terakhir Pilot AirAsia`
Nurcahyo Utomo mengaku telah mengenal Kapten Irianto. "Irianto merupakan senior dan dia merupakan orang yang mengajari saya bagaimana menerbangkan pesawat," kata dia.

Dream - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mendapatkan kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di Laut Jawa. Data-data yang terekam dalam kotak hitam itu diharapkan mampu mengungkap penyebab kecelakaan, termasuk percakapan di dalam kokpit.

Inilah yang menjadi tugas sulit bagi penyelidik KNKT, Nurcahyo Utomo. Dia mengaku tak bisa membayangkan bagaimana mendengar kata-kata terakhir pilot pesawat nahas itu, Kapten Irianto, yang telah dia kenal dengan baik secara pribadi.

" Irianto merupakan senior dan dia merupakan orang yang mengajari saya bagaimana menerbangkan pesawat. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya akan mendengarkan kata-kata terakhirnya," tutur Nurcahyo sebagaimana dikutip Dream dari The Straits Times, Rabu 14 Januari 2015.

Nurcahyo telah berpengalaman selama 20 tahun mendengarkan rekaman di dalam kotak hitam. Terutama percakapan dalam kokpit yang terekam pada Cockpit Voice Recorder (CVR). Mendengar rekaman secara berulang-ulang, tentu tak nyaman dan membutuhkan mental sangat kuat.

" Mendengarkan rekaman kotak hitam yang melibatkan kecelakaan tidak sama dengan mendengarkan musik atau musik," kata dia. Dalam rekaman itu, penyelidik akan mendengar kata-kata terakhir. Pembicaraan antara pilot dan kopilot tentang kecelakaan itu."

Kini, kotak hitam itu telah dibawa ke Jakarta untuk dianalisa. Setidaknya, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mengunduh data dalam rekaman itu, baik dalam CVR maupun Fligh Data Recorder (FDR). Data itu akan dianalisis dan membutuhkan waktu.

Ahli dari Prancis, negara tempat pembuatan jet Airbus A320-200 dibuat, telah berada di Jakarta untuk membantu analisa kotak hitam itu. Selain itu, ahli dari negara lain, yang warganya turut menjadi korban dalam musibah itu, juga dilibatkan.

Next >> Polisi Tilang Sultan Yogya

Beri Komentar